Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analysis of Heavy Equipment Quantity using Quantitative Methods Software (QM) for Windows V5 on Road Infrastructure Works Citra, Zel; Ashadi, Reza Ferial; Wibowo, Paksi Dwiyanto; Malinda, Yosie; Apdeni, Risma; Kinasih, Reni Karno; Fitriansyah, Erlangga Rizqi
Jurnal Teknologi Vol 16, No 2 (2024): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.16.2.203-212

Abstract

Data from the Geological Agency, Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) in 2018, Indonesia has 37 billion tons of coal with proven reserves of 20.11 billion tons and estimated reserves of 17.02 billion tons. The total reserves increased by 12 billion tons compared to the previous year. To increase production and reserve coal, it is necessary to build mine roads to connect other mining areas. One of them is the work of transporting soil material for road embankment work. The constraints that are often encountered are limited resources and high cost of equipment. Therefore it is necessary to optimize the need for heavy equipment using Quantitative Methods Software (QM) for Windows V5. The data used in this study are primary data taken from the interview process and data in the form of related secondary documents, namely the RAB, Scheduling, SPK and other documents. The tools that will be used and optimized are a lot of digging and loading equipment such as Excavator PC400 with a bucket capacity of 2.6 m3, Excavator PC300 with a bucket capacity of 1.8 m3, Excavator with a bucket capacity of 0.8 m3 and a Dump Truck with a body capacity of 22.3 m3 as transportation equipment. The results of the research data analysis show that the most optimal number of tools needed for the road works is 1 PC300 Excavator unit, 1 PC200 unit and 3 Dump Truck (ADT) units for a work volume of 99.626 m3 and the optimal work duration is 814 hours and the labor cost is Rp. 2,781,227,681. Excavator with a bucket capacity of 0.8 m3 and a Dump Truck with a body capacity of 22.3 m3 as transportation equipment. The results of the research data analysis show that the most optimal number of tools needed for the road works is 1 PC300 Excavator unit, 1 PC200 unit and 3 Dump Truck (ADT) units for a work volume of 99.626 m3 and the optimal work duration is 814 hours and the labor cost is Rp. 2,781,227,681. Excavator with a bucket capacity of 0.8 m3 and a Dump Truck with a body capacity of 22.3 m3 as transportation equipment. The results of the research data analysis show that the most optimal number of tools needed for the road works is 1 PC300 Excavator unit, 1 PC200 unit and 3 Dump Truck (ADT) units for a work volume of 99.626 m3 and the optimal work duration is 814 hours and the labor cost is Rp. 2,781,227,681.
Analisis Diagfragma, Kord, dan Kolektror pada Mixed Use Building Elza, Suci Putri; Fitriansyah, Erlangga Rizqi
Rekayasa Sipil Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2024.v13.i1.01

Abstract

Pada beberapa tahun terakhir, jumlah penduduk di Indonesia mengalami peningkatan. Hal tersebut berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan terhadap tempat tinggal, pusat perbelanjaan, perkantoran, dan sebagainya. Agar dapat mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan tersebut, bangunan-bangunan di pusat kota sudah menerapkan konsep mixed use building yang memiliki ciri khas berupa adanya fasilitas hunian, komersial, dan rekreasi pada satu bangunan. Pada umumnya bangunan dengan konsep mixed use building ini termasuk ke dalam kategori high rise building dimana setiap lantainya memiliki fungsi yang bermacam-macam. Beban lateral gempa memiliki perhatian oleh para perencana struktur terhadap bangunan- bangunan tinggi. Diafragma, kord, dan kolektor, berfungsi untuk menstabilkan dan meneruskan gaya gempa lateral antara sistem lantai dan sistem elemen vertikal penahan tekanan gempa, merupakan beberapa komponen struktur yang akhir-akhir ini menarik perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan gaya desain diafragma antar lantai dan detail penulangan pada komponen diafragma, perbandingan gaya desain kolektor antar lantai dan detail penulangan pada kolektor, serta pengaruh pemeriksaan diafragma terhadap elemen struktur balok, pelat, kolom, dan shear wall pada bangunan mix use building. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa fungsi bangunan yang berbeda-beda menghasilkan detail elemen-elemen struktur yang berbeda-beda. Hal tersebut mengakibatkan perbedaan gaya desain diafragma, kord, dan kolektor, sehingga berpengaruh terhadap kebutuhan tulangan ekstra dari setiap fungsi bangunan.
KAJIAN SHEAR LAG PADA SAMBUNGAN TARIK BAJA PROFIL WF DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Fitriansyah, Erlangga Rizqi; Elza, Suci Putri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.31162

