Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Balance Score Card (BSC) dalam penerapan teaching Factory di politeknik atk Yogyakarta Abdullah, Sofwan Siddiq; Wijaya, Andi Rahadiyan
Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis Volume 2 No 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/benefit.v2i2.4401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengukuran kinerja organisasi dengan menerapkan model  Balanced Scorecard dimana item-item kuesionernya digali dan dikembangkan dari konsep Teaching Factory yang dilaksanakan pada Politeknik ATK Yogyakarta. Pengukuran kinerja tersebut melibatkan Dosen, Karyawan, Mahasiswa, Alumni dan Perusahaan (user) pengguna lulusan Politeknik ATK Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (research and development). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket, wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis statistic deskriptif kuantitatif  dan dengan menafsirkan hasil pengukuran menggunakan kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) berdasarkan analisis kebutuhan, diperlukannya sistem pengukuran kinerja yang handal, komprehensif, terukur, dan berimbang di ATK Yogyakarta, seperti pengukuran kinerja menggunakan model Balanced Scorecard yang perancangannya disesuaikan dan mengadopsi konsep Teaching Factory. (2) Ditinjau dari keempat aspek Balanced Score Card, Program Studi Teknik Pengolahan Kulit (TPK) memiliki rata-rata skor kinerja yang lebih baik dari Program Studi Teknologi Pengolahan Produk Kulit (TPPK). (3). Secara keseluruhan Program Studi TPK maupun TPPK memiliki kinerja yang masuk dalam kategori baik, sehingga  hal ini membuktikanbahwa kinerja organisasi Politeknik ATK Yogyakarta, berdasarkan 4 (empat) perspektif Balanced Scorecard dalam kondisi yang baik. (4) Hasil rata-rata skor Balanced ScorecardProgram Studi TPK dan Program Studi TPPK dibandingkan dengan data analisis 7 assessment parameter dalam implementasi Teaching Factory mendapatkan hasil akhir yang signifikan/sinergis.
FTIR-PCA analysis as an initial analysis to distinguish the origin of skin and leather Ragil Yuliatmo; R. Lukas Martindro Satrio Ari Wibowo; Wisnu Pambudi; Sofwan Siddiq Abdullah; Thoyib Rohman Hakim; Yuny Erwanto
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 37, No 1 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20543/mkkp.v37i1.6348

Abstract

Leather products are parts of daily fashion in Indonesia, such as bags, shoes, jackets, and gloves. Adulteration of raw materials for leather products can occur if there are no labels on these products. Various methods such as PCR, GC-MS, HPLC, and FTIR have been carried out to distinguish the origin of leather products. The FTIR method is known as an easy and inexpensive method to use. The objective of this study was to evaluate the capability of FTIR spectroscopy and Principle Component Analysis (PCA) for lipid identifcation and initial analysis to distinguish the original materials on leather products. Lipid extracts obtained from the various skin were scanned using an FTIR spectrophotometer at 4000–450 cm-1. It resulted in spectral differences in several wavenumbers (3000-2800 cm-1 and 1200-1000 cm-1). The same result is also found in lipid spectra from leather product extraction. The FTIR spectroscopy and PCA can differentiate pigskin and goatskin through specifc peaks in infrared spectra. This can be used as an initial analysis on determining the existence of skin adulteration in leather products. This study is prospective to be continued by chemometrics as quantitative analysis.
Pengembangan Balance Score Card (BSC) dalam penerapan teaching Factory di politeknik atk Yogyakarta Sofwan Siddiq Abdullah; Andi Rahadiyan Wijaya
Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis Volume 2 No 2 Desember 2017
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/benefit.v2i2.4401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengukuran kinerja organisasi dengan menerapkan model  Balanced Scorecard dimana item-item kuesionernya digali dan dikembangkan dari konsep Teaching Factory yang dilaksanakan pada Politeknik ATK Yogyakarta. Pengukuran kinerja tersebut melibatkan Dosen, Karyawan, Mahasiswa, Alumni dan Perusahaan (user) pengguna lulusan Politeknik ATK Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (research and development). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket, wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis statistic deskriptif kuantitatif  dan dengan menafsirkan hasil pengukuran menggunakan kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) berdasarkan analisis kebutuhan, diperlukannya sistem pengukuran kinerja yang handal, komprehensif, terukur, dan berimbang di ATK Yogyakarta, seperti pengukuran kinerja menggunakan model Balanced Scorecard yang perancangannya disesuaikan dan mengadopsi konsep Teaching Factory. (2) Ditinjau dari keempat aspek Balanced Score Card, Program Studi Teknik Pengolahan Kulit (TPK) memiliki rata-rata skor kinerja yang lebih baik dari Program Studi Teknologi Pengolahan Produk Kulit (TPPK). (3). Secara keseluruhan Program Studi TPK maupun TPPK memiliki kinerja yang masuk dalam kategori baik, sehingga  hal ini membuktikanbahwa kinerja organisasi Politeknik ATK Yogyakarta, berdasarkan 4 (empat) perspektif Balanced Scorecard dalam kondisi yang baik. (4) Hasil rata-rata skor Balanced ScorecardProgram Studi TPK dan Program Studi TPPK dibandingkan dengan data analisis 7 assessment parameter dalam implementasi Teaching Factory mendapatkan hasil akhir yang signifikan/sinergis.
Pelatihan Penyamakan Kulit Kelinci Berbulu kepada Peternak di Terminal Kelinci Bantul Rahmawati, Atiqa; Ajie, Baskoro; Robbika, Fadzkurisma; Wibowo, R. Lukas Martindro Satrio Ari; Yuliatmo, Ragil; Abdullah, Sofwan Siddiq; Ukhdiyati, Mustafidah
Sewagati Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i2.849

