Program pengabdian masyarakat melalui KKN Internasional ini dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Sungai Buloh, Selangor, Malaysia, dengan tujuan untuk memperkuat literasi, numerasi, dan karakter siswa Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengikuti pendidikan nonformal. Program berlangsung selama 28 hari dan melibatkan dosen serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai fasilitator. Pendekatan partisipatif digunakan agar siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran melalui kegiatan terintegrasi yang mengimplementasikan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara informal, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan seperti Sanggar Sungai Buloh Sehat (S3), Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia, dan Pekan Cinta Bahasa berkontribusi signifikan terhadap peningkatan literasi baca–tulis, literasi visual, dan numerasi sederhana siswa. Selain itu, terjadi penguatan karakter religius, gotong royong, mandiri, kreatif, berkebinekaan global, dan bernalar kritis dalam aktivitas pembelajaran. Kegiatan kebangsaan juga meningkatkan rasa nasionalisme dan identitas sebagai pelajar Indonesia di luar negeri. Meskipun terdapat tantangan berupa keterbatasan sarana dan variasi kemampuan akademik, inovasi pembelajaran yang dilakukan mahasiswa berhasil menciptakan atmosfer belajar yang lebih inklusif dan bermakna. Secara keseluruhan, program ini membuktikan bahwa implementasi Profil Pelajar Pancasila dapat efektif di lingkungan pendidikan nonformal melalui pendekatan kolaboratif dan kontekstual.