Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Tingkat Patogenisitas Bakteri Vibrio sp. Strain IS8 Yang Diinfeksi Pada Kerang Batik (Ruditapes philippinarum) Menggunakan Metode In Vitro Jati, Ciptaning Weargo; Noor, Huriyatul Fitriyah; Nursandi, Juli; Mulyani, Rahma
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i2.14567

Abstract

Kerang, khususnya jenis Ruditapes philippinarum, memiliki nilai ekonomis tinggi di Prancis dan banyak wilayah lainnya. Meskipun teknologi budidaya dan pengendalian penyakit berkembang pesat, penyakit musiman seperti Brown Ring Disease (BRD) atau penyakit cincin coklat tetap menjadi tantangan dalam budidaya R. philippinarum. Penyakit ini disebabkan oleh Vibrio tapetis, yang memiliki dampak patogenik yang signifikan pada kerang. Penelitian ini fokus pada pengujian tingkat patogenisitas V. tapetis strain IS8 pada kerang batik (R. philippinarum). Melalui uji aderensi dan fagositosis, kami mengevaluasi kemampuan bakteri ini untuk menyebabkan efek aderen pada hemosit kerang dan aktivitas fagositosis. Hasilnya menunjukkan bahwa V. tapetis strain IS8 memiliki tingkat patogenisitas yang sangat tinggi, dengan kemampuan aderensi dan aktivitas fagositosis yang lebih tinggi dari kontrol positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa V. tapetis strain IS8 mampu menginduksi penyakit cincin coklat pada kerang batik dan memiliki dampak patogenik yang signifikan. Pengetahuan lebih lanjut tentang mekanisme infeksius bakteri ini diperlukan untuk meningkatkan pemahaman tentang peran mereka dalam budidaya kerang di masa depan.   Clams, particularly Ruditapes philippinarum, hold significant economic value in France and various other regions. Despite rapid advancements in culture technology and disease control, seasonal diseases such as Brown Ring Disease (BRD) continue to pose a challenge in the cultivation of R. philippinarum. This ailment is attributed to Vibrio tapetis, exhibiting a substantial pathogenic impact on clams. This study concentrates on assessing the pathogenicity level of V. tapetis strain IS8 in the Manila clam (R. philippinarum). Through adhesion and phagocytosis assays, we evaluate the capability of V. tapetis strain IS8 to induce adhesion effects on clam hemocytes and phagocytic activity. The results demonstrate that V. tapetis strain IS8 exhibits a remarkably high level of pathogenicity, surpassing the positive control in both adhesion and phagocytosis assays. In conclusion, this research establishes that V. tapetis strain IS8 can induce Brown Ring Disease in Manila clams, showcasing a significant pathogenic impact. Further comprehension of the infectious mechanisms of this bacterium is essential for enhancing our understanding of their role in clam cultivation in the future.
Analisis Kelayakan Usaha Pendederan Ikan Channa (Channa pulchra) Menggunakan Pakan Alami Cacing Sutra (Tubifex sp.) dan Daphnia magna Noor, Huriyatul Fitriyah; Jati, Ciptaning Weargo; Putriani, Rizha Bery; Mulyani, Rahma
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i1.15945

