Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens) TERHADAP KOMBINASI BAHAN ORGANIK DAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) Chairunnisak, Chairunnisak; Yefriwati; Darmansyah
JURNAL AGRONIDA Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v9i1.7089

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens) merupakan salah satu komoditastanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia.Upaya peningkatan produksitanaman cabai rawit secara ramah lingkungandapat dilakukan melalui penggunaan input bahan organikberupa pupukkandang sapidan pupuk kandang ayam, serta fungi mikoriza arbuskular (FMA). Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui pengaruh aplikasi bahan organik dan FMA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit; 2) Mengetahui interaksi antara bahan organikdan dosis FMA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan pada bulan Juli sampai Oktober 2022. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah penggunaan bahan organikyangterdiri dari tiga taraf,yaitu tanpa bahan organik, tanah + pupuk kandang ayam (1:1), dan tanah +pupuk kandang sapi (1:1). Faktor kedua adalahdosis mikoriza yang terdiri atas empat taraf, yaitu0 g, 5 g, 10 g, dan 15 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan organik dan mikoriza dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabangserta meningkatkan bobot segar buah per tanaman. Pemberian bahan organik juga dapat mempercepat umur berbunga. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara bahanorganikdan dosis mikoriza. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan tanah + pupuk kandang ayam (1:1) dengan dosismikoriza 5 g.
Pendampingan Teknis Pembuatan Kompos Berbahan Dasar Tumbuhan Tithonia Pada Kelompok Tani Guci Sehati Kanagarian Lasi Kabupaten Agam Rizki, Rizki; Darmansyah; Rasdanelwati; Jonni; Yefriwati; Olivia Darlis; Sari Rukmana Okta Sagita Chan; Chairunnisak; Rovel Lando Fambari; Agung Ramadhano; Hawari; Yopa Dwi Mutia
JURNAL BESEMAH Vol. 4 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurnalbesemah.v4i2.1749

Abstract

The Guci Sehati Farmer Group in Nagari Lasi faces several fundamental challenges in their agricultural practices, one of which is dependence on synthetic chemical fertilizers. These fertilizers lead to high production costs and trigger degradation of the soil's physical, chemical, and biological structure. The lack of knowledge about using nature-based materials is a challenge for implementing cultivation practices in this farmer group. Additionally, there is an abundance of locally available organic materials such as agricultural waste, weeds, and livestock manure that have not been optimally utilized for producing environmentally friendly fertilizers. This community service program focuses on technical mentoring for making Tithonia-based compost at the Guci Sehati Farmer Group, Kanagarian Lasi, Agam Regency. The main problems faced by partners are high dependency on synthetic chemical fertilizers, expensive agricultural inputs, and suboptimal utilization of local biomass such as Tithonia diversifolia which is abundant in the surrounding environment. The aim of this activity is to empower farmers with skills to make quality organic fertilizer to create more sustainable and independent agriculture. The implementation method includes three main stages: (1) socialization and direct demonstration of Tithonia composting techniques, (2) participatory assistance during the fermentation and turning process, and (3) monitoring and evaluation of compost quality. The mentoring results showed a significant increase in farmers' capacity, where all participants successfully produced Tithonia compost that met physical quality standards, namely dark brown color, crumbly texture, stable temperature, and no odor. The conclusion of this activity is that participatory technical assistance is effective in transferring Tithonia composting technology, reducing dependence on chemical fertilizers, and optimizing local resources, thus directly contributing to strengthening food sovereignty and implementing sustainable agriculture at the farmer level.