Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Struktur Komunitas Makrozoobentos sebagai Bioindikator Perairan Sungai Pelus, Banyumas, Jawa Tengah Rayhan, Nadefa Nurfa; Arrisqi, Alvira Zidny; Putra, Rendy Permana; Faizah, Farkhah Nur; Condro, Abi; Putri, Nadira Aurelia Valezka; Permatasari, Evie Diah
MAIYAH Vol 2 No 3 (2023): Maiyah : Vol.2 No.3 September 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.3.9084

Abstract

Banyaknya kegiatan manusia di sekitar perairan Sungai Pelus dapat mempengaruhi keadaan kualitas fisik maupun kimia yang selanjutnya akan berakibat pada organisme dalam suatu perairan. Sungai Pelus biasanya dimanfaatkan oleh warga untuk mencuci, irigasi, dan juga budidaya ikan air tawar di sekitar aliran sungai. Makrozoobentos berperan dalam bioindikator suatu perairan. Perairan yang tercemar akan mempengaruhi kehidupan makrozoobentos, karena organisme ini merupakan salah satu biota yang mudah terpengaruh oleh adanya bahan pencemar dan cenderung hidup menetap. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan tingkat keanekaragaman makrozoobentos serta mengetahui makrozoobentos sebagai bioindikator. Penelitian makrozoobentos ini dilakukan sebanyak 2 kali pada hari Senin, 13 Maret 2023 dan Senin, 1 Mei 2023 di Sungai Pelus. Kepadatan makrozoobentos terbanyak dijumpai pada stasiun tengah di bulan Mei. Nilai indeks keanekaragaman tertinggi terdapat di stasiun tengah pada bulan Mei, sebesar 1,86. Didapatkan nilai indeks dominansi (C) tertinggi pada stasiun tengah pada bulan Maret dengan nilai dominansi sebesar 0,36. Suhu di Sungai Pelus berkisar di 25,5ºC – 28ºC. Nilai Kecerahan berada di kisaran 0,75 m – 2,4 m. Nilai pH berada diantara 5-6. Nilai DO berada di kisaran 2,8 mg/L – 4,2 mg/L. Jenis makrozoobentos yang paling banyak ditemukan di setiap stasiun adalah Sulcospira testudinaria. Berdasarkan keberadaan makrozoobentosnya, kondisi Sungai Pelus cenderung stabil dan perairannya tercemar sedang. Hal ini menjadi penting untuk dilakukan pelestarian sungai dan peningkatan mutu air guna menjaga ekosistem dan kehidupan biota di Sungai Pelus.
Water quality status of the Serayu Watershed (DAS) using the STORET method approach Hidayati, Nuning Vita; Condro, Abi; Jatmoko, Bambang Eko; Fikriyya, Nabela; Junaidi, Teuku; Hastuti, Dewi Wisudyanti Budi; Firdaus, Abdul Malik; Raharja, Ferry Cahya
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 12: No. 3 (December, 2025)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v12i3.21258

Abstract

The Serayu River Basin (DAS) spans 180 km and traverses several districts in Central Java, including Wonosobo, Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, and Purbalingga. Significant pollution has been observed in the Serayu River Basin, with the primary sources of pollution being agriculture, industry, and community activities. The objective of this investigation is to evaluate the Serayu River Basin's condition in relation to the STORET method and Class I, II, III, and IV water quality standards, as well as physical and chemical parameters. Ex situ analysis of water samples was implemented through purposive random sampling in the survey methodology. Class I pollution levels in the Serayu River Basin are classified as Category D, which denotes substantial pollution, according to the STORET method. Class II is classified as Category C, which denotes moderate pollution, as indicated by a STORET index value of -26. Several research locations exhibit water parameters that exceed the quality standards, including pH, DO, COD, phosphate, and ammonia. In order to preserve the purity and condition of the Serayu River Basin, it is necessary for all stakeholders, including the community, to participate. Furthermore, the management of the Serayu Watershed necessitates the implementation of control strategies or efforts. Keywords: Basin; River pollution; Serayu; STORET; Water Quality