Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Effectiveness of a Combination of Lavender Aromatherapy and Sleep Hygiene in Improving Sleep Quality in Patients with Diabetes Mellitus: A Quasi Experimental Study Widyastuti, Yuli; Rayasari, Fitrian; Anggareni, Dewi; Jumaiyah, Wati; Indraswati, Ita
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v18i1.8241

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is often accompanied by sleep disturbances that can worsen glycemic control and increase the risk of complications. The combination of lavender aromatherapy and sleep hygiene is a non-pharmacological intervention that can potentially improve sleep quality in T2DM patients. This study aims to evaluate the effectiveness of lavender aromatherapy and sleep hygiene in improving sleep quality in T2DM patients. The study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach. The sample consisted of 15 inpatients with T2DM at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital, who were selected using an accidental sampling method. Interventions included lavender aromatherapy inhalation and sleep hygiene implementation, including ablution, prayer, sleeping position, and lighting. Data were analyzed using paired t-tests to see changes in Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) scores before and after the intervention. The mean PSQI score of the patients decreased significantly from 8.67 before the intervention to 5.40 after the intervention (p=0.001), indicating a significant improvement in sleep quality. The combination of lavender aromatherapy and sleep hygiene effectively improves sleep quality in T2DM patients. This intervention can be adopted in nursing practice to manage sleep disorders holistically.
Efektivitas Kombinasi Aromaterapi Lavender dan Sleep Hygiene terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus: Kuasi-Eksperimental Widyastuti, Yuli; Indraswati, Ita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan kondisi kesehatan kronis yang semakin meningkat dan sering kali disertai gangguan tidur, yang berpengaruh pada pengendalian gula darah. Intervensi non-farmakologis seperti aromaterapi lavender dan praktik kebersihan tidur dapat membantu memperbaiki kualitas tidur serta menurunkan kadar gula darah. Penelitian bertujuan untuk menilai efektivitas kombinasi aromaterapi lavender dan kebersihan tidur dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 15 pasien rawat inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping menjalani intervensi kombinasi aromaterapi lavender dan kebersihan tidur selama 12 malam berturut-turut. Kadar gula darah diukur sebelum dan setelah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan signifikan kadar gula darah dari rata-rata 296,40 mg/dL menjadi 202,93 mg/dL setelah intervensi (p = 0,000). Perpaduan aromaterapi lavender dan praktik kebersihan tidur terbukti efektif menurunkan kadar gula darah dan dapat dijadikan pendekatan non-farmakologis dalam pengelolaan pasien diabetes melitus tipe 2.
Effectiveness Of Massage Therapy On Fatigue In Cancer Patients Undergoing Chemotherapy: Scoping Review Indraswati, Ita; Septiyan, Raditya Bagus; Matchaya, Pasikorn; Finch, Rosie
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 17 No. 1 (2024): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v17i1.3817

Abstract

Cancer patients undergoing chemotherapy have side effects. Side effects felt by cancer patients undergoing chemotherapy include nausea and vomiting, diarrhea, constipation, bone marrow damage, peripheral neuropathy, alopecia, pain and fatigue. Fatigue is a condition that occurs in patients because the bone marrow stops producing red blood cells during the chemotherapy process. Fatigue can be severe when patients experience pain, depression and lack of sleep. Fatigue management can be done with non-pharmacological therapy, one of the therapy is massage therapy. Massage therapy can be a manual stimulation of tissues in the body to improve blood circulation, relax muscles, reduce pain and fatigue, and improve sleep quality. Massage therapy can overcome anxiety and reduce fatigue significantly. This study aims to determine the effect of massage therapy on fatigue in cancer patients undergoing chemotherapy. The researchers used several databases such as Pubmed and Science direct. A total of 9 articles were analyzed. In the article there are several massage therapy interventions used to overcome fatigue in cancer patients including accupressure, reflexology, thai massage, back massage, progressive muscle relaxation. Based on several journals that have been analyzed, it can be concluded that the provision of massage therapy interventions can reduce the level of fatigue in cancer patients.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi: Relationship Between Family Support and Levels of Anxiety in Pre-Operative Patients Roni, Muhammad; Indraswati, Ita; Sarifah, Siti; Purwaningsih, Heni; Sari, Anggi Luckita
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2026): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v8i2.2653

