Ainal Gani
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Moral Education Perspective of Shaykh Nawawi Al-Bantani in the Book of Maraqi Al-'Ubudiyah and Shaykh Hafidz Hasan in the Book of Taisir Al-Khalaq Jamastuti; Ainal Gani; Rumadani Sagala
Bulletin of Science Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bulletin of Science Education
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bse.v4i2.1351

Abstract

In this digital era, moral degradation among teenagers is very worrying. Moral degradation that occurs includes promiscuity, free sex, increasing rates of violence among students, crimes against friends, theft, fraud, and drug abuse, pornography, assault, theft with violence, and destruction of other people's property. This condition has become a social problem which has not yet been fully resolved. So it is necessary to study in depth regarding morals. Based on the type, this research uses the type of library research, because the object of study is the result of written work which is the result of people's thoughts. This research uses library data collection techniques, namely reading and extracting the contents of related books. The data analysis technique in this research is using content analysis techniques. The results of the research concluded that the thoughts of Shaykh Nawawi Al-Bantani in the book Maraqi Al-Ubudiyah, the concept of moral education includes (1) Morals towards Allah SWT (2) Ethics towards educators (3) Ethics towards students, (4) Ethics towards children towards other people. old (5) Ethics towards people you don't know. (6) Ethics in socializing. Meanwhile, the concept of Moral Education in the Book of Taisirul Kholaq includes (1) Morals towards Allah SWT (2) Habits of Teachers and Students (3) Ethics towards oneself and others. (4) Daily Habits.
KONSEP PEMBENTUKAN KARAKTER DALAM TAFSIR TARBAWI MUFASSIR KONTEMPORER DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM MASA KINI: KONSEP PEMBENTUKAN KARAKTER DALAM TAFSIR TARBAWI MUFASSIR KONTEMPORER DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM MASA KINI A’la Nirotul Fikri; A’vi Amelia; Ainal Gani; M. Akmansyah; Amiruddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35389

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep pembentukan karakter, khususnya tanggung jawab dan kedisiplinan, dalam kerangka tafsir tarbawi oleh tiga mufassir kontemporer: Quraish Shihab, Wahbah az-Zuhaili, dan Sayyid Tantawi, serta menganalisis relevansinya terhadap pendidikan Islam masa kini. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an ditafsirkan secara pedagogis oleh para mufassir tersebut dan bagaimana interpretasi tersebut dapat menjadi landasan konseptual bagi penguatan pendidikan karakter di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, analisis isi, dan analisis komparatif. Data primer diperoleh dari karya tafsir ketiga mufassir, didukung sumber sekunder terkait pendidikan Islam dan pembentukan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga mufassir menekankan tanggung jawab sebagai kewajiban moral terhadap diri, masyarakat, dan Allah, sedangkan kedisiplinan diposisikan sebagai nilai fundamental yang membentuk konsistensi dalam akidah, ibadah, dan perilaku sosial. Meskipun terdapat perbedaan penekanan dan gaya penyajian, interpretasi mereka bersepakat bahwa tanggung jawab dan kedisiplinan merupakan inti dari pendidikan berbasis Al-Qur’an. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir tarbawi menyediakan landasan normatif yang kuat bagi pengembangan model pendidikan karakter Islam yang berakar pada spiritualitas sekaligus relevan dengan tantangan pendidikan kontemporer.
ANALISIS KESULITAN MENGHAFAL AL-QURAN JUZ 30 PADA PESERTA DIDIK TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN (TPQ) MADIN DARUSSALAM KECAMATAN ADILUWIH Oktavia, Della; Ainal Gani; Evi Febriani
Inspiratif Pendidikan Vol 15 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghafal Al-Qur’an Juz 30 sering dianggap mudah karena berisi ayat-ayat pendek, namun pada kenyataannya banyak peserta didik yang masih mengalami kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan, faktor penyebab, serta strategi guru tahfiz dalam mengatasi kesulitan menghafal Al-Qur’an pada peserta didik TPQ Madin Darussalam Kecamatan Adiluwih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi yang dilakukan pada Desember 2025 – Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surah-surah awal di Juz 30 seperti An-Naba', An-Nazi’at, Al-Muthaffifin, dan At-Takwir memiliki tingkat kesulitan yang  paling tinggi disebabkan karena kemiripan ayat atau lafaz yang serupa, menurunnya konsentrasi akibat kelelahan dan penguasaan tajwid-makhraj yang lemah. Faktor internal yang memengaruhi kesulitan hafalan, seperti motivasi yang tidak stabil, rasa malas, muraja'ah yang tidak konsisten, dan kemampuan membaca Al-Qur’an yang belum baik. Sementara itu faktor eksternal, seperti lingkungan yang tidak kondusif, manajemen waktu yang kurang baik, penggunaan handphone berlebihan, dan kurangnya dukungan orang tua. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan pemberian motivasi peserta didik, menerapkan metode talaqqi, muraja’ah, dan tasmi’, pengaturan waktu belajar, penguatan dukungan orang tua dan peningkatan kualitas lingkungan yang nyaman dan kondusif
PEMBELAJARAN PAI SEBAGAI SARANA INTEGRASI NILAI-NILAI AGAMA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI ERA DIGITAL Amelia, Devi; Ainal Gani; Evi Febriani
Inspiratif Pendidikan Vol 15 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Islamic Religious Education (PAI) learning as a means of integrating religious values ​​in character building for students in the digital era at SMAN 1 Tumijajar, Tulang Bawang Barat. The study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted interactively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the integration of religious values ​​is implemented systematically through learning materials, collaborative methods, the use of digital media (YouTube, Instagram, and TikTok), and the familiarization of school culture through the "Jumat Seroja" program. PAI teachers act as facilitators and role models in internalizing religious values, responsibility, discipline, cooperation, and social awareness. This integration not only touches the cognitive domain, but also the affective and psychomotor domains through habituation and critical reflection on digital phenomena. These findings confirm that adaptive and contextual PAI learning contributes significantly to shaping students' religious character and digital ethics, although its success still requires synergy between schools and families.