Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Patria Artha Journal of Community

Edukasi Penanganan Awal Kondisi Gawat Darurat di Lingkungan Sekolah Fhirawati, Fhirawati; Hamdayani, Hamdayani; Tahir, Nuryanti
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol 5, No 1 (2025): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v5i1.932

Abstract

Kondisi gawat darurat merupakan situasi yang dapat mengancam nyawa, anggota tubuh, maupun fungsi vital seseorang secara tiba-tiba dan membutuhkan penanganan segera. Di lingkungan sekolah, risiko terjadinya kondisi gawat darurat cukup tinggi akibat aktivitas fisik, kecelakaan, maupun masalah kesehatan mendadak pada siswa maupun tenaga pendidik. Oleh karena itu, kemampuan menangani kondisi gawat darurat secara cepat dan tepat sangat penting dimiliki oleh seluruh warga sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanganan awal kondisi gawat darurat di lingkungan SMAN 14 Gowa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan materi gawat darurat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai jenis-jenis kondisi gawat darurat, langkah-langkah penanganan awal, serta keterampilan dasar seperti pemeriksaan jalan napas, resusitasi jantung paru (RJP), dan penanganan luka ringan. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi situasi darurat serta meminimalkan risiko fatalitas akibat keterlambatan atau kesalahan penanganan. Luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa laporan hasil pelaksanaan kegiatan serta publikasi ilmiah di jurnal pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga sekolah, khususnya siswa dan guru, dalam menghadapi situasi gawat darurat secara cepat, tepat, dan mandiri, sehingga dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan tanggap darurat.
Edukasi Kesehatan Cegah Resiko Dini Aksi Sebaya (CERDAS) Wahyuningsih, Wahyuningsih; Fhirawati, Fhirawati; Siokal, Brajakson
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol 5, No 2 (2025): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v5i2.992

Abstract

Early marriage remains a complex social problem with broad impacts on reproductive health, education, and social welfare. In Gowa Regency, early marriage is prevalent among adolescent girls and has resulted in increased risks of pregnancy and childbirth complications, limited access to healthcare services, and reduced economic opportunities. Psychologically, adolescents who marry early are also more vulnerable to stress, depression, and restricted personal development. This community service activity was carried out in Borongloe Subdistrict for one day and involved 100 adolescents aged 15–18 years. The activities consisted of educational sessions, peer group discussions, and role-play. The educational sessions covered topics on the risks and impacts of early marriage, strategies to cope with cultural pressures within families, and the importance of maintaining adolescent reproductive health. The discussion sessions provided a space for participants to share their personal experiences related to early marriage, followed by role-play activities simulating cases of early marriage that occurred in their surroundings. The results showed a significant increase in adolescents’ knowledge and awareness regarding the risks and impacts of early marriage and the importance of maintaining reproductive health. Based on the pre-test results, 60% of participants had a low level of knowledge, while the post-test results indicated improvement, with 100% of participants demonstrating better understanding. This community service program proved to be effective in increasing adolescents’ understanding and awareness of the dangers of early marriage. It also served as a preventive effort to empower adolescents to make better decisions regarding their future and reproductive health.