Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Quizizz Sebagai Media Evaluasi Pembelajaran Daring di SDN Karanganyar Gunung 01 Semarang Maulana, Charis; Kusumaningrum, Yulinda; Waluyo, Yessi Aprilia
TEMATIK Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v2i2.4663

Abstract

Selama pandemi Covid-19 pembelajaran di SDN Karanganyar Gunung 01 Semarang dilaksanakan melalui pembelajaran daring. Namun, para guru dalam memberikan evaluasi pembelajaran daring masih menggunakan lembar soal dalam bentuk cetak yang dikerjakan peserta didik di rumah. Lembar evaluasi menggunakan kertas kurang efektif, peserta didik cenderung bosan. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat evaluasi pembelajaran adalah Quizizz. Quizizz merupakan sebuah aplikasi berupa permainan kuis interaktif yang digunakan dalam pembelajaran daring. Tujuan kegiatan ini agar peserta mampu menggunakan Quizizz sebagai media evaluasi pembelajaran daring.Berdasarkan permasalahan yang diuraikan, tim pengabdian akan membantu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Kegiatan ini berupa pelatihan, praktek langsung, dan pendampingan kepada guru dalam menggunakan Quizizz. Selama kegiatan berlangsung, pembicara menyampaikan materi dengan pokok bahasan mengenai mendesain dan menggunakan Quizizz sebagai media evaluasi pembelajaran daring.Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan ini bahwa peserta pelatihan dari SDN Karanganyar Gunung 01 Semarang memberikan respon positif. Hal tersebut dapat terlihat ketika mengikuti pelatihan, peserta menjadi semangat dan kreativitas meningkat dalam membuat evaluasi pembelajaran dengan menggunakan Quizizz. Dari hasil kuesioner diperoleh bahwa nilai tertinggi, yaitu 92% peserta telah menggunakan Quizizz sebagai media evaluasi pembelajaran dan 100% peserta pelatihan ini membuka wawasan menggunakan Quizizz sebagai media evaluasi pembelajaran.Kata Kunci: evaluasi, pembelajaran daring, quizizz
Pelatihan TOEFL: Strategi Menjawab Soal-Soal TOEFL bagi Peserta Didik SMK Nusaputera 2 Semarang Rosaria, Stefani Dewi; Riana, Rati; Waluyo, Yessi Aprilia; Tamba, Tumanda
TEMATIK Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v4i2.10287

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui sebuah kegiatan yang berjudul Pelatihan TOEFL: Strategi Menjawab Soal-Soal TOEFL Bagi Peserta Didik SMK Nusaputera 2 Semarang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para peserta didik untuk mencapai skor minimal TOEFL, yaitu 450. Metode diskusi, tanya jawab, dan praktik digunakan dalam kegiatan pengabdian ini.. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memberikan wawasan kepada para peserta didik mengenai cara menjawab soal-soal TOEFL dengan menggunakan strategi atau trik di setiap bagian soal TOEFL, yaitu listening, structure, dan reading. Peserta yang menjadi sasaran pelatihan ini berasal dari peserta didik kelas XI SMK Nusaputera 2 Semarang. Prosedur kegiatan ini meliputi pemberian pre-test bagi peserta, diskusi teori dan praktik, dan pemberian post-test sebagai instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi hasil kegiatan pengabdian ini. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini memperlihatkan bahwa pelatihan TOEFL bagi para peserta didik SMK Nusaputera 2 sangat bermanfaat dan membantu mereka untuk mengenal dan mengetahui TOEFL lebih baik. Hal ini dikarenakan para peserta didik sebelumnya belum pernah mendapatkan pembekalan atau pelatihan TOEFL. Antusiasme dari para peserta didik sangat tinggi dalam mengikuti simulasi tes TOEFL, juga ketika pembahasan strategi menjawab soal-soal TOEFL dipaparkan oleh tim pengabdi. Pretes dan post-tes menunjukkan peningkatan pemahaman para peserta didik saat mengerjakan soal-soal tes TOEFL. Menurut mereka soal yang dianggap paling sulit adalah soal structure and written expression. Bagian ini dianggap paling susah karena banyak teori yang harus dipahami. 
Students’ Perceptions towards Famous Quotes in Studying Motivation Waluyo, Yessi Aprilia; Transinata , Tatas; Pratamanti , Enggar Dhian
English Education and Literature Journal (E-Jou) Vol 5 No 01 (2025): English Education and Literature Journal (E-Jou) (In Progress)
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/e-jou.v5i01.1483

