Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SKI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL DI MAN 5 GENUKWATU NGORO JOMBANG Aprillia, Devita; Burhanuddin Ridlwan
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 02 (2024): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v1i02.6232

Abstract

Varying media as a device or strategy that can be used by an educator in developing learning experiences. This media is centered on sound and images. Teachers use this media with the aim of increasing students' interest and enthusiasm for learning. Audiovisual media can attract students' interest, especially if used in SKI subjects that relate to history and past events in practice. By using this media students can minimize boredom. Therefore, educational institutions and teachers must strive to utilize this media in the learning process. Researchers determined 3 research focuses, including: 1). What is the form of audio visual media at MAN 5 Genukwatu Ngoro Jombang, 2). How to implement audio visual media to motivate student learning in SKI subjects at MAN 5 Genukwatu Ngoro Jombang, 3). What are the supporting and inhibiting factors in the use of audio-visual media in the SKI class XI MIPA 1 subject at MAN 5 Genukwatu Ngoro Jombang. In line with the title of the research, the researcher applied a case study type of research with a qualitative approach in his research. Researchers collect the necessary data through field observations, interviews with related sources, and evidence that supports the validity of the data through data documentation if necessary. Researchers achieved the following research results: 1). Class XI MIPA 1 SKI learning activities are held once a week on Mondays for 2 hours (90 minutes). When SKI lessons in class XI MIPA 1 use media or learning tools in the form of audio visuals. LCDs, projectors and speakers are often used as media. 2). By using audiovisual media, we can make students more interested in the programs being broadcast, such as films, pictures, PPT designs, etc. By showing films that are specifically related to the material being discussed, students can eliminate boredom. 3). Supporting factors for the use of audiovisual media in learning activities, first, teacher training in the use of learning media carried out by madrasa heads. The second factor is the availability of the necessary facilities. The first inhibiting factor is that there are no computers available in each class so that teachers can easily use the learning media. The second factor, if there is a clash of voices from other classes, can interfere with the explanation of the video being shown.
Pendidikan Akhlak Dari Novel Hati Suhita Oleh Khilma Anis Dan Kaitannya Pada Pendidikan Islam Masa Kini Nabilah Rosidah Junaidi; Burhanuddin Ridlwan
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 04 (2024): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v1i4.6719

Abstract

Dalam mata pelajaran moral, manusia sebagai makhluk beretika memiliki kewajiban untuk melaksanakan dan mempertahankan moral yang tepat dan menghindari serta meninggalkan moral yang buruk. lembaga pendidikan memasukkan pelatihan etika sebagai bagian dari Pendidikan agama Islam (PAI) Pendidikan moral tidak cukup hanya menerapkan teori saja, melainkan memerlukan contoh dan praktiknya. Oleh karena itu, ada kesan bahwa saat ini diperlukan adanya media yang menunjang proses pembelajaran moral siswa. Novel adalah salah satu jenis prosa yang diceritakan melalui cerita. Walaupun merupakan novel fiksi, namun mampu menggugah minat pembacanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pendidikan moral yang terdapat dalam novel Hati Suhita oleh Khilma Anis dan bagaimana kaitannya dengan pendidikan agama Islam modern. Peneliti menggabungkan metode dari studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip moral dalam novel tersebut meliputi berdoa, berinfak, bersabar, mengendalikan amarah, bersikap jujur, bekerja keras, dan berakhlak kepada orang tua dan masyarakat. Para peneliti juga menemukan bahwa novel Hati Suhita, sebuah novel yang memiliki banyak gagasan mulia dan alur cerita yang menarik yang bertujuan untuk menggerakkan pembaca, memiliki potensi untuk menjadi media alternatif untuk pendidikan moral. Selain itu, prinsip-prinsip moral dalam novel ini selaras dengan konten moral PAI yang mengacu pada KMA. Oleh karena itu, buku ini dianggap relevan dengan pengajaran agama Islam saat ini.
Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural Perspektif Al-Qur’an Surah Al-Hujurat Ayat 9-13 Aldi Huseini Milyanto; Burhanuddin Ridlwan
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 04 (2024): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v1i4.6801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami esensi nilai-nilai pendidikan multikultural dari perspektif Al-Qur'an, khususnya Surah Al-Hujurat ayat 9-13, kemudian merangkum esensi nilai-nilai dalam Al-Qur'an untuk menggali makna mendalam tentang keragaman, toleransi, dan kerjasama antarindividu dan kelompok dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah maudlu’i dengan pendekatan kualitatif, memungkinkan analisis mendalam terhadap konteks dan implikasi nilai-nilai pendidikan multikultural dalam Al-Qur'an. Surah Al-Hujurat ayat 9-13 dipilih karena memberikan landasan kuat bagi prinsip inklusivitas, penghormatan terhadap perbedaan, dan pentingnya kerjasama dalam masyarakat harmonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an menawarkan pandangan inklusif tentang keberagaman manusia dan nilai-nilai yang harus ditanamkan dalam pendidikan. Penelitian ini juga memberikan wawasan tentang aplikasi nilai-nilai pendidikan multikultural dalam konteks pendidikan Islam, termasuk pengembangan kurikulum inklusif, metode pembelajaran berbasis keberagaman, serta pembentukan sikap dan keterampilan interkultural peserta didik agar menjadi agen perubahan positif. Selain itu penelitian menetapkan dua fokus penelitian, meliputi bagaimana konsep Al-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 9-13? dan Apa saja nilai-nilai pendidikan multikultural yang terkandung dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 9-13?. Penelitian ini berkontribusi signifikan pada pemahaman pentingnya nilai-nilai pendidikan multikultural dalam Islam dan memberikan panduan praktis bagi pendidikan yang berorientasi pada inklusivitas dan kedamaian sesuai ajaran Al-Qur'an.
Implementasi Program Adiwiyata Pada Pengolahan Sampah Berbasis Handycraft Dalam Meningkatkan Karakter Muslim Peduli Lingkungan Intan Fitri Ariani; Burhanuddin Ridlwan
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 01 (2026): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v3i01.11379

