Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Eksplorasi Dinamika Faktor di Balik Pelaku Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Pada Wanita Karir Sultoni, Muhamad Ikbal; Zulnida, Eka Fauziyya; Rahman, Syahnur
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v8i1.68478

Abstract

Penelitian ini mengkaji dan menganalisa pelaku KDRT pada wanita karir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan, menganalisis, memetakan, sekaligus memahami bagaimana dinamika pelaku KDRT melalui analisis komprehensif. Data penelitian diperoleh dari dua orang narasumber wanita karir korban KDRT di Cianjur yang bersedia untuk diwawancara. Data wawancara tersebut kemudian dianalisa secara mendalam dalam bentuk kerangka Logic Model of Problem. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari kedua narasumber perilaku KDRT yang dilakukan oleh suami mereka dipengaruhi oleh faktor kemampuan regulasi diri yang rendah, kemampuan coping mechanism yang tidak tepat, perasaan superioritas pada pasangan, lingkungan dengan budaya patriarki, tekanan masalah ekonomi, dan adanya orang ketiga. Faktor-faktor tersebut memengaruhi faktor lain dan memengaruhi masalah kesehatan yang diderita oleh pelaku, seperti gangguan kognitif dan depresi. Masalah kesehatan tersebut juga mengganggu kualitas hidup pelaku, diantaranya penyalahgunaan substansi, hubungan interpersonal yang buruk, serta penyesalan dan perasaan bersalah.
MODELING, REINFORCEMENT, DAN SELF-EFFICACY DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN PENGGUNAAN BAHASA: SEBUAH TINJAUAN KUANTITATIF DESKRIPTIF Saputra, Aqmal Maulana; Sultoni, Muhamad Ikbal
JURNAL KOULUTUS Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/1ajhhg51

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh modeling, reinforcement, dan self-efficacy dalam proses pembelajaran dan penggunaan bahasa pada mahasiswa di Kota Bandung. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner dengan 71 partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modeling berpengaruh dominan dalam proses akuisisi dan penggunaan bahasa. Mayoritas responden memiliki kemampuan bahasa ibu (85%), bahasa domisili (88,5%), adaptasi terhadap bahasa mayoritas (86,5%), dan multilingual adaptif sehari-hari (94,6%). Aspek reinforcement terbukti mendorong pembelajaran bahasa melalui kemudahan interaksi sosial (91,7%), perubahan preferensi bahasa karena eksposur media atau lingkungan akademik (87,3%), serta kurangnya penguatan menyebabkan 61% responden mengalami language attrition. Self-efficacy memengaruhi keyakinan mempelajari bahasa baru (92,3%) dan ketahanan (83,4%), meski hanya 73,2% responden yang percaya diri dalam menggunakan bahasa baru dalam interaksi sosial.
Dari Layar ke Tatap Muka: Analisis Perilaku Fenomena Degradasi Etika Siswa Pasca COVID-19 Dalam Perspektif Filosofi Buber, Dreyfus, dan Merleau-Ponty Pratiwi, Rizka Juniarti; Sultoni, Muhamad Ikbal
Pratyaksa: Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Samsara Institute Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha mengkaji dan menganalisa siswa angkatan pasca pandemi COVID-19 yang mengalami degradasi etika ketika harus kembali ke pembalajaran tatap muka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan, menganalisis, memetakan, sekaligus memahami bagaimana dinamika siswa tersebut baik ketika belajar daring, maupun ketika kembali belajar tatap muka melalui analisis komprehensif yang dielaborasikan dengan pendekatan filsafat dari Martin Buber, Hubert Dreyfus, dan Maurice Merleau-Ponty. Data penelitian diperoleh dari wawancara dan observasi dari dua orang subjek siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Bogor yang memiliki pengalaman pembelajaran daring ketika pandemi COVID-19 yang bersedia untuk diwawancara. Data wawancara dan observasi tersebut kemudian dianalisa secara mendalam dalam bentuk kerangka Logic Model of Problem. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perilaku yang dicap ’kurang beretika’ oleh siswa dipengaruhi  oleh penurunan kemampuan sosial, perasaan alienasi & tidak diperhatikan, penurunan tingkat motivasi & makna, penurunan tingkat kesejahteraan & kepuasan psikologis, dll. Faktor-faktor tersebut memengaruhi faktor lain dan memengaruhi masalah kesehatan yang diderita oleh subjek, seperti penurunan kemampuan interpersonal & psikososial, meningkatnya tingkat kecenderungan depresi, dan meningkatnya tingkat kecemasan & stress. Masalah kesehatan tersebut juga mengganggu kualitas hidup pelaku, diantaranya penurunan pengetahuan etika, penurunan pengetahuan & kesadaran batas-batas sosial, rasa empati sosial yang rendah, dan berimbas pada kemungkinan ketidakmatangan bersikap yang menimbulkan kesan ’kurang beretika’ bagi orang lain.
Pengaruh Academic Grit dan Environmental Stressor terhadap Cognitive Functioning pada Pelajar Pengkaji Kitab Al-Jurumiyah di Indonesia Saputra, Aqmal Maulana; Sultoni, Muhamad Ikbal; Hakim, Danar Hadi Khoerul; Fadhlillah, Muhammad Syauqi; Hakim, Ilmi
Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Sosial Rumah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62491/njpi.2025.v5i2-20

