Dwi Wahyuni Ambali, Defyanti
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Menarche Terhadapa Tingkat Kecemasan Menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas V Sekolah Dasar Kristen Rantepao 5 Tahun 2023 Dwi Wahyuni Ambali, Defyanti; Tandungan, Santhy; Marna, Agustina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 7 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubuh manusia mengalami berbagai perubahan dari waktu ke waktu sejak lahir yang meliputi pertumbuhan dan perkembangan. Usia saat seorang anak perempuan mulai mendapat menstruasi sangat bervariasi. Ada yang berusia 12 tahun saat ia mendapat menstruasi pertama kali, tapi ada juga yang 8 tahun sudah memulai siklusnya. Perubahan fisiologis seperti menarche mengakibatkan kecemasan pada remaja putri. Sering kali seorang remaja merasa malu, cemas dan takut ketika mendapatkan menstruasi pertama yang di sebut menarche. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Juni 2023. Desain penelitian yaitu pre eksperimen atau eksperimen yang tidak sesungguhnya dengan rancangan the one group pretest dan posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas V di Sekolah Dasar Kristen 5 yang berjumlah 63 siswi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner paten Hamilton Anxiety Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata tingkat kecemasan yang bermakna sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan, dengan menggunakan uji t berpasangan (paired t-test). diperolah nilai significancy 0,000 (p<0,005), artinya terdapat perbedaan rerata tingkat kecemasan yang bermakna sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Tingkat kepercayaan sebesar 95 % ditemukan bahwa selisih tingkat kecemasan sebelum penyuluhan kesehatan dengan tingkat kecemasan sesudah penyuluhan kesehatan adalah antara 0,89 sampai 0,47. ada perubahan tingkat kecemasan sebelum penyuluhan kesehatan ada 19 siswi (30,2%) normal dan meningkat menjadi 40 siswi (63,5%) setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Pada tingkat kecemasan ringan dari 15 siswi (23,8%) sebelum diberikan penyuluhan kesehatan menjadi 10 siswi (15,9%) setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Sedangkan pada tingkat kecemasan sedang sebelum diberikan penyuluhan kesehatan ada 21 siswi (33,3%) setelah diberikan penyuluhan kesehatan berkurang menjadi 11 siswi (17,5%) dan pada kecemasan berat sebelum intervensi ada 8 siswi (12,7%) berkurang menjadi 2 siswi (3,22%) setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Dengan nilai significancy 0,000 (p<0,005). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat kecemasan pada siswi kelas V Sekolah Dasar Kristen Rantepao 5 dengan hasil uji statistic menggunakan paired t-test diperolah nilai significancy 0,000 (p<0,005) dan tingkat kepercayaan sebesar 95 % ditemukan bahwa selisih tingkat kecemasan sebelum penyuluhan kesehatan dengan tingkat kecemasan sesudah penyuluhan kesehatan adalah antara 0,89 sampai 0,47.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN KEPATUHAN PENERAPAN PRINSIP 7 (TUJUH) BENAR PEMBERIAN OBAT DI RS ELIM RANTEPAO TAHUN 2023 Dwi Wahyuni Ambali, Defyanti; Sanjoita Lamma, Leasly S; Tandungan, Santhy
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian obat yang aman dan akurat merupakan salah satu tugas terpenting perawat. Perawat harus memahami kerja obat dan efek samping obat yang ditimbulkan, memberikan obat dengan tepat, memantau respon klien dan membantu klien menggunakannya dengan benar. Pada pemberian obat yang tepat ada penerapan prinsip 7 (tujuh) benar yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan secara aman dan efektif oleh perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi perawat dengan kepatuhan penerapan prinsip 7 (tujuh) benar pemberian obat di RS Elim Rantepao Tahun 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 40 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan diuji secara statistic Fisher’s Exact Test dengan bantuan program computer SPSS dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Dari hasil penelitian ini diperoleh mayoritas berumur 26-35 tahun yaitu sebanyak 25 orang (62,5%), mayoritas jenis kelamin perempuan sebanyak 37 orang (92,5%), mayoritas responden dengan pendidikan DIII sebanyak 24 orang (60%), mayoritas lama kerja ≥10 tahun sebanyak 18 orang (45%), mayoritas responden memiliki pegetahuan tinggi sebanyak 37 orang (92,5%), mayoritas responden memiliki motivasi positif sebanyak 36 orang (90%) dan mayoritas responden patuh dalam Penerapan Prinsip 7 (Tujuh) Benar Pemberian Obat sebanyak 37 orang (92,5%). Hasil uji statistik Fisher’s Exact Test diperoleh untuk pengetahuan nilai p= 0,001 dan motivasi diperoleh nilai p= 0,000. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan dan motivasi perawat dengan kepatuhan penerapan prinsip 7 (tujuh) benar pemberian obat di RS Elim Rantepao Tahun 2023. Disarankan kepada pihak manajemen Rumah untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi perawat dalam Penerapan Prinsip 7 (Tujuh) Benar Pemberian Obat
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SELF EFFICACY PADA REMAJA DI SMPN 2 TORAJA UTARA TAHUN 2024 Dwi Wahyuni Ambali, Defyanti; Banne Allo, Ludia; Almar, Junelty