Abstract

Masalah lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, menjadi isu global yang mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Program Adiwiyata pada pengolahan sampah berbasis handycraft dalam meningkatkan karakter kepedulian siswa di MTs Miftahul Ulum Jarakkulon Jogoroto Jombang. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Adiwiyata telah diterapkan secara menyeluruh, mulai dari pemilahan sampah, penyediaan sarana terpilah, hingga pemanfaatan limbah menjadi produk kreatif dalam program handycraft. Program handycraft ini menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kreativitas, kedisiplinan, dan kepedulian lingkungan pada siswa. Kegiatan dilakukan secara rutin dan kolaboratif, serta didukung oleh kebijakan sekolah dan keterlibatan guru. Melalui proses ini, siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, program ini tidak hanya berhasil mengurangi limbah, tetapi juga membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan.
NILAI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER SURAH LUQMAN AYAT 12–15 DALAM PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Muhamad Sahrial Hidayat; Burhanuddin Ridlwan
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.888

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh.tantangan pendidikan.Islam kontemporer.yang. menghadapi krisis.moral, menurunnya sikap.hormat kepada.orang tua dan.guru, serta lemahnya tanggung.jawab peserta didik. Kondisi ini menunjukkan.pentingnya penguatan pendidikan karakter yang.bersumber dari Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan.untuk mendeskripsikan nilai-nilai.pendidikan karakter dalam Al-Qur’an Surah.Luqman ayat 12–15 serta menjelaskan.relevansinya dalam pendidikan.Islam kontemporer. Penelitian ini.dilakukan dengan pendekatan.kualitatif melalui studi.pustaka. Data utama yang.digunakan adalah.Al-Qur’an Surah.Luqman ayat.12–15.beserta beberapa kitab.tafsir, sedangkan data.pendukung diperoleh dari.buku.dan jurnal.yang membahas tentang.pendidikan karakter.dan pendidikan Islam. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai.pendidikan karakter dalam Surah Luqman ayat 12–15 meliputi.tauhid sebagai fondasi.keimanan, sikap syukur kepada.Allah, serta berbakti kepada.orang tua. Nilai-nilai tersebut mencerminkan pendidikan.yang menyeluruh karena mencakup aspek.spiritual, moral, dan sosial. Nilai pendidikan karakter.dalam Surah Luqman ayat.12–15 sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan Islam kontemporer guna membentuk generasi yang beriman, berakhlak.mulia, dan bertanggung.jawab.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN SIKAP DISIPLIN SISWA KELAS VII SMP AL-FURQON MADRASATUL QUR’AN TEBUIRENG JOMBANG Muhammad 'Alamulhuda; Burhanuddin Ridlwan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50370

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) teachers bear responsibilities that exceed those of conventional instructors, particulary in pesantren-based school settings where religious values are not merely taught in classroom but lived throughout the day. This study aims to critically analyze the role of PAI teachers in improving the disciplinary attitudes of seventh-grade students at SMP Al-Furqon Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang through three core questions: (1) how PAI teachers instill discipline-related values in students; (2) how students’ disciplinary attitudes have improved; and (3) what factors support or hinder this role. A qualitative case study design was employed. Data were gathered through participatory observation, in-depth interviews, and documentation involving the school principal, the PAI teacher, and seventh-grade students. Analysis followed the Miles and Huberman interactive model, validated through source, technique, and time triangulation. Findings reveal that the PAI teacher’s role in shaping student discipline operates through five mutually reinforcing pathways: exemplary conduct (uswah hasanah), integration of Islamic values into all learning content, habituation strategies combined with reflective discussion, personal guidance that is educational and persuasive in nature, and the integration of worship with academic responsibility. The impact is visible in students’ gradual progression from extrinsic discipline, rooted in fear of sanctions, toward intrinsic discipline grounded in spiritual awareness and moral responsibility before Allah SWT. Supporting factors include the pesantren’s religious ecosystem, integrative institutional policies, and teacher-parent collaboration; primary obstacles include heterogeneous student character backgrounds, adaptation pressures as new santri, and peer influence.
STRATEGI GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MENANAMKAN AKHLAKUL KARIMAH DI MADRASAH ALIYAH SALAFIYAH SYAFI’IYAH TEBUIRENG JOMBANG Romadhon, Achmad Ainur; Burhanuddin Ridlwan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50736

