Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Mosi Integral Yang di Usulkan Muhamad Natsir Pada Tahun 1956 Untuk Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Zainudin Hasan; Dicko Ade Aryandhana; I Nyoman Octaria Andi Saputra; Yovita Silpiani; Raudatul Zanal Al-Zahra
Jaksa : Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik Vol 2 No 3 (2024): Juli : Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jaksa.v2i3.1871

Abstract

The Integral Motion proposed by Muhammad Natsir in 1956 played a crucial role in strengthening the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). This proposal not only aims to strengthen the government's legitimacy, but also becomes a strategic instrument in maintaining political and social stability amidst post-independence political dynamics. By receiving majority support in parliament, the Integral Motion creates a strong foundation for the government to face various internal and external challenges, and accelerate the implementation of urgent policies for national development and national unity. In conclusion, Muhammad Natsir's Integral Motion in 1956 was not only a symbol of political unity, but also confirmed commitment to the integrity of the Republic of Indonesia in facing the dynamic changes of the times.
Peran Mosi Integral Yang di Usulkan Muhamad Natsir Pada Tahun 1956 Untuk Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Zainudin Hasan; Dicko Ade Aryandhana; I Nyoman Octaria Andi Saputra; Yovita Silpiani; Raudatul Zanal Al-Zahra
Jaksa : Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jaksa.v2i3.1871

Abstract

The Integral Motion proposed by Muhammad Natsir in 1956 played a crucial role in strengthening the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). This proposal not only aims to strengthen the government's legitimacy, but also becomes a strategic instrument in maintaining political and social stability amidst post-independence political dynamics. By receiving majority support in parliament, the Integral Motion creates a strong foundation for the government to face various internal and external challenges, and accelerate the implementation of urgent policies for national development and national unity. In conclusion, Muhammad Natsir's Integral Motion in 1956 was not only a symbol of political unity, but also confirmed commitment to the integrity of the Republic of Indonesia in facing the dynamic changes of the times.
Penipuan Digital Berbasis AI (Artificial Intelligence) Melalui Video Call Palsu: Tinjauan Kriminologi Kontemporer Terhadap Praktik Penipuan Online di Media Sosial I Nyoman Octaria Andi Saputra; Erna Dewi; Fristia Berdian Tamza
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6093

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam munculnya bentuk kejahatan digital yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penipuan digital berbasis AI, faktor penyebab terjadinya, serta meninjau fenomena tersebut dalam perspektif kriminologi kontemporer. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penipuan ini dipengaruhi oleh rendahnya literasi digital, tingginya kepercayaan terhadap informasi di media sosial, kemudahan akses teknologi AI, serta lemahnya pengawasan di ruang digital. Dalam perspektif kriminologi kontemporer, fenomena ini dapat dijelaskan melalui teori Social Learning, Differential Association, dan Routine Activity. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui peningkatan literasi digital, kewaspadaan masyarakat, serta penguatan pengawasan dan regulasi.