Enggardipta, Raras Ajeng
Departemen Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efek eugenol terhadap jumlah sel inflamasi pada pulpa gigi molar tikus Sprague Dawley Raras Ajeng Enggardipta; Tetiana Haniastuti; Juni Handajani
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 2, No 2 (2016): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3245.41 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.8730

Abstract

Inflammatory cells infiltration after eugenol administration in Sprague Dawley rat’s molars. The purpose of this study was to determine effect of eugenol on inflammatory cells infiltration (neutrophils, macrophages and lymphocytes) in the inflamed dental pulp. Thirty male Sprague Dawley rats aged 3-4 months and weighed 300-350 g were randomly divided into 2 groups: treated and control groups. Rats were injected with ketamine HCl i.m. (0.1 ml/100 grams BW) before cavity preparation at occlusal surface of the upper molars. Cavity preparation was made using a round bur No.010 to pulp perforation. At the cavity base of treated group, 15 rats were given eugenol and of control group 15 rats were given aquadest, before filled with temporary filling. Three rats from each group were sacrificed at 1, 3, 5, 7 and 14 days after the cavity preparation. Rats were injected with ketamine HCl im (0.1 ml / 100 g BW) on the thigh then tissues were collected for histological process and stained using haematoxylin eosin. The number of inflammatory cells (neutrophils, macrophages and lymphocytes) was analysed by Two-Way Anova. The result of the study showed number of inflammatory cells infiltration of treated group was lower than control and showed significant differences between groups (p <0.05). The conclusion from this study is eugenol administration in Sprague Dawley rats’s inflamed dental pulp can reduce the number of inflammatory cells (neutrophils, macrophages and lymphocytes).ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh eugenol terhadap jumlah sel inflamasi (netrofil, makrofag dan limfosit) pada pulpa gigi terinflamasi. Tiga puluh ekor tikus Sprague Dawley jantan berumur  3-4 bulan dengan berat badan 300-350 g dibagi secara acak dalam 2 kelompok yaitu perlakuan dan kontrol. Tikus diinjeksi ketamine HCl i.m. (0,1 ml/100 gram BB) sebelum dilakukan preparasi kavitas pada permukaan oklusal gigi molar satu rahang atas. Preparasi kavitas dibuat dengan menggunakan bur bulat No.010 hingga kedalaman pulpa. Pada dasar kavitas kelompok perlakuan (15 ekor) diberi eugenol dan kelompok kontrol (15 ekor) diberi akuades, kemudian kavitas ditumpat sementara. Tiga ekor tikus dari masing-masing kelompok dikorbankan pada 1, 3, 5, 7 dan 14 hari pasca preparasi kavitas. Tikus diinjeksi ketamine HCl i.m. (0,1 ml/100 gram BB) pada paha kemudian jaringan diambil, diproses secara histologis dan dicat dengan hematoxylin eosin. Data jumlah sel inflamasi (netrofil, makrofag dan limfosit) dianalisis dengan Two Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah infiltrasi sel inflamasi kelompok perlakuan lebih rendah dibandingkan kontrol dan berbeda bermakna (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian eugenol pada pulpa gigi tikus Sprague Dawley yang mengalami inflamasi dapat menurunkan jumlah sel inflamasi (netrofil, makrofag dan limfosit).
Apical sealing ability of chitosan nanoparticles in epoxy-resin-based endodontic sealer Raras Ajeng Enggardipta; Raphael Tri Endra Untara; Pribadi Santosa; Aqilla Tiara Kartikaningtyas; Andina Widyastuti; Diatri Nari Ratih
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 5, No 2 (2019): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/majkedgiind.40995

Abstract

A good sealing ability of apical part of root canal system is needed to prevent microleakage thus resulting long-lasting successful treatment. Chitosan nanoparticles as nanofillers could be added to epoxy resin sealer to increase adaptation to dentinal wall. The purpose of this study was to evaluate the apical sealing ability of chitosan nanoparticles addition to epoxy-resin-based sealer. Thirty mandibular premolars were used in this study. The root canals were prepared using rotary files up to #30/0.09. The canal was irrigated with 2.5% NaOCl and 17% EDTA, then was rinsed with sterile water. All teeth were randomly divided into 3 groups (n=10). Group I was obturated with gutta-percha, Group II was obturated with gutta-percha and epoxy resin sealer, group III was obturated with gutta-percha and epoxy resin sealer that was added with chitosan nanoparticles. All specimens were stored in an incubator for 7 days at 37 °C. After that, specimens were tested with centrifuging dye penetration method with methylene blue 2% solution. The specimens were longitudinally sectioned, observed under stereomicroscope (8x magnification) and measured in millimeters (mm). The data were analyzed using one-way Anova. The results of one-way Anova showed that dye penetration in apical part of the root canal in all groups was statistically significant difference. The addition of chitosan nanoparticles to epoxy resin sealer increases the apical sealing ability of root canal obturation material.
Pengaruh pasta gigi fluorida dan low-abrasive fluoridated terhadap kekasaran permukaan gigi pasca home bleaching karbamid peroksida 20% Andina Widyastuti; Pribadi Santosa; Heribertus Dedy Kusuma Yulianto; Margareta Rinastiti; Raras Ajeng Enggardipta; Novia Sari Sulistyo
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.77047

