Praktik Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) semakin diakui sebagai strategi penting bagi organisasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, adil, dan mampu menghargai perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau peran DEI dalam membentuk dan memperkuat budaya organisasi yang adaptif dan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah literature review terhadap publikasi akademik terkemuka yang diterbitkan antara tahun 2020–2025, mencakup studi tentang kebijakan inklusi, keadilan dalam akses kesempatan, serta pengelolaan keberagaman di sektor publik dan swasta. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan praktik DEI berdampak positif terhadap budaya organisasi dengan cara meningkatkan kepercayaan antarpegawai, memperkuat kolaborasi tim, serta mendorong inovasi melalui beragam perspektif. Lingkungan kerja yang inklusif juga berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan dan keterikatan karyawan, sehingga mendukung produktivitas dan keberlanjutan organisasi. Namun, beberapa tantangan masih dihadapi, seperti resistensi internal, bias struktural, dan kesenjangan pemahaman antar generasi dalam menerima keberagaman. Penelitian ini menekankan pentingnya komitmen kepemimpinan, kebijakan yang konsisten, dan program pelatihan yang berkesinambungan untuk memastikan implementasi DEI berjalan efektif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pemimpin dan pembuat kebijakan organisasi dalam mengintegrasikan prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi untuk membangun budaya organisasi yang lebih tangguh dan responsif terhadap perubahan.