Abstract

Purpose – This study aims to examine the effect of academic grit (AG) and environmental stressors (ES) on cognitive functioning (CF) in Indonesian students studying the Al-Jurumiyah book. This study is important because studying a classic book like Al-Jurumiyah requires high cognitive abilities, but there has been no study that analyzes the predictor factors that influence it simultaneously.Method – This research employs a quantitative approach with regression design using a sample of 17 students in Bandung Regency (accidental sampling). Data was collected through adapted questionnaires: Academic Grit Scale (9 items, ?=0.70), Perceived Stress Scale (25 items, ?=0.87), and Cognitive Functioning Self-Assessment Scale (18 items, ?=0.84. The analysis included classical assumption tests and multiple regression with JASP 0.18. Findings – Multiple regression analysis showed that academic grit (AG) and environmental stressors (ES) explained 48.6% of the variance in cognitive functioning (CF) (adjusted R² = 0.486). The model was significant (F = 0.004) simultaneously. Partially, only AG had a significant positive effect on CF (? = 1.649; p = 0.009), while ES had a negative but insignificant effect (? = -0.050; p = 0.789). Research Implications – Practical implications of this study suggest the importance of strengthening non-cognitive aspects such as grit and motivation, especially in memorization-based and syntactic analysis-based curricula. Interventions such as self-regulation training and effective learning strategies may enhance cognitive functioning. Although the effects of environmental stressors (ES) were not significant, the negative trend suggests the need for supportive and low-pressure learning environments. The limitations of correlational and cross-sectional designs limit causal inference and temporal analysis.
Analisis Pengaruh Kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Emosional, dan Welas Diri terhadap Performa Akademik Siswa Sekolah Dasar Saputra, Aqmal Maulana; Fadhlillah, Muhammad Syauqi; Sultoni, Muhamad Ikbal; Nabawi, Rayie Rizaldien; Hakim, Ilmi
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School VOL 8 NO 1 APRIL 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i1.6378

