Alhazmi, Dhofirul Fadhil Dzil Ikrom
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEFORMITAS ANKLE PADA ANAK CEREBRAL PALSY DI FORUM KELUARGA CEREBRAL PALSY (FKCP) LAMPUNG YANG TELAH MENDAPAT PELAYANAN FISIOTERAPI Khasanah, Al Um Aniswatun; Yuliana, Sri; Akbar, Bota Muhammad; Alhazmi, Dhofirul Fadhil Dzil Ikrom; Abdullah, Khabib
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 1 No. 2 (2022): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.646 KB) | DOI: 10.24127/fisioterapi.v1i2.2420

Abstract

Deformitas ankle yang terjadi pada cerebral palsy dapat berbentuk Pes Planus, Pes Cavus, Pes Palnovagus, Talipes Calcaneuvalgus, Talipes Calcaneus, Talipes Valgus, Talipes Varus, Equino Varus. Deformitas umumnya dirasakan dan dievaluasi dalam perspektif biomekanik dalam program Fisioterapi. Disini Peneliti melakukan penelitian yang spesifik dengan mengambil sampel pada anak yang telah melakukan tindakan Fisioterapi di Klinik maupun RS yang lokasinya di Kota Metro. Dari data tersebut diperoleh. Pada tipe CP Spastik Quadriplegia berjumlah 9 (64,28%), CP Spastik diplegia berjumlah 4 (28,57%), dan CP berjumlah Athetoid 1 (7,14%), Untuk Riwayat Operasi berjumlah 1 (7,14%), tidak ada riwayat berjumlah 13 (92,85%), menggunakan AFO berjumlah 8(57,14%), tidak menggunakan AFO berjumlah 2 (14,28%), Kadang-kadang menggunakan AFO berjumlah 4 (28,57%). Banyaknya Jenis Deformitas Ankle Anak CP (N=14) Pada Kaki Kanan, Kaki Kiri, dan Keduanya. Pada Deformitas Ankle Talipe Varus Kaki Kanan 1 (7,14%), Pada Deformitas Ankle Talipe Varus Kaki Kiri 1 (7,14%), Pada Deformitas Ankle Talipe Varus Keduanya 2 (14,28%), Pada Deformitas Ankle Talipe Valgus Kaki Kanan 1 (7,14%), Pada Deformitas Ankle Talipe Valgus Keduanya 6 (42,85%), Pada Deformitas Ankle Talipe Equinus Keduanya 2 (14,28%), Pada Deformitas Ankle Talipe Calcaneus Kaki Kanan 1 (7,14%). Berdasarkan Klasifikasi tipe CP . Pada tipe CP Spastik Quadriplegia ada deformitas ankle Talipes Calcaneus 1 (7,14%) untuk ekstremitas kaki kanan, ada deformitas ankle Talipes Varus 1 (7,14%) untuk ekstremitas kaki keduanya, ada deformitas ankle Talipes Valgus 6 (42,85%) untuk ekstremitas kaki keduanya, ada deformitas ankle Talipes Equinus 1 (7,14%) untuk ekstremitas kaki keduanya. Pada tipe CP Spastik Diplegia ada deformitas ankle Talipes Varus 1 (7,14%) untuk ekstremitas kaki kanan, ada deformitas ankle Talipes Varus 1 (7,14%) untuk ekstremitas kaki kiri, ada deformitas ankle Talipes Varus 1 (7,14%) untuk ekstremitas kaki keduanya, ada deformitas ankle Talipes Equinus 1 (7,14%) untuk ekstremitas kaki keduanya. Pada tipe CP Athetoid ada deformitas ankle Talipes Valgus 1 (7,14%) untuk ekstremitas kaki kanan. Kata Kunci: deformitas ankle, cerebral palsy, FKCP Lampung, pelayanan fisioterapi
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN LANSIA MELALUI PEMERIKSAAN FUNGSIONAL DI TINGKAT DESA: STUDI DESKRIPTIF DI PURWODADI 13A METRO Khasanah, Al Um Aniswatun; Siamy, Hapy Ardiaviandaru; Yuliana, Sri; A Zain, Afif Fairuz; Akbar, Bota Muhammad; Alhazmi, Dhofirul Fadhil Dzil Ikrom; Yudistira, Efraldo
Journal of Hospital Administration and Excellent Health Service Vol. 3 No. No, 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Journal of Hospital Administration and Excellent Health Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) menuntut penguatan sistem pelayanan kesehatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif. Salah satu bentuk implementasi kebijakan pelayanan kesehatan lansia berbasis komunitas adalah pemeriksaan fungsional di tingkat desa untuk mendeteksi dini risiko penurunan fungsi fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan pelayanan kesehatan lansia melalui pemeriksaan fungsional menggunakan Sit and Reach Test di Balai Desa Purwodadi 13A Metro. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 14 lansia yang mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan. Variabel yang diamati meliputi karakteristik responden (jenis kelamin, usia, berat badan) serta hasil fleksibilitas otot hamstring dan punggung bawah melalui Sit and Reach Test. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai minimum, maksimum, dan rerata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (78,6%) dengan rentang usia 51–77 tahun dan berat badan 48–75 kg. Pemeriksaan Sit and Reach Test memperoleh nilai terendah 9 cm dan tertinggi 20 cm, dengan rerata 14,07 cm. Sebagian besar lansia berada pada kategori fleksibilitas cukup hingga baik, serta lansia perempuan cenderung memiliki nilai fleksibilitas lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Temuan ini menegaskan bahwa pemeriksaan fungsional lansia telah terlaksana sebagai bagian dari implementasi kebijakan pelayanan kesehatan lansia di tingkat desa. Pemeriksaan sederhana seperti Sit and Reach Test dapat menjadi indikator penting dalam pelayanan preventif serta dasar perencanaan program lanjutan, seperti senam lansia dan pemantauan kesehatan berkala.