Pulau Tabuhan adalah salah satu dari sekian banyak tempat wisata yang menyimpan keindahan di kabupaten berjuluk “Sunrise of Java”, Banyuwangi. Pasir putih dan pesona bawah lautnya adalah daya tarik Pulau Tabuhan yang memikat pengunjung untuk datang. Meski begitu pulau ini belum memiliki identitas visual yang dapat membedakannya dari tempat wisata lain. Maka dari itu diperlukan perancangan grafis lingkungan berupa landmark tipografi yang sesuai dengan karakteristik khas Pulau Tabuhan. Tulisan ini membahas mengenai perancangan grafis lingkungan dalam bentuk landmark tipografi yang terinspirasi dari Pulau Tabuhan itu sendiri menggunakan metode Design Thinking. Metode ini melibatkan tujuh tahapan: definisi, riset, ideasi, prototipe, pemilihan, implementasi, dan belajar. Setelah menetapkan perancangan landmark tipografi, pada tahap riset dilakukan observasi lapangan dan wawancara dengan warga lokal, pemangku kepentingan, dan wisatawan, untuk memahami keinginan mereka dan karakteristik unik Pulau Tabuhan. Di tahap ideasi dihasilkan gagasan untuk memadukan bentuk pulau dan stilasi ombak dalam perancangan tipografi yang berkarakter organik dan dinamis. Dalam tahap prototipe diuji beberapa alternatif tata letak dan ukuran landmark secara digital yang berujung pada pemilihan desain yang dinilai paling efektif dan efisien, disusul eksekusi pembuatan dan pemasangan landmark “Mutiara Pulau Tabuhan” di pantai sisi utara Pulau Tabuhan pada tahap implementasi. Pada tahap akhir terdapat pembelajaran berupa masukan dari warga lokal untuk penyempurnaan pada desain akhir, sehingga diharapkan desain ini tidak hanya estetis tetapi juga fungsional dan autentik, mencerminkan keindahan dan dinamika Pulau Tabuhan secara harmonis, serta memperkuat keterikatan emosional dengan wisatawan dan penduduk lokal.