Abstract

Bleaching merupakan prosedur pemutihan gigi yang pada saat ini banyak diminati oleh masyarakat. Salah satu efek bleaching adalah terjadinya peningkatan porusitas email sehingga gigi lebih rentan terhadap terjadinya karies. Remineralisasi diperlukan untuk meningkatkan kekerasan email, salah satunya dengan pemberian pasta gigi. Terdapat beberapa jenis pasta gigi yang beredar di pasaran, namun belum diketahui pasta gigi manakah yang terbaikuntuk digunakan pada pasien pasca bleaching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pasta gigi fluorida dan pasta gigi low-abrasive fluoridated terhadap karakteristik permukaan gigi pasca aplikasi home bleaching menggunakan karbamid peroksida 20%. Penelitian ini menggunakan spesimen berupa 20 gigi premolar rahang atas yang sudah dilakukan ekstraksi, kemudian diberi perlakuan penyikatan dengan akuades, pasta giginonfluorida, pasta gigi fluorida, dan pasta gigi low-abrasive fluoridated. Uji kekasaran permukaan dilakukan sebelum bleaching, setelah bleaching, serta penyikatan setelah bleaching. Hasil uji ANAVA dua jalur menunjukkan nilai p < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok perlakuan penyikatan gigi dan kelompok waktu pengujian kekasaran permukaan. Uji post-hoc multiple comparison test LSD menghasilkan terdapat perbedaaan kekasaran permukaan gigi yang bermakna antara kelompok penyikatan gigi dengan pasta gigi fluorida dan pastagigi low-abrasive fluoridated. Proses bleaching pada penelitian ini menunjukkan peningkatan kekasaran permukaan email gigi secara signifikan. Perlakuan penyikatan gigi menurunkan kekasaran permukaan email secara bermakna. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa proses penyikatan dengan pasta gigi pasca bleaching dapat mengembalikan kondisi kekasaran permukaan email yang mendekati saat sebelum dilakukan bleaching.Penggunaan pasta gigi fluorida dan pasta gigi low-abrasive fluoridated direkomendasikan untuk digunakan pada pasien pasca perawatan bleaching.
Single visit root canal treatment of a third lower molar with curved canal and Class II disto-occlusal caries: Case report Tsanie, Maria Latifa; Junaidi, Achmad; Kristanti, Yulita; Nugraheni, Tunjung; Untara, Tri Endra; Santosa, Pribadi; Enggardipta, Raras Ajeng
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 37, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v37i1.58361

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Root canal treatment (RCT) of mandibular third molars is often considered challenging due to anatomical variability, limited accessibility, and difficulty achieving proper isolation. As a result, extraction is frequently chosen. This case report outlines a successful single-visit RCT on a right mandibular third molar with a curved canal and Class II disto-occlusal caries. Case Report: A 30-year-old female presented with a large cavity on her right lower molar and requested a restorative treatment. Three weeks earlier, devitalization and temporary restoration had been performed by another dentist. Clinical examination revealed no periapical lesion, and percussion testing was negative. Radiographic analysis showed a slight curvature in the distal canal. A pre-curved K-File and the One Curve System were used for instrumentation. The canal was obturated in a single visit, followed by restoration using direct composite and short fiber-reinforced composite. Matrix and PTFE tape were utilized for proper adaptation in the distal area. Conclusion: With accurate diagnosis, understanding of anatomical complexity, and appropriate technique, single-visit RCT on mandibular third molars is achievable. This case supports the viability of conservative treatment for necrotic third molars with asymptomatic apical periodontitis, avoiding unnecessary extraction.Keywords single visit, root canal treatment, third lower molar, curved canal, composite restoration. ABSTRAKPendahuluan: Perawatan saluran akar (RCT) pada molar ketiga mandibula menantang karena variasi konfigurasi saluran, kesulitan akses ke area posterior, dan tantangan dalam isolasi. Akibatnya, pencabutan sering menjadi pilihan. Laporan kasus ini mendeskripsikan protokol RCT kunjungan tunggal pada molar ketiga kanan mandibula dengan saluran melengkung dan karies disto-oklusal kelas II. Laporan Kasus: Seorang wanita 30 tahun datang dengan kavitas besar pada molar ketiga kanan bawah dan menginginkan perawatan tanpa pencabutan. Tiga minggu sebelumnya, dokter lain telah melakukan devitalisasi dan restorasi sementara. Pemeriksaan klinis menunjukkan tidak ada lesi periapikal dan uji perkusi negatif. Radiograf menunjukkan kelengkungan ringan pada saluran distal. RCT dilakukan menggunakan K-file pra-lengkung dengan sistem One Curve. Obturasi dilakukan dalam satu kunjungan, diikuti restorasi komposit langsung yang diperkuat dengan komposit serat pendek. Area distal direstorasi menggunakan matriks dan pita PTFE. Simpulan: RCT kunjungan tunggal pada molar ketiga mandibula dengan pulpa nekrotik dan periodontitis apikal asimptomatik dapat berhasil dilakukan dengan diagnosis akurat dan teknik yang tepat. Pendekatan konservatif ini menunjukkan bahwa pencabutan bukan satu-satunya pilihan.Kata kunci sekali kunjungan, perawatan saluran akar, molar ketiga, saluran melengkung, restorasi komposit.
Fiber-reinforced stress reduced direct composites for endodontic treated tooth: a serial case report Erwidawan, Mahar rosa; Satrio, Fajar; Rinastiti, Margareta; Enggardipta, Raras Ajeng
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 37, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v37i2.58363

