Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN 1 BOKORI Daur Rahmat; Barlian; Uge, Sarnely
Jurnal Ilmiah Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pembelajaran Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: 1) untuk meningkatkan aktivitas mengajar guru melalui penerapan model Problem Based Learning pada tema 1 Indahnya Kebersamaan di kelas IV SD Negri 1 Bokori. 2) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning pada tema 1 Indahnya Kebersamaan di kelas IV SD Negri 1 Bokori. 3) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 1 Indahnya Kebersamaan melalui penerapan model Problem Based Learning di kelas IV SD Negri 1 Bokori. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan evaluasi, dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN 1 Bokori, dengan siswa laki-laki 6 orang dan siswa perempuan 8 orang. Analisis data hasil belajar siswa diperoleh, pada siklus I ketuntasan belajar siswa sebesar 8 orang atau 57,14% dan persentase tidak tuntas sebesar 6 orang atau 42,86% dengan nilai rata-rata 68. Sedangkan pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 12 orang atau 85,71% sedangkan persentase tidak tuntas sebesar 2 orang atau 14,29% dengan nilai rata-rata siswa 85, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Tema 1 Indahnya Kebersamaan Kelas IV SDN 1 Bokori.
Stabilitas Bahan Kontrol Buatan Sendiri Untuk Pemeriksaan Hemoglobin Astriani, Ranti Dwi; Nuraeni, Hanny Siti; Barlian; Hamtini
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jomlr.v3i1.828

Abstract

Pemantapan Mutu Laboratorium bertujuan menjamin ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium. Di bidang hematologi, pemeriksaan hemoglobin merupakan beban kerja utama, maka diperlukan suatu bahan kontrol yang selalu tersedia. Salah satu aspek pemantapan kualitas laboratorium adalah penggunaaan bahan kontrol sebagai pemantauan kinerja pemeriksaan. Di negara berkembang, ketidaktersediaan dan harga bahan kontrol komersial menjadi masalah tersendiri. Bahan kontrol buatan sendiri dapat menjadi alternatif untuk memangkas biaya kendali mutu pemerikasaan laboratorium. Bahan kontrol buatan sendiri berasal dari 2 kantong darah yang dibuat menjadi hemolisat dengan kadar hemoglobin rendah, normal, dan tinggi, kemudian masing-masing ditentukan kadarnya menggunakan rerata ± standar deviasi. Selanjutnya, dilakukan uji homogenitas dan uji stabilitas untuk mengetahui apakah hemolisat (kontrol Hb) yang telah dibuat stabil dan homogen sehingga layak dijadikan bahan kontrol Hemoglobin. Pada bahan kontrol buatan sendiri kadar Hb rendah yaitu 5,4-5,6 g/dL, Hb normal 12,48-12,60, dan Hb tinggi 16,27-16,40 sedangkan pada kontrol Hb yang berasal dari pabrikan, kadar Hb rendah 5,2-5,8 g/dL, Hb normal 12,2-13,2 g/dL, dan Hb tinggi 15,9-17,3 g/dL. Uji homogenitas dan stabilitas menunjukan bahwa baik hemolisat maupun pabrikan memberikan hasil uji homogen dan stabil. Perbedaan bermakna terdapat pada nilai homogenitas dan stabilitas Hb rendah antara Hemolisat dan pabrik (Sig.000) sedangkan nilai homogenitas dan stabilitas Hb normal dan tinggi pada hemolisat dan pabrik tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Bahan kontrol buatan sendiri dengan kadar Hb rendah, normal, dan tinggi didapatkan homogen dan stabil. Uji t independen menunjukan adanya perbedaan bermakna kadar Hb rendah antara hemolisat dan pabrikan.
Unmasking P.T. Barnum: A Character Study of the Greatest Showman Barlian; I Wayan Juniartha
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.7665

Abstract

This study analyzes the character development of P.T. Barnum in The Greatest Showman (2017) using Egri’s (1960) three-dimensional character theory, physiological, sociological, and psychological, and is supported by Kenny’s (1966) narrative coherence framework. Employing a descriptive qualitative method, the study examines nine selected scenes that represent the beginning, middle, and end of the film. The analysis is conducted in a multimodal manner, integrating verbal elements (dialogue, narration) and visual cues (gestures, posture, costumes, facial expressions). Findings indicate that Barnum’s character transformation is balanced across three aspects: physiological (33.3%), sociological (33.3%), and psychological (33.4%). His physical appearance evolves from a playful child to a confident showman and finally to a humble family man. Sociologically, his pursuit of social status leads to internal conflict and distancing from his original community. Psychologically, Barnum's ambition and insecurity drive his decisions until he eventually finds emotional resolution. The study demonstrates how Egri’s and Kenny’s theories can be integrated to provide a comprehensive understanding of character construction in film. These findings offer theoretical contributions to character and narrative analysis, and practical insights for film studies, media education, and applied linguistics.
Sistem Deteksi Emosi Wajah pada Sesi Konseling Menggunakan CNN Fully Connected dengan Landmark Mediapipe Haikal; Putri, Rekyan; Barlian
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 12 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kesehatan mental merupakan isu penting yang memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas individu. Di Indonesia, jumlah psikolog klinis masih sangat terbatas, yaitu sekitar 2.808 orang untuk melayani lebih dari 270 juta penduduk berdasarkan data Ikatan Psikolog Klinis Indonesia tahun 2022, sehingga jauh di bawah rekomendasi WHO. Kondisi ini mendorong keterlibatan sukarelawan non-profesional dalam layanan konseling yang sering mengalami kesulitan dalam mengenali emosi konseli secara tepat. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi emosi wajah berbasis webcam untuk membantu proses konseling secara lebih objektif. Sistem memanfaatkan ekstraksi landmark wajah menggunakan MediaPipe serta model CNN Fully Connected sebagai metode klasifikasi yang ringan dan sesuai untuk perangkat dengan keterbatasan komputasi seperti Raspberry Pi. Pengujian dilakukan menggunakan dataset CK+ dan uji langsung pada 20 responden. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa rasio data latih dan uji 80:20 menghasilkan performa terbaik dengan akurasi pelatihan 81% serta nilai precision, recall, dan F1-score di atas 74%. Implementasi pada Raspberry Pi menghasilkan akurasi 43,75% pada uji gambar cetak dan meningkat menjadi 66,19% pada simulasi sesi konseling. Hasil ini menunjukkan potensi sistem dalam mendukung konselor non-profesional memahami emosi konseli.