Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN DAN UPAYA ORANGTUA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI MILLENIAL GOOD CITIZENSHIP DI DESA TANJUNGANOM Mori Dianto; Ahmad Nur Hidayat; Sakina T.A Harahap; Citra Aulia Amanda; Sabila Pratiwi; Daffa Dhiba Oesraini; Siti Khadijah; Taufik Hilmi; Yosita Hazrin; Luthfia Aina Salsabila Parinduri; Syahrani Lubis; Seri Rahmadani
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dan upaya orangtua dalam mewujudkan generasi millenial yang good citizenship di Desa Tanjung Anom. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada beberapa masyarakat dari desa Tanjung Anom mengenai bagaimana peran orangtua dalam mewujudkan generasi good citizenship ditemukan bahwa para orangtua memiliki cara dan strategi yang berbeda- beda dalam mendidik anaknya untuk mewujudkan generasi millenial yang Good Citizenship, yaitu dengan cara : 1. Peran dan upaya orangtua sebagai sosok penting dalam memberikan arahan kepada anaknya. 2. Orang tua sebagai sosok yang menjadi contoh dan panutan bagi anaknya. 3. Orang tua mempunyai tanggung jawab yang besar atas nilai moral dan pendidikan anaknya. 4. Orang tua menjadi fasilitator dalam memenuhi kebutuhan hidup anaknya terutama memfasilitasi untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan meneruskan pendidikan. Hampir seluruh orang tua yang di wawancarai, mereka mampu mendidik anak dengan baik, dimana masing-masing orang tua mempunyai strategi tersendiri untuk membentuk anaknya menjadi generasi yang good citizenship.
PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP ANAK STUNTING MELALUI BUDIDAYA IKAN LELE DALAM GALON BEKAS DI DESA BULAN Irfan Syarif Nur Hidayat; Indriyani Indriyani; Khoirul Madzkuroh; Kharistia Capriati; Ikhwan Ariq Rifqih; Putri Wafa Lubnayya; Silvi Chifdziyatul Aini; Sri Ma'rifatul Hidayatullah; Ahmad Nur Hidayat; Risa Akrhomatul Azizah; Riyadi Akmal Hafid Setiawan; Widad Wafiah; Moh Alfi Muhajirin
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i2.4024

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama dan dapat berdampak pada pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif anak. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis sumber protein lokal yang mudah diakses dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program PMT melalui budidaya ikan lele dalam galon bekas sebagai solusi untuk meningkatkan status gizi anak stunting di Desa Bulan, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Program ini melibatkan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), pemerintah desa, kader posyandu, serta ibu-ibu PKK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya ikan lele dalam galon bekas dapat menjadi solusi praktis dalam menyediakan sumber protein tinggi bagi anak-anak stunting. Selain itu, program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan pemanfaatan limbah rumah tangga secara inovatif. Dengan adanya program ini, diharapkan angka stunting dapat ditekan, serta masyarakat dapat lebih mandiri dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak mereka.
PERBEDAAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA PADA SISWA ABK (ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS) DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Ahmad Nur Hidayat; Ima Fitri Sholichah
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v20i1.9483

Abstract

Background: Stigma in society regarding gender is something that has various characteristics, both female and male. Likewise in terms of social support, women who are often considered gentle, and men who are often considered more assertive, can provide social support to ABK (Children with Special Needs) students differently. Objective: The purpose of this study was to empirically determine the differences in Peer Social Support for ABK (Children with Special Needs) Students Reviewed from Gender. Method: This study involved the population of Public Elementary Schools in Surabaya that permitted research with accidental sampling techniques, obtaining 114 respondents. Data was collected using a social support questionnaire and biodata to determine the respondents' gender. Result: Based on the results of the hypothesis testing, the Mann-Whitney test score was obtained with a p-value of 0.209, meaning that there was no significant difference between peer social support for ABK (Children with Special Needs) students of female and male gender. Conclusion: The findings of this study are narrowed down from previous studies, namely here focusing on peer social support.