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kelayakan usaha pendederan ikan Channa pulchra menggunakan pakan alami (cacing sutra dan Daphnia magna) berskala rumah tangga di Kota Bandar Lampung. Penelitian dilakukan dari bulan Januari hingga April 2024 untuk menganalisis pertumbuhan, kesehatan ikan, dan aspek ekonomi usaha. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian pakan alami berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ikan Channa dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 90%. Data anggaran laba yang didapat dari analisis kelayakan usaha ini sebesar Rp1.065.500,00 dengan Break Even Point (BEP) 112 ekor ikan per siklus produksi. Analisis keuntungan yang didapat adalah sebesar 28,9% dari total komponen biaya yang dikeluarkan. Analisis biaya produksi, overhead tetap, dan operasional menunjukkan pengeluaran yang terkontrol, mendukung keberlanjutan usaha pendederan ikan Channa. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis kelayakan usaha yang dilakukan, didapatkan simpulan bahwa usaha pendederan ikan Channa (Channa pulchra) menjanjikan secara ekonomi dan memiliki potensi keuntungan dalam usaha budidaya ikan hias.   This study evaluates the feasibility of Channa pulchra nursery using natural feeds (silkworms and Daphnia magna) on a household scale in Bandar Lampung City. The research was conducted from January to April 2024 to analyze growth, fish health, and the economic aspects of the aquaculture business. The results indicate that feeding with natural feeds positively contributes to Channa fish growth, with a survival rate reaching 90%. The profit budget data from the feasibility analysis amounted to Rp1,065,500.00, with a break-even point (BEP) 112 fish per production cycle. Profit analysis showed a return of 28.9% on the total expenditure components. Analysis of production costs, fixed overheads, and operational costs indicated controlled expenditure, supporting the sustainability of Channa fish nursery operations. Based on the research findings and feasibility analysis conducted, it is concluded that the Channa pulchra fish nursery is promising economically and has profit potential in the business operations.
ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI IKAN GABUS (Channa striata, Bloch 1793) DI BEBERAPA HABITAT PERAIRAN: STUDI LITERATUR Putriani, Rizha Bery; Kartini, Nidya; Jati, Ciptaning Weargo; Noor, Huriyatul Fitriyah
ZOO INDONESIA Vol 33, No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v33i1.4605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai aspek biologi ikan gabus, termasuk tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad, fekunditas, dan pola pemijahan, serta faktor-faktor yang memengaruhi kematangan gonad dan pemijahan di berbagai daerah melalui studi literatur. Penelitian ini mencakup 16 jurnal yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad dan indeks kematangan gonad ikan gabus (Channa striata) dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan biologis. Terdapat variasi signifikan dalam kematangan gonad ikan gabus yang berkaitan erat dengan habitat dan kualitas perairan. Indeks kematangan gonad dipengaruhi oleh musim pemijahan dan ketersediaan makanan, menunjukkan bahwa pola pemijahan ikan gabus bisa bersifat parsial atau total spawner. Sebagian besar daerah penelitian menunjukkan pola pemijahan partial spawner, yang ditandai dengan distribusi diameter telur yang memiliki lebih dari satu modus, menandakan pemijahan bertahap. Namun, pola pemijahan total spawner ditemukan di beberapa lokasi, dipengaruhi oleh perbedaan waktu penangkapan dan musim. Variasi ukuran pertama kali matang gonad di berbagai lokasi disebabkan oleh perbedaan dalam habitat, musim pemijahan, jenis kelamin, ketersediaan makanan, dan kualitas perairan. Selain itu, variasi fekunditas ikan gabus dapat dipengaruhi oleh ukuran ikan, kondisi lingkungan, dan faktor genetik.
ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI IKAN GABUS (Channa striata, Bloch 1793) DI BEBERAPA HABITAT PERAIRAN: STUDI LITERATUR Putriani, Rizha Bery; Kartini, Nidya; Jati, Ciptaning Weargo; Noor, Huriyatul Fitriyah
ZOO INDONESIA Vol 33, No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v33i1.4605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai aspek biologi ikan gabus, termasuk tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad, fekunditas, dan pola pemijahan, serta faktor-faktor yang memengaruhi kematangan gonad dan pemijahan di berbagai daerah melalui studi literatur. Penelitian ini mencakup 16 jurnal yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad dan indeks kematangan gonad ikan gabus (Channa striata) dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan biologis. Terdapat variasi signifikan dalam kematangan gonad ikan gabus yang berkaitan erat dengan habitat dan kualitas perairan. Indeks kematangan gonad dipengaruhi oleh musim pemijahan dan ketersediaan makanan, menunjukkan bahwa pola pemijahan ikan gabus bisa bersifat parsial atau total spawner. Sebagian besar daerah penelitian menunjukkan pola pemijahan partial spawner, yang ditandai dengan distribusi diameter telur yang memiliki lebih dari satu modus, menandakan pemijahan bertahap. Namun, pola pemijahan total spawner ditemukan di beberapa lokasi, dipengaruhi oleh perbedaan waktu penangkapan dan musim. Variasi ukuran pertama kali matang gonad di berbagai lokasi disebabkan oleh perbedaan dalam habitat, musim pemijahan, jenis kelamin, ketersediaan makanan, dan kualitas perairan. Selain itu, variasi fekunditas ikan gabus dapat dipengaruhi oleh ukuran ikan, kondisi lingkungan, dan faktor genetik.
PENYULUHAN TENTANG MANAJEMEN PEMBENIHAN LELE (Clarias sp.) YANG MANDIRI, UNGGUL, DAN BERKELANJUTAN DI ADIPATI FARM, KECAMATAN LABUHAN RATU, KOTA BANDAR LAMPUNG Noor, Huriyatul Fitriyah; Jati, Ciptaning Weargo
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i3.3492