Abstract

This study investigates the strategies employed by Aqidah Akhlak teachers in instilling akhlakul karimah (noble character) among students at Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Jombang. The research departs from a critical gap between the idealized objectives of Islamic education, which place character formation at its very core, and observable classroom realities where students conduct frequently falls short of akhlakul karimah standards. The study aims to describe the teachers' strategies, identify supporting and inhibiting factors, and analyze outcomes of strategy implementation on students' moral development. A qualitative approach with a case study design was employed, with data gathered through non-participant observation, in-depth interviews with the school principal, Aqidah Akhlak teachers, and students, and documentation review. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model (data reduction, data display, and conclusion drawing), while data validity was ensured through source and method triangulation. Results reveal that Aqidah Akhlak teachers implement three interlocking strategies: exemplary conduct (keteladanan), habituated practice (pembiasaan), and moral value integration within the learning process. Rather than operating separately, these strategies reinforce one another in addressing the cognitive, affective, and psychomotor dimensions of character formation simultaneously. Supporting factors include the madrasah's religious environment, institutional policies and programs, teacher commitment, and parental collaboration; inhibiting factors encompass student background heterogeneity, external social influences, limited instructional time, and insufficient parental supervision at home. The study concludes that consistently and synergistically applied strategies yield sustained internalization of akhlakul karimah, effectively bridging the gap between moral knowledge and lived character.
NILAI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER SURAH AL-BAQARAH AYAT 155-157 Imam Bohri Idris; Burhanuddin Ridlwan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52582

Abstract

This study is motivated by the importance of character education in shaping students’ personalities with noble morals amid various challenges of life. The Qur’an, as the main source of Islamic teachings, contains many character education values that can serve as a foundation for daily life. One of the verses containing these values is Surah Al-Baqarah verses 155–157, which explain life’s trials and the attitudes of believers in facing them. This study aims to examine and describe the character education values contained in Surah Al-Baqarah verses 155–157 and their relevance to life and Islamic education. The research method used in this study is library research with a qualitative approach and the maudhu’i (thematic interpretation) method. The data were obtained from the Qur’an, tafsir books, books, journals, and other scientific sources relevant to character education. The data analysis technique was conducted by collecting verses related to the themes of life trials and human character, then analyzing them deeply to obtain a comprehensive understanding. The results of the study show that Surah Al-Baqarah verses 155–157 contain character education values such as patience and sincerity in facing life’s trials. The value of patience is reflected in steadfastness, not giving up easily, and having trust in Allah SWT. Meanwhile, the value of sincerity is reflected in accepting Allah’s decrees wholeheartedly and surrendering oneself completely to Him. These two values play an important role in forming individuals who are strong, calm, and possess noble character. In conclusion, the character education values contained in Surah Al-Baqarah verses 155–157 are highly relevant to be applied in life and education. These verses can serve as a foundation in shaping students’ character so that they possess strong faith, patience, sincerity, and the ability to face various life challenges wisely in accordance with Islamic teachings.
IMPLEMENTASI METODE WAHDAH DALAM MENINGKATKAN HAFALAN AL- QUR’AN SANTRI DI PONDOK PESANTREN BABUSSALAM KALIBENING MOJOAGUNG JOMBANG Usmanto; Burhanuddin Ridlwan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.56800

Abstract

The ability to read the Qur'an well and correctly is one of the basic competencies that every student must have. However, in practice, many students are still found to experience errors in tajwid, makharijul huruf, and reading fluency. Inappropriate learning methods are often one of the factors causing low reading quality. This study aims to describe the Implementation of the Wahdah Method in Improving the memorization of the Qur'an of Students at the Babussalam Kalibening Mojoagung Jombang Islamic Boarding School. This study uses a qualitative approach with a descriptive type. The results of the study show that the implementation of learning using the wahdah method in improving the memorization of the Qur'an at the Babussalam Kalibening Mojoagung Jombang Islamic Boarding School is carried out through several stages, namely: the teacher reads/exemplifies the reading first repeatedly, then the students imitate the reading that has been read by the teacher in groups, then the teacher appoints the students to read one by one or by coming forward in front of him. Supporting factors for learning using the Wahdah method to improve Quran memorization include teachers with clear sanads, innovative and interactive teachers, and a conducive environment. Inhibiting factors include a lack of motivation within the students themselves, a lack of communication between teachers and students, and differences in understanding among the students.