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara orang tua dengan anak sangat ditentukan oleh sikap orang tua dalam mengasuh anak. Setiap orangtua memiliki cara pengasuhan yang berbeda serta akan menghasilkan kemandirian yang berbeda pada tiap anak sehingga awal dari pertumbuhan self-efficacy dipusatkan pada orang tua. Self-efficacy sebagai keyakinan individu tentang kemampuannya dan tentang dirinya sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan self-efficacy pada remaja di SMPN 2 Toraja Utara Tahun 2024. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan desain deskripsi analitik dengan pendekatan menggunakan cross sectional study. Teknik pengambilan partisipan pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling yaitu purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Fisher. Hasil penelitian ini adalah responden dengan pola asuh otoriter sebanyak 1 orang (2,3%) dan memiliki self efficacy tinggi, sementara itu responden dengan pola asuh demokratis sebanyak 42 orang (97,7%) dimana yang memiliki self efficacy tinggi sebanyak 40 orang (93%) dan yang memiliki self efficacy sedang sebanyak 2 orang (4,7%). Dari hasil Uji Fisher didapatkan nilai p = 1,000 sedangkan α = 0,05 dimana p>α yang berarti bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pola asuh dengan self efficacy pada remaja di SMPN 2 Toraja Utara Tahun 2024 atau Ha ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan self-efficacy pada remaja di SMPN 2 Toraja Utara tahun 2024 dimana p=1,000 yang menunjukkan p>α (0,05). Disarankan kepada orang tua agar meningkatkan pemahaman tentang bagaimana menerapkan pola asuh yang baik kepada anaknya, karena didikan dari orang tua sangat mempengaruhi proses pembentukan self-efficacy pada anak.
HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA MAHASISWA DAN DOSEN DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN SEMESTER IV INSTITUT TORAJA RAYA INDONESIA TAHUN 2024 Tandilimbong, Herman; Dwi Wahyuni Ambali, Defyanti; Rante, Ferkia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi perseorangan yang bersifat pribadi, baik secara langsung tanpa medium, ataupun langsung melalui medium. Umumnya memfokuskan pengamatannya pada bentuk-bentuk dan sifat hubungan (relationship), percakapan (discourse), interaksi dan karakteristik komunikator. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Analitik yang bersifat Retrospectif, populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi S1 Keperawatan semester IV Institut Toraja Raya Indonesia Tahun 2024 dengan jumlah responden 104 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner, pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 25 dengan analisa uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas komunikasi interpersonal baik sebanyak 100 responden (96.2%) dan prestasi akademik mayoritas meningkat sebanyak 55 responden (52.9). Berdasarkan hasil analisa Fisher’s Exact Test didapatkan tidak ada hubungan antar komunikasi interpersonal mahasiswa dan dosen dengan prestasi akademik, dengan nilai P= 1.000 (P>0.05). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penelitian mengenai hubungan komunikasi interpersonal antar mahasiswa dan mahasiswa dengan prestasi akademik. Guna mengetahui apakah ada hubungan antara komunikasi interpersonal antara mahasiswa dan mahasiswa dengan prestasi akademik.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE (ANC) DI RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO TAHUN 2024 Dwi Wahyuni Ambali, Defyanti; Tarnoto, Tenny; Destalia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Antenatal Care (ANC) merupakan pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk memantau kondisi Kesehatan fisik dan mental ibu hamil, mempersiapkan ibu menghadapi persalinan, masa nifas, pemberian ASI eksklusif, serta pemulihan fungsi reproduksi secara alami dan bertahap. Pemeriksaan ANC direkomendasikan dilakukan sebanyak enam kali selama kehamilan, yaitu satu kali pada trimester I, dua kali pada trimester II dan tiga kali pada trimester III. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang Antenatal Care di Rumah Sakit Elim Rantepao Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan metode kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 30 (tiga puluh) orang ibu hamil yang menjalani pemeriksaan kehamilan di Rumah Sakit Elim Rantepao. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat pengetahuan dan sikap terhadap layanan ANC. Hasil: Dari 30 responden, sebanyak 14 orang (47%) memiliki pengetahuan yang baik, 12 orang (40%) memiliki pengetahuan cukup dan 4 orang (13%) memiliki pengetahuan kurang. Sementara itu, terkait sikap terhadap ANC, sebanyak 16 responden (53%) menunjukkan sikap negatif dan 14 responden (47%) menunjukkan sikap positif. Kesimpulan: Sebagian besar ibu hamil di Rumah Sakit Elim Rantepao memiliki pengetahuan yang baik dan cukup mengenai ANC, dengan total proporsi mencapai 87%. Namun, lebih dari separuh responden menunjukkan sikap negative terhadap pelaksanaan ANC. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan edukasi dan pendekatan komunikasi yang lebih efektif dan personal oleh tenaga Kesehatan untuk membentuk sikap positif terhadap pentingnya pelayanan antenatal. Kesehatan.