Abstract

Language can influence the way of thinking, attitude and action of people and give people’s motivation. Famous quote can be the way to increase the motivation from outside into inside because it has important and worthed message and meaning which can influent studying motivation and success motivation. The purpose of this study is to analyse the influence of world figures’ famous quotes based on the perceptions of students at AMIK JTC Semarang. The method used in this study is qualitative method. The results of this study are taken from the analysis of students’ perceptions by using in depth interview. After collecting and managing the qualitative data of interview, coding them, seeking, reviewing and defining the themes and representing, accounting and narrating and reporting the data are the steps of analysing the perceptions of students toward 44 famous quotes in the form of posters at AMIK JTC Semarang. According to the results of data analysis, there are six roles of famous quotes toward the studying motivation of students in AMIK JTC Semarang. In summary, students of AMIK JTC Semarang agree and believe that famous quotes can improve their motivation in studying and achieving the better future
Pemanfaatan Website dan Virtual Reality sebagai Media Edukasi Kesakralan Pura Jagatnatha Karangasem Waluyo, Yessi Aprilia; Subiksa, Gde Brahupadhya; Prayudha, I Putu Astya; Utama, I Putu Sagita Jaya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5692

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan website dan Virtual Reality sebagai media edukasi dalam menjaga dan melestarikan kesakralan Pura Jagatnatha Karangasem. Permasalahan utama mitra terletak pada keterbatasan media informasi digital yang mampu menyampaikan sejarah, aturan kunjungan, tata krama, serta nilai kesakralan pura secara sistematis, terstruktur, dan mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan rendahnya pemahaman pengunjung terhadap norma adat dan batasan ruang sakral di kawasan pura. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang terdiri dari tahapan analisis kebutuhan mitra, perancangan dan pengembangan sistem, implementasi website dan Virtual Reality 360 derajat, sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi kegiatan. Website dikembangkan sebagai pusat informasi digital yang memuat konten sejarah, aturan kunjungan, etika, dan informasi pendukung lainnya, sedangkan Virtual Reality digunakan sebagai media visualisasi edukatif yang memungkinkan pengguna mengenal lingkungan pura tanpa harus memasuki area yang bersifat sakral. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kedua teknologi yang dikembangkan dapat diimplementasikan dengan baik dan berfungsi sesuai tujuan. Evaluasi awal terhadap empat responden yang terdiri dari pengelola pura dan perwakilan masyarakat menunjukkan bahwa mayoritas penilaian berada pada kategori sangat puas, yang mengindikasikan penerimaan positif terhadap program. Meskipun demikian, hasil evaluasi masih bersifat awal dengan jumlah responden terbatas sehingga belum dapat digeneralisasikan secara luas. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi website dan Virtual Reality efektif sebagai media edukasi wisata religi yang tidak hanya meningkatkan literasi digital, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian nilai budaya dan penguatan tata kelola ruang sakral berbasis teknologi digital. Utilization of Website and Virtual Reality as Educational Media for Preserving the Sacred Values of Pura Jagatnatha Karangasem Abstract This community service program aims to optimize the utilization of a website and Virtual Reality (VR) as educational media to preserve and maintain the sacred values of Pura Jagatnatha Karangasem. The main problem faced by the partner is the limited availability of digital information media capable of systematically and comprehensively delivering historical background, visiting rules, etiquette, and sacred values of the temple to both the community and tourists. This condition may lead to a low level of visitor understanding regarding customary norms and spatial restrictions within the sacred temple area. The implementation method adopts a participatory-educational approach consisting of several stages, including partner needs analysis, system design and development, implementation of the website and 360-degree Virtual Reality, socialization, training, and program evaluation. The website is developed as a digital information center containing historical content, visitation rules, etiquette guidelines, and other supporting information, while the Virtual Reality system serves as an immersive educational visualization tool that allows users to explore the temple environment without physically entering sacred areas. The results show that both developed technologies were successfully implemented and functioned as intended. An initial evaluation involving four respondents, consisting of temple managers and community representatives, indicates that the majority of responses fall under the “very satisfied” category, reflecting a positive acceptance of the program. However, the evaluation remains preliminary due to the limited number of respondents and therefore cannot be generalized to a broader population. This program concludes that the integration of website and Virtual Reality is an effective educational medium for religious tourism, which not only enhances digital literacy but also contributes to cultural preservation and strengthens the management of sacred spaces through digital technology.