Abstract

Hampir pada seluruh struktur baja terdapat pelemahan pada daerah sambungannya, yang biasa disebut sebagai joint efficiency. Terdapat berbagai faktor dari pelemahan tersebut, diantaranya yang sangat penting adalah fenomena shear lag. Fenomena ini terjadi akibat dari tidak seluruh bagian penampang profil disertakan sambungan (paku keling, baut, atau las) sehingga akan terjadi peningkatan tegangan pada bagian profil yang disertai sambungan. Kondisi shear lag ini sudah tercantum dalam standar AISC 360-16 yang diambil berdasarkan penelitian Munse dan Chesson (1963). Pada penelitian tersebut dilakukan dengan uji eksperimen. Hingga saat ini, fenomena shear lag masih terus diteliti dan disempurnakan formulanya dengan berbagai metode, seperti pada penelitian Alhassan et al (2020), Hsiao dan Shrestha (2018), Ke et al. (2018), Abedin et al. (2019), Borges et al. (2020).Pada penelitian ini melakukan uji coba pada baja WF600x300, WF400x200 dan WF300x150. Dimana ketiganya dipasang gusset dengan sambungan pada bagian web dengan panjang sambungan yang sama. Pengujian tarik dengan metode elemen hingga dilakukan dengan bantuan perangkat Ansys. Dari uji ini didapat besarnya faktor reduksi kuat tariknya adalah berturut-turut tiap ukuran 0,58; 0,49; dan 0,41. Hasil ini hanya sekitar 71 % dari ketetapan pada standar AISC 360-16.
Integrasi Pemanfaatan Sumur Biopori Sebagai Drainase Vertikal dan Pengolahan Sampah Organik di Kelurahan Kembangan Meruya Selatan Citra, Zel; Malinda, Yosie; Wibowo, Paksi Dwiyanto; Elza, Suci Putri; Fitriansyah, Erlangga Rizqi
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 05 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i05.1141

Abstract

Akibat curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia, maka muncul persoalan genangan air hujan yang terlalu lama di halaman rumah masyarakat. Hal ini tidak dapat dipandang remeh karena dapat menimbulkan beragam penyakit. Penyebabnya merupakan dampak minimnya resapan air di ruas-ruas ruang terbuka di kawasan tersebut yang semakin memperparah dampak limpasan air hujan yang ditimbulkan. Berdasarkan data dari KLHK tahun 2020, sampah rumah tangga juga jumlahnya sangat banyak. Dalam rangka memberi solusi bagi persoalan air hujan, lingkungan dan kesehatan masyarakat serta pengolahan sampah limbah warga di sekitar Kelurahan Kembangan Meruya Selatan tersebut maka diusulkan program pengabdian berjudul “Integrasi Pemanfaatan Sumur Biopori Sebagai Drainase Vertikal dan Pengolahan Sampah Organik”. Hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Prodi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana kepada Mitra, dimana hasilnya mitra merasa cukup puas dengan tingkat harapan sebesar 95% dan kepuasan mencapai 98%.
Perencanaan dan Pelaksanaan Sumur Biopori sebagai Drainase Vertikal di RPTRA Menara dan Kelurahan Meruya Selatan Rizqi Fitriansyah, Erlangga; Fitriansyah, Erlangga Rizqi; Zuchri, Rosmina; Elza, Suci Putri
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 07 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i07.1363

Abstract

Urbanisasi pesat di Jakarta telah menyebabkan masalah drainase seperti genangan air dan banjir akibat curah hujan tinggi, penurunan permukaan tanah, dan perubahan tata guna lahan. Program pengabdian masyarakat ini mengusulkan penggunaan Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai solusi drainase vertikal yang inovatif dan berkelanjutan. LRB menggabungkan pengolahan sampah organik dengan peningkatan infiltrasi air, mengurangi genangan, dan memperbaiki kualitas air tanah. Implementasi LRB mudah, tidak memerlukan banyak ruang, dan memberikan manfaat ganda berupa pengurangan sampah organik dan peningkatan kesuburan tanah. Program ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, menawarkan solusi holistik untuk tantangan drainase perkotaan dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.