Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK RUMPUT KNOP (HYPTIS CAPITATA JACQ) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS SUKARTI; ILMIATI ILLING; FITRAH NURUL IMAN
Cokroaminoto Journal of Chemical Science Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar total senyawa flavonoid dari ekstrak daun rumput knop (Hyptis capitata jacq). Daun rumput knop (Hyptis capitata jacq) adalah salah satu tumbuhan yang memiliki banyak khasiat yang dipercaya oleh masyarakat Suku Toraja di Desa Taripa Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan sebagai obat demam, luka terbuka, sakit kepala, sakit perut maupun diabetes. Salah satu senyawa yang terkandung pada Hyptis capitata jacq adalah flavonoid. Senyawa flavonoid berfungsi sebagai antioksidan. Metode penelitian ini melalui preparasi sampel, ekstraksi sampel menggunakan etanol 96%, kemudian uji kadar menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan kuersetin sebagai larutan standar. Hasil penelitian kadar flavonoid diperoleh 35.09 mg/L atau setara dengan 0,003509%.
ANALISIS KANDUNGAN SENYAWA KIMIA DARI EKSTRAK METANOL DAUN AKAR BULU (Merremia vitifolia) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI FT-IR WISNU, DWI SANDA; sukarti; Illing, Ilmiati; Nurasia; Hamdani, Ulfa Zakiyah; Ismail, Nurmalasari
Cokroaminoto Journal of Chemical Science Vol. 7 No. 1 (2025): Februari - Juli
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan senyawa kimia dari ekstrak metanol Daun Akar Bulu (Merremia Vitifolia) dengan menentukan gugus fungsi menggunakan FT-IR. Tanaman Akar Bulu yang berasal dari Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, telah digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk penyembuhan luka diabetes melitus. Penelitian ini diawali dengan mengekstraksi serbuk Daun Akar Bulu menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol p.a selama 3×24 jam. Ekstrak yang diperoleh disaring dan diuapkan menggunakan rotary evapurator hingga diperoleh ekstrak kental. Analisis FT-IR menunjukkan keberadaan gugus fungsi menunjukkan adanya gugus fungsi OH, CH alifatik, metilen (CH2), metil (CH3), C=C aromatik, C=O, C-N, C-O-C, C-O alkohol dan C-H aromatik. Hasil ini mengidentifikasikan bahwa ekstrak Daun Akar Bulu mengandung senyawa kimia yang berpotensi sebagai agen bioaktif.
UJI PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA BERAS MERAH SEKO (VARIETAS DAMBO) DAN BERAS MERAH TORAJA (VARIETAS SEMANDI) Ilmiati Illing; Dewi; Suhaeni; Nurmalasari
Cokroaminoto Journal of Chemical Science Vol. 8 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras merah merupakan salah satu pangan fungsional yang memiliki kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan, termasuk dalam pengendalian kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar glukosa pada beras merah Seko varietas Dambo dan beras merah Toraja varietas Semandi serta menentukan varietas yang berpotensi direkomendasikan bagi penderita diabetes melitus. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biokimia Fakultas Sains Universitas Hasanuddin menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penentuan kadar glukosa dilakukan dengan metode Somogyi-Nelson melalui tiga kali pengulangan pengujian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar glukosa beras merah Seko berkisar antara 0,25–0,36% dengan rata-rata sebesar 0,31%, sedangkan kadar glukosa beras merah Toraja berkisar antara 1,61–1,74% dengan rata-rata sebesar 1,67%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa beras merah Toraja memiliki kadar glukosa yang lebih tinggi dibandingkan beras merah Seko. Rendahnya kadar glukosa pada beras merah Seko varietas Dambo menunjukkan potensi yang lebih baik sebagai alternatif pangan bagi individu yang memerlukan pengendalian asupan glukosa, termasuk penderita diabetes melitus. Penelitian lebih lanjut mengenai indeks glikemik, kandungan serat, dan senyawa bioaktif diperlukan untuk mendukung pemanfaatan beras merah Seko sebagai pangan fungsional.