Abstract

Budidaya ikan air tawar di Bandar Lampung, terutama di Adipati Farm, mengalami tantangan dalam pembenihan ikan yang optimal. Penyuluhan diadakan untuk meningkatkan pemahaman pelaku budidaya terkait manajemen pembenihan yang efektif.Metode penyuluhan melibatkan pre-test, post-test, ceramah, diskusi, dan kunjungan lapangan. Materi meliputi manajemen pembenihan ikan, pengelolaan induk, teknik pemijahan, dan kesehatan ikan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta hingga 83%. Peserta aktif dan berpartisipasi, memberikan pertanyaan tentang masalah lapangan. Dialog interaktif memberikan wawasan tambahan terkait manajemen kesehatan ikan dan pengalaman risiko kegagalan budidaya. Berdasarkan data yang diperoleh, penyuluhan ini berhasil dalam meningkatkan pemahaman pelaku budidaya ikan, memberikan manfaat yang signifikan dalam menjaga kualitas dan kuantitas produksi yang berkelanjutan.
The Effect of Anredera cordifolia Extract towards Kidney Histopathological Features on Cyprinus carpio Infected by Aeromonas hydrophila Weargo Jati, Ciptaning; Noor, Huriyatul Fitriyah; Putriani, Rizha Bery
AGRITROPICA : Journal of Agricultural Sciences Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agritropica.7.1.86-92

Abstract

Favoured by Indonesian citizens, Cyprinus carpio production decreased over time due to diseases caused by Aeromonas hydrophila in the aquaculture process.  Antibiotics are often used to manage the disease on media, but they could cause resistance to the bacteria.  Herbs were used as the alternative for these antibiotics.  This experiment aimed to find the effect of Anredera cardifolia extract on the kidney histopathology of C. carpio infected by A. hydrophila.  The dosage used in this experiment was 200ppm, 400ppm, and 600ppm for each treatment with three repetitions.  There was also negative and positive control.  The bacteria density used for the positive control was 107 cells/ml.  After infection, kidney tissue was taken three days post-recovery.  Descriptive analysis was used to analyse the kidney histopathology, while to determine the level of the damage carried out by the bacteria, we used the scoring level.  This research showed that treating A. cordifolia affects the kidney histopathology of C. carpio infected by Aeromonas.  The damaged tissue found was necrosis, edema, and congestion.  The best dose used to improve the damaged kidney tissue on C. carpio was treatment B (400ppm), indicated by the scoring results for minor damage; the structure showed the tissue figure looked similar to the normal tissue.
Analisis histopatologi insang ikan belanak Mugil cephalus hasil tangkapan nelayan di Wilayah Bumi Dipasena Mulya, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung Noor, Huriyatul Fitriyah; Putriani, Rizha Bery; Viani, Dwi Okta; Fikriawan, Akmal
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 9 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2025.Vol.9.No.1.472