Abstract

Surgery is a medical procedure aimed at repairing a specific part of the body that is experiencing problems. Surgical procedures can affect patients psychologically. Patients often experience excessive anxiety before entering the operating room. High levels of anxiety can cause discomfort that affects the physical and mental condition of patients. Therefore, to overcome preoperative anxiety, an effective strategy is needed, namely through family support. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and the level of preoperative anxiety in patients. This was a correlational study with a sample of 81 patients who underwent surgery at PKU 'Aisyiyah Boyolali Hospital. The sampling technique used was purposive sampling. The research instruments used were questionnaires on family support and anxiety. Data analysis was performed using the Spearman Rank test. The results of the Spearman rank test analysis showed r 0.415 with a p-value of 0.00 < 0.05, indicating that Ha was accepted, r 0.415, thus showing a significant relationship between family support and the level of anxiety in preoperative patients at PKU Aisyiyah Hospital in Boyolali. Keywords:          Family Support, Preoperative Patient Anxiety Level   Abstrak Pembedahan adalah prosedur medis bertujuan memperbaiki bagian tertentu yang mengalami masalah. Tindakan pembedahan dapat mempengaruhi psikologis pasien, Pasien sering cemas berlebihan sebelum menuju ruang operasi. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang mempengaruhi kondisi fisik dan mental pasien. Oleh karena itu, untuk mengatasi kecemasan pre operasi diperlukan strategi yang efektif yaitu melalui dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi. Desain penelitian korelasional, sampel penelitian ini adalah 81 pasien yang dilakukan tindakan operasi di Rumah Sakit PKU ‘Aisyiyah Boyolali. Teknik pengambilan sample dengan purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kecemasan. Analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil analisa uji statistic spearman rank  r 0.415 dengan p value 0,00 < 0,05 menunjukkan Ha diterima, r 0,415 sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali. Kata Kunci:         Dukungan Keluarga, Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi
Hubungan Antara Tekanan Darah Dengan Kejadian PONV Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi Nabila; Indraswati, Ita; Enikmawati, Anik; Wardhani, Ika Kusuma
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 3 No 1 (2026): MJS (Juli 2026)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70605/edn6wc05

Abstract

LATAR BELAKANG: Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi setelah spinal anestesi dan dapat berdampak negatif terhadap proses pemulihan pascaoperasi. Perubahan hemodinamik, khususnya perubahan tekanan darah akibat blokade simpatis selama spinal anestesi, diketahui menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya PONV. Namun, bukti mengenai hubungan tekanan darah dengan kejadian PONV pada berbagai populasi pasien bedah masih terbatas. TUJUAN: Mengetahui hubungan antara tekanan darah dengan kejadian Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) pada pasien pasca spinal anestesi. METODE: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kardinah Kota Tegal pada Februari–April 2026. Sebanyak 45 pasien operasi elektif yang menjalani spinal anestesi dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tekanan darah diukur lima menit setelah pemberian spinal anestesi, sedangkan kejadian PONV dinilai di ruang pemulihan menggunakan skor Gordon. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rho dengan tingkat signifikansi 0,05. HASIL: Dari 45 responden, sebanyak 25 pasien (55,6%) mengalami hipotensi, 15 pasien (33,3%) mengalami hipertensi, dan 5 pasien (11,1%) memiliki tekanan darah normal setelah spinal anestesi. Kejadian PONV ditemukan pada 32 pasien (71,1%). Hasil analisis Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tekanan darah dengan kejadian PONV (r = 0,637; p = 0,000). Pasien yang mengalami hipotensi memiliki proporsi kejadian PONV tertinggi, yaitu sebesar 96%. KESIMPULAN: Terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan darah dengan kejadian PONV pada pasien pasca spinal anestesi. Identifikasi dini dan penatalaksanaan perubahan tekanan darah secara tepat berpotensi menurunkan angka kejadian PONV serta meningkatkan kualitas pemulihan pascaoperasi. Kata Kunci: Tekanan Darah, Mual dan Muntah Pascaoperasi, PONV, Spinal Anestesi, Perubahan Hemodinamik
Promosi Kesehatan mengenai Bahaya Junk Food terhadap Kesehatan pada Remaja Diva Aulia Wafa; Muhammad Darwish Buchaira; Nadia Anjilni Putri; Wulan Saputri Rasyid; Syahria Ulayya Asjad; Nevia Zulfatunnisa; Yuli Widyastuti; Ita Indraswati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penyuluhan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/i SMA Muhammadiyah 2 Surakarta mengenai bahaya konsumsi junk food dan kaitannya dengan risiko penyakit diabetes tipe 2. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2024 dengan metode ceramah interaktif yang didukung oleh media PowerPoint dan poster. Sebanyak 236 siswa/i dari kelas X hingga XII menjadi peserta dalam kegiatan ini. Untuk mengetahui efektivitas penyuluhan, dilakukan pre-test dan post-test terhadap 222 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai sebesar 9,84 poin atau 14,51% setelah penyuluhan, yang menandakan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan pengelolaan yang baik dan transparan dalam hal keuangan maupun pelaksanaan. Meskipun terdapat beberapa kendala teknis seperti keterbatasan waktu dan fasilitas, penyuluhan tetap memberikan dampak positif dan diharapkan dapat menjadi model untuk kegiatan serupa di masa mendatang.
Gerakan Masyarakat Sehat: Pencegahan Hipertensi berbasis Penerapan Pola Hidup Sehat di Desa Ngombakan Sukoharjo Ita Indraswati; Diyah Ayu Larasati; Fadilla Finata Anjunisa Rahma; Anes Faradika; Diouf Arrizqi Sahal Akbar; Siti Nur Hidayah; Retna Puspita Sari
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.610

