Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Konsistensi Tanah Akibat Dari Penambahan Semen Dan Abu Sekam Padi Frederik Irsan Delu; Oktavianty Batto'; Desi Sandy; Lisa Febriani; Pebrinar Riani Sangle
Jurnal Teknik AMATA Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v7i1.354

Abstract

Konsistensi tanah merupakan salah satu sifat fisik penting dalam rekayasa geoteknik yang dievaluasi melalui batas-batas Atterberg, yaitu batas cair (LL), batas plastis (PL), dan indeks plastisitas (PI). Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh penambahan semen Portland (OPC) dan abu sekam padi (RHA) terhadap konsistensi tanah melalui pengujian batas Atterberg. Sampel tanah diambil dari lokasi Rante Balla dan distabilisasi menggunakan kadar semen tetap sebesar 2% yang dikombinasikan dengan variasi abu sekam padi sebesar 4%, 8%, dan 12% dari berat kering tanah, dengan tanah tanpa perlakuan sebagai kontrol. Pengujian dilakukan mengacu pada standar ASTM D4318 untuk menentukan batas cair, batas plastis, batas susut, dan indeks plastisitas, kemudian hasilnya dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan berdasarkan persentase perubahan relatif terhadap tanah asli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah asli memiliki batas cair 40,29%, batas plastis 17,41%, dan indeks plastisitas 22,88%. Setelah stabilisasi, batas cair meningkat sedikit hingga 42,20%, sedangkan batas plastis meningkat lebih signifikan hingga 23,80%, sehingga indeks plastisitas menurun menjadi berkisar antara 18,20%–19,92%. Penurunan indeks plastisitas terbesar terjadi pada campuran 2% semen dan 4% abu sekam padi, yaitu sekitar 20,5% dibandingkan tanah asli, sehingga campuran ini merupakan campuran optimal dalam penelitian ini. Hasil ini mengindikasikan bahwa kombinasi semen dan abu sekam padi efektif menurunkan plastisitas tanah dan meningkatkan konsistensinya, sekaligus menawarkan alternatif stabilisasi tanah yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya untuk aplikasi geoteknik dan perkerasan jalan.
Penentuan Bahaya Longsor Berdasarkan Pedoman Penilaian Tingkat Risiko Lereng Jalan (Ruas Waipia-Saleman) Pebrinar Riani Sangle; Irwan Lie Keng Wong; Lisa Febriani
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 7 No 1 (2026): Agustus 2026
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v7i1.1020

Abstract

Landslides are one of the most frequent geological disasters in Indonesia, leading to significant losses to infrastructure and the economy, especially in areas with particularly steep topography, such as Seram Island, Central Maluku. The island is susceptible to landslides due to a combination of natural factors such as high, heavy rainfall, mountainous topography, and seismic activity, as well as anthropogenic factors such as deforestation and agricultural activities on slopes. The objective of this study is to evaluate the landslide hazard in Seram Island (Waipia-Saleman Section) by identifying high-risk areas using the 2018 road slope assessment guidelines. From the analysis result along the Waipia-Saleman section, it was found that there were 6 points with very high potential for landslide, 1 point with a high potential for landslide, 4 points with medium potential for landslide, and 2 points with low potential for landslide. Mitigation recommendations at 6 spots with very high potential slopes were made to reconstruct the slopes. Instrument installation and rehabilitation were conducted at 1 spot with a high potential slope. At the 4 spots with medium potential slopes, rehabilitation was recommended as the mitigation, while the 2 spots with low potential slopes were assigned periodic maintenance.
Pelatihan Pembuatan Bata Ringan Untung Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di Kelurahan Talion, Tana Toraja Lisa Febriani; Desi Sandy; Karel Tikupadang; Pebrinar Riani Sangle; Sindy Banna’ Pilo; Yeryel Enrigue
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2433

Abstract

Ketersediaan sumber daya alam lokal, seperti pasir Sungai Maulu di Kelurahan Talion, Kabupaten Tana Toraja, memberikan potensi besar untuk mendukung pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Namun, kurangnya keterampilan dalam pengelolaan sumber daya tersebut menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memproduksi bata ringan berbasis sumber daya lokal melalui pelatihan berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatoris, melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari sosialisasi hingga evaluasi hasil pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan bahan lokal, seperti pasir Sungai Maulu dan limbah sekam padi, untuk memproduksi bata ringan yang memenuhi standar SNI 8640:2018. Selain itu, pelatihan ini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan usaha kecil berbasis produksi bata ringan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa model pelatihan berbasis komunitas dapat menjadi solusi efektif untuk mendukung pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di daerah lain dengan potensi sumber daya serupa.
Studi Karakteristik Beton Porous Dengan Menggunakan Agregat Sungai Maulu Suryanti Rapang Tonapa; Lisa Febriani; Desi Sandy; Pebrinar Riani Sangle; Abigail Mangiri Massolo
Jurnal Karajata Engineering Vol. 6 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v6i2.4278