Abstract

Kulit kelinci merupakan salah satu limbah yag dihasilkan dari peternakan kelinci. Pada umumnya kulit kelinci dimanfaatkan untuk pakan ternak, dan kulit yang sudah hampir membusuk dibuang ke badan air. Pemanfaatan kulit kelinci dapat dilakukan dengan menyamak kulit baik dengan bulu atau tanpa bulu. Pemanfaatan kulit kelinci dengan metode penyamakan dapat meningkatkan nilai jual kulit kelinci. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu untuk memberikan pengetahuan kepada peternak kelinci dalam memanfaatkan kulit kelinci sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan kulit kelinci mentah. Metode kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dimulai dengan observasi masalah, melakukan FGD dengan stakeholder, perumusan solusi dengan tim pengabdian, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan kegiatan, dan pelaporan kegiatan. Kegiatan pengabdian yaitu penyamakan kulit kelinci beserta bulunya dengan menggunakan bahan penyamak kromium dan aldehid. Hasil kegiatan program pengabdian yaitu kulit kelinci samak bulu yang dengan suhu kerut 85oC, mempunyai pegangan lemas dan bulu tidak mudah rontok. Sedangkan hasil evaluasi instruktur mempunyai rata-rata keseluruhan dari tiap aspek sebesar 83,8 (skala 0-100) dan evaluasi kegiatan mempunyai rata-rata keseluruhan dari tiap aspek sebesar 4,34 (skala 0-5). Kegiatan pengabdian diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi peternak kelinci sehingga dapat memanfaatkan kulit kelinci menjadi produk yang lebih mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Pelatihan Pengawetan dan Pembuatan Kulit Perkamen untuk Pemanfaatan Kulit Kelinci pada Perkumpulan Peternak Kelinci Bantul Rahmawati, Atiqa; Ajie, Baskoro; Wibowo, R. Lukas Martindro Satrio Ari; Yuliatmo, Ragil; Wulandari, Dwi; Abdullah, Sofwan Siddiq; Darmawati, Entien
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 6, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v6i2.64293

Abstract

Training on Preservation and Parchment Skins Making for Utilization of Rabbit Skins at Bantul Rabbit Breeders Group. The waste product of rabbit breeders includes rabbit skin. Most rabbit breeders require assistance in processing and utilizing rabbit skin waste. This activity aims to help rabbit breeders get more skilled at recognizing the potential of rabbit skins and developing products from them. Due to this, rabbit skin may have a higher commercial worth. The method used in this activity is participatory counseling, which involves the participants directly in the training activities. The activity is accomplished in three steps: collaboration with the rabbit breeders' group and the neighborhood's head; implementation of the rabbit breeders' training program; and evaluation. The activity results showed that the participants were enthusiastic, interested and provided favorable comments throughout the program. The evaluation results have shown that the instructors scored 85,62 on a scale of 0 to 100 for their performance. This condition shows that the participants can well receive the delivery of material by the instructor. In the evaluation of the organizers as a whole, they got an average of 4.05 (scale 0–5). The results of the average pretest and posttest scores increased from 68 to 77, or around 13.24% of the value. The materials provided throughout training are helpful for rabbit breeders in terms of maintaining rabbit skin and employing rabbit skin in the production of parchment skin.