Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : DeKaVe

Prinsip Appeal Karakter Nussa dan Rara pada Serial Animasi Nussa: Analisis Hubungan Simbolik dan Paradigmatik Herwina, Nevlin Cresentia; Najiah, Fatihah Izzati Shifwah; Aji, Restu Ismoyo
DeKaVe Vol 16, No 2 (2023): DeKaVe Vol. 16 No. 2 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dkv.v16i2.9627

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini bertujuan mengulas prinsip appeal karakter Nussa dan Rara dalam serial animasi Nussa lewat analisis hubungan simbolik dan paradigmatik. Nussa adalah serial animasi yang diproduksi oleh The Little Giantz dan 4stripe Productions. Serial animasi ini mengangkat genre pendidikan anak-anak dan dakwah agama Islam. Karakter utama dalam animasi ini adalah dua bersaudara. Yang laki-laki bernama Nussa dan adiknya yang perempuan bernama Rara. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari analisis terungkap bahwa keduanya memenuhi prinsip appeal yang merupakan satu dari dua belas prinsip animasi. Dari analisis terungkap, adanya hubungan simbolik pada aspek visual, mulai dari atribut, pakaian, dan desain karakter secara fisik dengan nilai-nilai yang kepada mereka disepakati sebagai simbol keislaman dalam masyarakat. Hubungan simbolik terlihat dari hubungan paradigmatik atau in absentia pada kedua karakter, di mana pemilihan aspek visual tertentu yang setara akan berdampak pada makna simboliknya. Kata kunci: prinsip animasi, aspek visual karakter, desain karakter. ABSTRACT This paper aims to review the Appeal principles of Nussa and Rara characters in the Nussa animated series through the analysis of symbolic and paradigmatic relationships. Nussa is an animated series produced by The Little Giantz and 4stripe Productions. This animated series raises the genre of children's education and the da'wah of Islam. The main characters in this animation are two siblings. The boy named Nussa and his sister named Rara. This research uses descriptive qualitative methods. From the analysis it was revealed that the two met the Appeal principle which was one of the twelve animation principles. From the analysis it was revealed, the symbolic relationship in the visual aspect, ranging from the attributes, clothing, and physical design of the character with the values that were agreed as a symbol of Islam in society. The symbolic relationship can be seen from the paradigmatic relationship or in absentia from both characters, where the selection of certain visual aspects will have an impact on the symbolic meaning. Keywords : Animation principle, character visual aspect, character design.
Bentuk Pulau dan Ombak sebagai Grafis Lingkungan Pulau Tabuhan Banyuwangi Aji, Restu Ismoyo
DeKaVe Vol 17, No 2 (2024): DeKaVe Vol. 17 No. 2 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dkv.v17i2.13957

Abstract

Pulau Tabuhan adalah salah satu dari sekian banyak tempat wisata yang menyimpan keindahan di kabupaten berjuluk “Sunrise of Java”, Banyuwangi. Pasir putih dan pesona bawah lautnya adalah daya tarik Pulau Tabuhan yang memikat pengunjung untuk datang. Meski begitu pulau ini belum memiliki identitas visual yang dapat membedakannya dari tempat wisata lain. Maka dari itu diperlukan perancangan grafis lingkungan berupa landmark tipografi yang sesuai dengan karakteristik khas Pulau Tabuhan. Tulisan ini membahas mengenai perancangan grafis lingkungan dalam bentuk landmark tipografi yang terinspirasi dari Pulau Tabuhan itu sendiri menggunakan metode Design Thinking. Metode ini melibatkan tujuh tahapan: definisi, riset, ideasi, prototipe, pemilihan, implementasi, dan belajar. Setelah menetapkan perancangan landmark tipografi, pada tahap riset dilakukan observasi lapangan dan wawancara dengan warga lokal, pemangku kepentingan, dan wisatawan, untuk memahami keinginan mereka dan karakteristik unik Pulau Tabuhan. Di tahap ideasi dihasilkan gagasan untuk memadukan bentuk pulau dan stilasi ombak dalam perancangan tipografi yang berkarakter organik dan dinamis. Dalam tahap prototipe diuji beberapa alternatif tata letak dan ukuran landmark secara digital yang berujung pada pemilihan desain yang dinilai paling efektif dan efisien, disusul eksekusi pembuatan dan pemasangan landmark “Mutiara Pulau Tabuhan” di pantai sisi utara Pulau Tabuhan pada tahap implementasi. Pada tahap akhir terdapat pembelajaran berupa masukan dari warga lokal untuk penyempurnaan pada desain akhir, sehingga diharapkan desain ini tidak hanya estetis tetapi juga fungsional dan autentik, mencerminkan keindahan dan dinamika Pulau Tabuhan secara harmonis, serta memperkuat keterikatan emosional dengan wisatawan dan penduduk lokal.