Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Sustainable Community Practices

Edukasi dan Pendampingan Masyarakat dalam Deteksi Dini Stroke dan Tatalaksana Awal di Rumah: Community Education and Support in Early Stroke Detection and Initial Management at Home Hermadin, Hermadin; Hamka, Hamka; Patmawati, Patmawati; Oktaviana, Dina; Ernawati, Ernawati; AS, Asrar; asrar
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i1.38

Abstract

Abstrak Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia setelah penyakit jantung iskemik. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal dan penanganan stroke menyebabkan keterlambatan mendapatkan pertolongan medis. Kegiatan edukasi dan pendampingan masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap deteksi dini serta tatalaksana awal stroke. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Pattallassang, Kabupaten Takalar, pada 20–22 Maret 2025, melibatkan 50 peserta dewasa dan lansia berisiko stroke. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, simulasi metode FAST (Face drooping, Arm weakness, Speech difficulty, Time to call for help), serta pendampingan keluarga berisiko melalui kunjungan rumah. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata 30% menjadi 88% (kenaikan 58%), dengan peningkatan tertinggi pada kemampuan memberikan pertolongan pertama (naik 62%). Pendampingan keluarga juga meningkatkan perilaku pencegahan stroke dari 28% menjadi 71% (kenaikan 43%), terutama dalam pemeriksaan tekanan darah dan pengenalan tanda FAST. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku masyarakat terhadap pencegahan serta penanganan awal stroke. Pendekatan edukatif-partisipatif direkomendasikan sebagai strategi berkelanjutan dalam menurunkan risiko stroke di tingkat komunitas. Abstract Stroke is the leading cause of death and disability in Indonesia after ischemic heart disease. The low level of public knowledge regarding early symptoms and initial management of stroke often leads to delays in obtaining medical treatment. This community education and mentoring program aimed to improve public knowledge and preparedness for early detection and initial management of stroke. The activity was conducted in Pattallassang Village, Takalar Regency, from March 20–22, 2025, involving 50 adult and elderly participants at risk of stroke. The methods used included interactive health education, simulation of the FAST method (Face drooping, Arm weakness, Speech difficulty, Time to call for help), and family mentoring through home visits.The evaluation results showed an increase in participants’ knowledge from an average of 30% to 88% (a 58% improvement), with the highest increase in the ability to provide first aid (62%). Family mentoring also improved preventive behaviors from 28% to 71% (a 43% increase), particularly in regular blood pressure checks and recognition of FAST signs. This activity proved effective in enhancing community knowledge, awareness, and behavior regarding stroke prevention and early management. An educational and participatory approach is recommended as a sustainable strategy to reduce stroke risk at the community level.
Edukasi Pencegahan Risiko Cedera dan Pelatihan Mobilisasi Aman pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Gowa: Injury Risk Prevention Education and Safe Mobilisation Training for the Elderly at the Tresna Werdha Gau Mabaji Gowa Social Home Hermadin, Hermadin; Hamka, Hamka; Sumarmi, Sumarmi; As, Asrar
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 3 No. 1 (2026): April (Online First)
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v3i1.51

Abstract

The aging process triggers a decline in neuromuscular function, significantly increasing the risk of falls among the elderly with potentially fatal physical and psychological impacts. This community service activity aims to improve health literacy and mobilization independence for 21 elderly residents at PSTW Gau Mabaji Gowa in September 2025. The implementation method began with functional status screening using the Time Up and Go (TUG) Test, followed by module-based interactive health education and gradual training on the use of mobility aids. The TUG Test results revealed that the majority of respondents (57.15%) fell into the High Fall Risk category due to physical weakness, comorbidities, and nursing home environmental factors. However, interventions through education and therapeutic communication proved effective in increasing the elderly's confidence in using assistive devices and reducing psychological barriers such as fear of falling. This program successfully enhanced the knowledge and practical skills of the elderly in safe mobilization; thus, the synergy between education and environmental modification is crucial to maintaining their quality of life, ensuring they remain active and safe within the facility. Abstrak Proses penuaan memicu penurunan fungsi neuromuskular yang secara signifikan meningkatkan risiko jatuh pada lansia dengan dampak fatal secara fisik maupun psikologis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan dan kemandirian mobilisasi bagi 21 lansia di PSTW Gau Mabaji Gowa pada September 2025. Metode pelaksanaan diawali dengan skrining status fungsional menggunakan instrumen Time Up and Go (TUG) Test, yang dilanjutkan dengan edukasi kesehatan interaktif berbasis modul serta pelatihan penggunaan alat bantu gerak secara bertahap. Hasil penilaian TUG Test mengungkapkan bahwa mayoritas responden (57,15%) berada pada kategori Risiko Jatuh Tinggi akibat kelemahan fisik, penyakit penyerta, dan faktor lingkungan panti. Namun, intervensi melalui edukasi dan komunikasi terapeutik terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri lansia dalam menggunakan alat bantu serta menurunkan hambatan psikologis berupa fear of falling. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kemampuan praktis lansia dalam mobilisasi aman, sehingga sinergi antara edukasi dan modifikasi lingkungan menjadi sangat krusial untuk menjaga kualitas hidup lansia agar tetap aktif dan aman di lingkungan panti.