Abstract

Introduction: Endodontically treated teeth (ETT) become more fragile due to the loss of tooth structural integrity as a result of caries, access preparation, decreased moisture content, and/or tooth fracture. These conditions influence the choice of restorative materials and techniques for ETT. Fiber-reinforced, stress-reduced direct composite (FR-SRDC) is a promising approach for restoring ETT because it preserves the remaining tooth structure and enhances fracture resistance. This case report evaluates the use of FR-SRDC in Class II cavities of ETT first maxillary molars with a six-month follow-up. Case Report: Case 1: A 35-year-old woman presented with a complaint of decay under an old filling placed two years ago in the left first maxillary molar, without pain on biting. Radiographic examination revealed a radiopaque filling on the mesio-occlusal surface and leakage marked by radiolucency between the restoration and the tooth structure extending toward the pulp. The diagnosis was pulp necrosis with asymptomatic apical periodontitis. The prognosis was good, considering the absence of pain and asymptomatic presentation. Case 2: A 29-year-old male complaining of decay in the left first maxillary molar and pain on biting for a week. The diagnosis was pulp necrosis with symptomatic apical periodontitis. The prognosis was fairly good, but required attention due to pain. Treatment for both cases consisted of root canal treatment (RCT) followed by restoration with FR-SRDC. The six-month follow-up showed good results for both cases, demonstrating the effectiveness and durability of fiber-reinforced, stress-reduced direct composite restorations. Conclusion: Fiber-reinforced, stress-reduced direct composites appear to be an effective restorative option for class II cavities in endodontically treated first maxillary molars, yielding favorable results over a six-month follow up period.Restorasi direk komposit dengan penguat fiber pada gigi pasca perawatan saluran akar: laporan kasus berserialPendahuluan: Gigi yang telah dirawat endodontik (ETT) menjadi lebih rapuh karena hilangnya integritas struktur gigi akibat karies, preparasi akses, berkurangnya kadar air, dan/atau fraktur gigi. Kondisi ini menentukan pilihan bahan dan teknik restorasi ETT. Komposit direk pengurangan stres yang diperkuat fiber (FR SRDC) adalah pendekatan yang baik untuk ETT karena akan mempertahankan struktur gigi yang tersisa dan meningkatkan ketahanan fraktur. Laporan kasus ini mengevaluasi penggunaan FR SRDC pada kavitas kelas II ETT molar pertama rahang atas dengan tindak lanjut 6 bulan. Laporan Kasus: Kasus 1: Wanita 35 tahun mengeluhkan kerusakan di bawah tambalan lama 2 tahun yang lalu pada molar pertama rahang atas kiri, tanpa rasa sakit saat menggigit. Pemeriksaan radiografi menunjukkan tambalan radiopak pada mesio-oklusal dan kebocoran tambalan yang ditandai dengan radiolusensi antara tambalan dan gigi hingga ke pulpa. Diagnosis: nekrosis pulpa, periodontitis apikal asimptomatik. Prognosis: Baik, mengingat tidak adanya rasa sakit dan kondisi asimptomatik. Kasus 2: Pria 29 tahun mengeluhkan kerusakan pada molar pertama rahang atas kiri dan rasa sakit saat menggigit selama seminggu. Diagnosis nekrosis pulpa, periodontitis apikal simptomatik. Prognosis cukup baik, namun memerlukan perhatian karena adanya rasa sakit. Indikasi perawatan untuk kedua kasus: Perawatan saluran akar (PSA) diikuti dengan FR SRDC. Tindak lanjut 6 bulan menunjukkan hasil yang baik untuk kedua kasus, mendemonstrasikan efektivitas komposit langsung pengurangan stres yang diperkuat serat. Simpulan: Komposit direk pengurangan stres yang diperkuat fiber dapat menjadi pilihan yang efektif pada kavitas kelas II gigi yang telah dirawat endodontik pada molar pertama rahang atas dengan hasil yang baik selama periode 6 bulan