Abstract

Tingginya stres akademik serta menurunnya performa akademis siswa sekolah dasar menunjukkan perlunya elaborasi lebih lanjut terhadap faktor-faktor pembentuk keberhasilan akademik, khususnya aspek non-kognitif yang selama ini kurang mendapatkan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh spiritual quotient (SQ), emotional quotient (EQ), dan self-compassion (SC) terhadap academic performance (AP) siswa sekolah dasar. Hipotesis yang diuji adalah adanya pengaruh signifikan ketiga variabel prediktor terhadap AP. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental dengan partisipan berjumlah 51 siswa kelas 6 dari dua sekolah dasar di Indonesia yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner adaptasi dari instrumen terstandar: SISRI-24 untuk SQ (α = 0.921), BEIS-10 untuk EQ (α = 0.922), dan SCS-SF untuk SC (α = 0.86). AP diukur menggunakan ACS (α = 0.74). Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa ketiga variabel prediktor secara simultan signifikan (F = 6.580; p < 0.001) memengaruhi AP, ketiganya menjelaskan 25.1% variansi AP (Adjusted R² = 0.251). Secara parsial, hanya SQ yang berpengaruh signifikan terhadap AP (B = 0.551; p = 0.003), sedangkan EQ dan SC tidak signifikan (p > 0.05). Implikasi teoretis menunjukkan bahwa SQ merupakan prediktor kuat kinerja akademik siswa sekolah dasar. Temuan ini merekomendasikan penguatan pendidikan berbasis spiritual sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam pengembangan akademik siswa.
Literature Review: Dinamika Emosional City Pride Warga Kota pada City Image Melalui Place Attachment Theory Sultoni, Muhamad Ikbal
Pratyaksa: Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Samsara Institute Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari perspektif psikologi, khususnya psikologi lingkungan, fenomena kebanggaan warga terhadap kotanya menarik untuk dikaji karena menunjukkan kompleksitas interaksi antara manusia dengan lingkungan urbannya, yang melibatkan aspek kognitif, afektif, dan behavioral. Penelitian ini berfokus untuk mengkaji mekanisme dinamika emosional rasa bangga warga kota kepada kotanya, dan kaitannya city image dari kota tersebut melalui perspektif place attachment theory. Metode yang digunakan adalah Literature Review dengan pendekatan Narrative Review yang memungkinkan eksplorasi topik yang lebih luas serta fleksibilitas dalam menyintesis sumber-sumber referensi. Ruang lingkup penelitian mencakup Place attachment theory yang menyediakan kerangka konseptual untuk memahami bagaimana kebanggaan warga terhadap kotanya terbentuk dan berkembang melalui interaksi dinamis antara lima dimensi utama: attachments, placement, actors, social relationships, dan temporal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan city pride merupakan proses yang kompleks dan multidimensional, diawali dengan adanya city image yang positif yang kemudian memicu proses place attachment melalui keterlibatan aspek afektif, kognitif, dan praktikal. Kepuasan warga yang timbul dari city image yang positif berperan sebagai katalis dalam meningkatkan keterikatan dengan kota, yang kemudian termanifestasi dalam bentuk city pride. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pemahaman hubungan antara city image, place attachment, dan city pride, serta implikasi praktis bagi pengembangan kebijakan urban dan strategi pembangunan kota yang berkelanjutan.
Analisis Pengaruh Kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Emosional, dan Welas Diri terhadap Performa Akademik Siswa Sekolah Dasar Saputra, Aqmal Maulana; Fadhlillah, Muhammad Syauqi; Sultoni, Muhamad Ikbal; Nabawi, Rayie Rizaldien; Hakim, Ilmi
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 1 (2025): January - April
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i1.6378

Abstract

Tingginya stres akademik serta menurunnya performa akademis siswa sekolah dasar menunjukkan perlunya elaborasi lebih lanjut terhadap faktor-faktor pembentuk keberhasilan akademik, khususnya aspek non-kognitif yang selama ini kurang mendapatkan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh spiritual quotient (SQ), emotional quotient (EQ), dan self-compassion (SC) terhadap academic performance (AP) siswa sekolah dasar. Hipotesis yang diuji adalah adanya pengaruh signifikan ketiga variabel prediktor terhadap AP. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental dengan partisipan berjumlah 51 siswa kelas 6 dari dua sekolah dasar di Indonesia yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner adaptasi dari instrumen terstandar: SISRI-24 untuk SQ (α = 0.921), BEIS-10 untuk EQ (α = 0.922), dan SCS-SF untuk SC (α = 0.86). AP diukur menggunakan ACS (α = 0.74). Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa ketiga variabel prediktor secara simultan signifikan (F = 6.580; p < 0.001) memengaruhi AP, ketiganya menjelaskan 25.1% variansi AP (Adjusted R² = 0.251). Secara parsial, hanya SQ yang berpengaruh signifikan terhadap AP (B = 0.551; p = 0.003), sedangkan EQ dan SC tidak signifikan (p > 0.05). Implikasi teoretis menunjukkan bahwa SQ merupakan prediktor kuat kinerja akademik siswa sekolah dasar. Temuan ini merekomendasikan penguatan pendidikan berbasis spiritual sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam pengembangan akademik siswa.