Abstract

This research was conducted in Bumi Dipasena Mulya, East Rawajitu District, Tulangbawang Regency, Lampung, which is known for its intensive farming and fishing activities, especially mullet fish. The research method used is experimental, by measuring physico-chemical parameters of waters including temperature, salinity, pH and dissolved oxygen (DO). The results of the study showed the average value of several histopathological indicators for mullet fish, namely endema on the gills (3), which indicates swelling of the gill tissue due to fluid accumulation in response to environmental stress, such as pollution. In addition, the necrosis value (1,08) reflects the death of cells in the gill tissue, which is caused by exposure to harmful substances, including heavy metals, which can damage gill function. Congestion (1,92) indicates a buildup of blood in the gill vasculature, associated with an inflammatory or stress response, which can disrupt blood and oxygen flow. These findings emphasize the importance of water quality management to maintain the health of aquatic biota.
EDUKASI USAHA PERIKANAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN IKAN YANG BAIK DAN BERKELANJUTAN PADA SISW Noor, Huriyatul Fitriyah; Jati, Ciptaning Weargo; Santoso, Limin
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v5i2.7487

Abstract

This community services program aimed to enhance the competencies of vocational high school students in sustainable aquaculture and fisheries entrepreneurship. The activity was carried out in January 2024 at SMK Negeri 6 Bandar Lampung, involving 10 students from diverse socioeconomic backgrounds. The program covered three core topics: sustainable aquaculture technology, fisheries business development, and fish health management. The implementation utilized a combination of lectures, interactive discussions, and hands-on practical sessions. To measure the effectiveness of knowledge transfer, pre-tests and post-tests were conducted. The results indicated substantial improvements in participants' understanding: comprehension of sustainable aquaculture increased from 2 to 9 participants, fisheries business development from 4 to 10, and fish health management from 3 to 9 participants. These findings suggest that participatory and practice-based learning approaches are highly effective in fostering applied knowledge and skills in the fisheries sector among vocational students.
EFEKTIFITAS VAKSIN INAKTIF Aeromonas salmonicida TERHADAP IKAN MAS Cyprinus carpio Noor, Huriyatul Fitriyah; Jati, Ciptaning Weargo
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Aeromonas salmonicida, merupakan bakteri penyebab ikan menderita pendarahan, lesi otot, radang usus, pembesaran limpa dan menyebabkan kematian pada populasi ikan mas. Penyakit ini sangat merugikan dalam budidaya ikan karena serangannya yang cepat dan dapat mematikan hewan budidaya dan menurunkan tingkat produksi, sehingga ikan yang terserang bakteri cukup parah harus segera dimusnahkan. Berdasarkan hal tersebut diperlukan pendekatan pencegahan yang lebih alami untuk penanggulangan penyakit yang disebabkan oleh bakteri A. salmonicida, salah satunya adalah dengan penggunaan vaksin. Penelitian ini menggunakan variabel bebas berupa perlakuan pemberian vaksin inaktif A. salmonicida dengan dosis A: 104sel/ml; B: 106sel/ml; C: 108sel/ml; D: 1010sel/ml dengan tiga kali ulangan, serta menggunakan dua kontrol pembanding yaitu kontrol negatif dan kontrol positif. Dengan parameter uji viabilitas, titer antibodi, gejala klinis, RPS (Relative Percent Survival) dan kualitas air. Pengujian titer antibodi, gejala klinis, RPS (Relative Percent Survival) dan kualitas air dilakukan setelah 1-14 hari dari uji tantang dan pemberian vaksin 1 dan 2 (booster). Penelitian ini menujukan peningkatan pada perlakuan C (108) berpengaruh paling tinggi dalam mencegah infeksi bakteri patogen A.salmonicida ditandai dengan peningkatan titer antibodi tertinggi dengan nilai vaksinasi 1 sebesar 2,107 