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, seringkali tanpa gejala awal yang jelas sehingga dijuluki "silent killer". Prevalensi hipertensi yang tinggi, terutama pada kelompok usia produktif dan lansia, memerlukan intervensi serius untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Ngombakan, Kabupaten Sukoharjo, tentang pentingnya pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan edukatif partisipatif meliputi penyuluhan kesehatan interaktif, pengukuran tekanan darah gratis, dan diskusi terbuka mengenai faktor risiko serta penanganan hipertensi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 3 Juni 2025 yang dihadiri sejumlah 52 orang. Pelaksanaan kegiatan berupa focus group of discussion untuk penentuan prioritas dan solusi program kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, serta observasi partisipasi aktif selama sesi diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang definisi hipertensi, gejala, penyebab, dan cara pencegahannya melalui diet seimbang, aktivitas fisik teratur, pengelolaan stres, serta pembatasan asupan garam. Data post-test menunjukkan rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat sebesar 40% dibandingkan pre-test. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi tanya jawab dan komitmen untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi tanya jawab dan komitmen untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, program ini dapat berkontribusi pada penurunan angka kejadian hipertensi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Desa Ngombakan secara berkelanjutan.
Gerakan Masyarakat Sehat: Pencegahan Hipertensi berbasis Penerapan Pola Hidup Sehat di Desa Ngombakan Sukoharjo Ita Indraswati; Diyah Ayu Larasati; Fadilla Finata Anjunisa Rahma; Anes Faradika; Diouf Arrizqi Sahal Akbar; Siti Nur Hidayah; Retna Puspita Sari
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.610