Abstract

Local aggregate management in a region must be optimized by considering the need for materials that provide sustainable green solutions. Materials sourced from the Maulu River have not been widely explored scientifically and optimally utilized in concrete technology. This research offers novelty through the use of local aggregates originating from the Maulu River as a constituent material for porous concrete and an analysis of the relationship between aggregate characteristics and the physical and mechanical properties of concrete, including pore volume, permeability, and compressive strength. By setting the aggregate dimension number 8, which is in the range of 2.38 mm to 9.5 mm. This study aims to identify the characteristics of porous concrete based on the constituent materials from the Maulu River in Tana Toraja Regency. The duration of the research, which took place from October to December 2024, by applying the ACI 522R-10 porous concrete mix planning, as well as analyzing the characteristics of porous concrete such as pore volume, permeability, and compressive strength. The results of the study showed that the average void ratio was 18.453%, the average permeability was 5.964 mm/second and the average compressive strength at the ages of 7, 21, and 28 days was 6.04 MPa, 7.30 MPa, and 8.32 MPa. By referring to the qualified characteristics, the results of this study are expected to provide a sustainable green connectivity solution for the people of the Sungai Maulu area.
ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA PENANGANAN LONGSORAN DI RUAS MARUNI-ORANSBARI PAPUA BARAT KM 48+600 Pebrinar Riani Sangle; Frederik Irsan Delu
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 4 No. 01 (2025): Maret 2025
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/sostekam.v4i1.02

Abstract

Kondisi tanah yang tidak stabil dapat menyebabkan berbagai kerusakan seperti tanah longsor. Tanah longsor yang terjadi di Ruas Maruni – Oransbari Km 48+600 yang mengakibatkan tergerusnya lereng dan badan jalan, sehingga kondisi jalan tidak lancar dan menimbulkan gangguan terhadap transportasi antara kota Sorong dengan kabupaten Bintuni. Dari hasil survey penyebab terjadinya longsoran adalah Sudut kemiringan lereng yang curam (>450) dengan ketinggian lereng antara 30-35 m, permukaan lereng berupa lanau kepasiran sedikit berbatu dengan kondisi lepas. Kondisi lereng pada awalnya mengalami keretakan di permukaan lereng atas yang menjadi jalan air merembes sehingga menyebabkan penjenuhan pada material lereng, yang semakin meluas dan mendalam seiring waktu (didukung juga oleh adanya bidang basah pada bukaan permukaan bidang longsor). Sehingga dibutuhkan penanganan untuk mencegah terjadinya longsoran dengan menggunakan geotextile sebagai bahan perkuatan. Dari hasil analisis menggunakan program Plaxis kondisi lereng sebelum diberi perkuatan memiliki faktor keamanan 0,79 dan setelah diberi perkuatan dengan geotextile faktor keamanan berubah menjadi 1,79. Sehingga dengan menggunakan perkuatan geotextile dapat memberi solusi untuk memperkuat kestabilan lereng.
ANALYSIS OF GREEN TIME SEQUENCING AND OPTIMIZATION AT THE SIGNALIZED INTERSECTION OF JALAN W.R. SUPRATMAN–JALAN HASANUDDIN, TIMIKA CITY Frederik Irsan Delu; Pebrinar Riani Sangle; Monalisa Bumbungan
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 5 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22038275

Abstract

Traffic performance at signalized intersections is strongly influenced by road geometry, traffic volume, and signal timing, particularly in urban transportation systems that frequently experience congestion and signal violations. This study analyzes the relationship between traffic capacity (passenger car unit per hour) and green time, and evaluates the sequence and duration of green time at the signalized intersection of Jalan Hasanuddin and Jalan W.R. Supratman in Timika City, Central Papua Province, Indonesia. Although the intersection is equipped with a traffic light control system (APILL), red-light running violations still frequently occur and increase the potential for traffic accidents. Field data on traffic volume, geometric conditions, and signal timing were collected through direct observation and analyzed using the Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI 1997), supported by a review of recent international literature on signalized intersection performance, mixed motorcycle traffic behavior, and traffic signal optimization. The analysis reveals a nonlinear quadratic relationship between traffic capacity and green time, expressed as y = 1.165x2 − 9.2824x + 19.137, with a coefficient of determination (R2) of 0.9098, indicating a high level of model fit. Green time requirements decrease as capacity increases up to an optimal point, while lower capacities require longer green time due to less stable traffic flow. These findings support volume-responsive green time allocation as a strategy to improve intersection performance and reduce red-light violations.