dan meningkat menjadi 2,408 dengan nilai RPS terbesar 87,46% dan pada gejala klinis ikan mengalami penyembuhan setelah hari ke 8 - 14 setelah infeksi. Kata Kunci : Aeromonas salmonicida, Ikan, Vaksinasi. Abstract -Aeromonas salmonicida, is a bacterium that causes fish to suffer from bleeding, muscle lesions, enteritis, enlarged spleen and causes death in the carp population. This disease is very detrimental in fish farming because of its rapid attack and can kill farmed animals and reduce production rates, so fish attacked by severe bacteria must be destroyed immediately. Based on this, a more natural preventive approach is needed to overcome diseases caused by A. salmonicida bacteria, one of which is the use of vaccines. This study used free variables in the form of treatment of administering inactivated vaccine A. salmonicida with dose A: 104cells / ml; B: 106cells/ml; C: 108cells/ml; D: 10 10cells/ml with three repeats, and using two comparative controls, namely negative control and positive control. With test parameters of viability, antibody titers, clinical symptoms, RPS (Relative Percent Survival) and water quality. Testing of antibody titers, clinical symptoms, RPS (Relative Percent Survival) and water quality is carried out after 1-14 days of challenge trials and administration of vaccines 1 and 2 (booster). This study showed an increase in treatment C (108) had the highest effect in preventing infection with pathogenic bacteria A.salmonicida characterized by an increase in the highest antibody titer with a vaccination value of 1 of 2.107 and increased to 2.408 with the largest RPS value of 87.46% and in clinical symptoms fish experienced healing after days 8 - 14 after infection. Keywords : Aeromonas salmonicida, Fish, Vaccination.
KARAKTERISASI TINGKAT VIRULENSI BAKTERI Vibrio splendidus PADA KERANG MANILA (Ruditapes philippinarum) MENGGUNAKAN TES IN VITRO Jati, Ciptaning Weargo; Noor, Huriyatul Fitriyah; Putriani, Rizha Bery
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Vibrio splendidus merupakan penyebab terjadinya Brown Ring Disease (BRD) pada kerang manila, Ruditapes philippinarum. Bakteri yang diujikan didapat dari Laboratoire de Biotechnologie et Chimie Marines (LBCM), Prancis. Karakterisasi bakteri dilakukan dengan menggunakan tes in vitro. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat virulensi dai V. splendidus dengan menggunakan serangkaian tes in vitro pada kerang manila. Pada tes yang dilakukan, kami menemukan filopod pada hemosit kerang hilang, yang menandakan adanya sitotoksisitas. Untuk menghitungnya, beberapa tes flow cytometry seperti uji aderensi, fagositosis, dan reactive oxygen species (ROS) tes dilakukan. Dua jenis bakteri Vibrio tapetis digunakan untuk mebandingkan aktivitas keduanya. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa aktivitas Vibrio splendidus lebih rendah dari Vibrio tapetis dan kontrol negatif. Kata Kunci : Ruditapes philippinarum, Vibrio tapetis, In Vitro Abstract - Vibrio splendidus is the causative agent of Brown Ring Disease (BRD). This bacterium affects the manila clam, Ruditapes philippinarum. A strain of V. splendidus was obtained from LBCM. The bacterium was characterized its ability to form biofilms in vitro. This study was designed to evaluate the virulence of V. splendidus strain using in vitro assays to the R. philippinarum. In in vitro assay, we found clam hemocytes lose their filopods and become rounded, indicating cytotoxic activity of the bacteria. To quantify this cytotoxicity, several flow cytometry tests such as adherence test and phagocytosis test, and reactive oxygen species (ROS) were used. To compare the cytotoxicity degree, 2 bacteria strains of V. tapetis that pathogenic to bivalves and the mutant bacteria were tested. The results of this study showed that V. splendidus, showed lower cytotoxicity degree compared to Vibrio tapetis as positive control and comparet to the normal control. Keywords : Ruditapes philippinarum, Vibrio tapetis, In Vitro