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, seringkali tanpa gejala awal yang jelas sehingga dijuluki "silent killer". Prevalensi hipertensi yang tinggi, terutama pada kelompok usia produktif dan lansia, memerlukan intervensi serius untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Ngombakan, Kabupaten Sukoharjo, tentang pentingnya pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan edukatif partisipatif meliputi penyuluhan kesehatan interaktif, pengukuran tekanan darah gratis, dan diskusi terbuka mengenai faktor risiko serta penanganan hipertensi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 3 Juni 2025 yang dihadiri sejumlah 52 orang. Pelaksanaan kegiatan berupa focus group of discussion untuk penentuan prioritas dan solusi program kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, serta observasi partisipasi aktif selama sesi diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang definisi hipertensi, gejala, penyebab, dan cara pencegahannya melalui diet seimbang, aktivitas fisik teratur, pengelolaan stres, serta pembatasan asupan garam. Data post-test menunjukkan rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat sebesar 40% dibandingkan pre-test. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi tanya jawab dan komitmen untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi tanya jawab dan komitmen untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, program ini dapat berkontribusi pada penurunan angka kejadian hipertensi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Desa Ngombakan secara berkelanjutan.
Butterfly Hug and Music Therapy for Preoperative Anxiety in Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Patients: A Case Study Oktavia Murry Armanda; Ita Indraswati; Y Bambang Dwi Atmoko; Ika Kusuma Wardani
KIAN JOURNAL Vol 5 No 2 (2026): KIAN JOURNAL (September 2026)
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kian.v5i2.1016

Abstract

Introduction: Preoperative anxiety is commonly experienced by patients undergoing surgery and may be related to concerns about anesthesia, surgical outcomes, postoperative pain, and possible complications. Non-pharmacological nursing interventions such as the Butterfly Hug technique and music therapy may provide relaxation and emotional support before surgery. Objective: This case study aimed to describe the application of a combination of the Butterfly Hug technique and music therapy and the observed changes in preoperative anxiety among patients with benign prostatic hyperplasia (BPH) undergoing transurethral resection of the prostate (TURP). Method: A descriptive case study was conducted in the Central Operating Theater of Surakarta Central General Hospital. Three male patients with BPH who were scheduled for TURP under spinal anesthesia and experienced preoperative anxiety were selected purposively. Anxiety was assessed before and after a single 10–15-minute session using the Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Changes in blood pressure, pulse rate, and observable behavioral responses were also documented. Result: APAIS scores decreased in all three cases. Mr. J's score decreased from 24 to 14, Mr. S's from 23 to 15, and Mr. H's from 22 to 12. Before the intervention, all three patients were categorized as having severe anxiety. After the intervention, two patients were categorized as having moderate anxiety and one as having mild anxiety. The patients also appeared calmer, showed less facial tension, maintained better eye contact, and asked fewer repeated questions about the procedure. Conclusion: The combination of the Butterfly Hug technique and music therapy was associated with an observed reduction in preoperative anxiety across the three cases. These preliminary findings suggest that the combination may be a feasible non-pharmacological nursing approach for supporting patients with preoperative anxiety; however, the findings cannot establish a causal effect and are not generalizable beyond the cases presented
Application of Blanket Warmer to Increase Body Temperature in Post-Cesarean Hypothermia: A Case Study Rabiatul Adawiya; Ita Indraswati; Y Bambang Dwi Atmoko
KIAN JOURNAL Vol 5 No 2 (2026): KIAN JOURNAL (September 2026)
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kian.v5i2.1029

Abstract

Introduction: Postoperative hypothermia is a common complication caused by the effects of anesthesia, low operating room temperature, and impaired thermoregulation. Untreated hypothermia may increase the risk of shivering, bleeding, surgical site infection, delayed wound healing, and prolonged recovery. One of the non-pharmacological nursing interventions used to manage postoperative hypothermia is the application of a blanket warmer. Objective: To describe the application of a blanket warmer in increasing body temperature among postoperative hypothermic patients in the recovery room of the Central Surgical Installation. Method: This Final Nursing Scientific Project employed a descriptive case study, without a comparison group, involving three postoperative patients with hypothermia in the recovery room. A blanket warmer set at 38°C was applied for 20 minutes. Body temperature was measured before and after the intervention using a digital thermometer, and changes in body temperature were evaluated. Result: All patients showed an increase in body temperature following the intervention, from 35.0°C to 36.1°C in the first case, from 33.6°C to 35.8°C in the second case, and from 35.2°C to 36.0°C in the third case. All patients also reported reduced shivering and cold sensation, resulting in improved comfort during recovery. Conclusion: The application of a blanket warmer for 20 minutes was associated with an increase in body temperature and a reduction in shivering and cold sensation among the postoperative hypothermic patients observed. As this descriptive case study did not include a comparison group, these findings are preliminary; controlled studies with larger samples are needed before the intervention can be recommended as standard practice