Wijayanto , Punto
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Metrik Serial Humaniora dan Sains

OPTIMALISASI PERMEABILITAS PADA RANCANGAN BANGUNAN TRANSIT HUB DI KAWASAN TOD JUANDA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEKSTUAL Nityasa Kirana, Kinantya; Budi Purnomo, Agus; Wijayanto , Punto; Widiarso , Tulus
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan transit hub dalam kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) memiliki peran penting sebagai simpul transportasi dan integrator aktivitas perkotaan. Artikel ini membahas bagaimana optimalisasi aspek permeabilitas diterapkan dalam perancangan Transit Hub di kawasan TOD Juanda dengan pendekatan arsitektur kontekstual. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, memadukan analisis desain proyek tugas akhir dengan teori dan studi preseden. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa permeabilitas, baik fisik maupun visual, berkontribusi besar terhadap kualitas sirkulasi pejalan kaki, konektivitas antar zona fungsi, serta integrasi bangunan dengan lingkungan sekitarnya.
IDENTIFIKASI KESELARASAN PRINSIP POLA DAN BENTUK BIOMORFIK PADA ARSITEKTUR BIOFILIK DENGAN PENGEMBANGAN BANGUNAN MIXED-USE Nur Syah, Azzahra; Inavonna, Inavonna; Wijayanto , Punto; Widiarso, Tulus
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Bangunan Mixed-Use pada Kawasan sebagai penunjang terkait fasilitas umum serta fasilitas sosial dalam menghidupkan suatu Kawasan. Dalam konteks pengembangan bangunan mixed-use pada Kawasan dengan menggunakan pendekatan arsitektur biofilik yang memfokuskan pada prinsip pola dan bentuk biomorfik. Sebagaimana prinsip ini menentukan terkait pembentukan pola serta tekstur pada lingkungan serta menjadi komponen dekoratif dalam pengembangan desain masif. Artikel ini membahas terkait keselarasan pengembangan rancangan bangunan mixed-use dengan prinsip pola dan bentuk biomorfik. Melalui analisis studi kasus serta tinjauan literatur pada artikel ini, memberikan tujuan dalam penambahan wawasan terkait penerapan prinsip pola dan bentuk biomorfik pada bangunan mixed-use.
PENILAIAN PENERAPAN KONSEP TOD PADA KAWASAN TOD DUKUH ATAS JAKARTA Sanubari , Amar Fikri; Purnomo , Agus Budi; Wijayanto , Punto; Puspitahidayat, Kasya Nasika
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia, khususnya di Kota Jakarta, memberikan tekanan besar terhadap kebutuhan transportasi dan aksesibilitas yang mudah menuju berbagai lokasi. Tingginya kepadatan penduduk dan dominasi penggunaan kendaraan pribadi telah menimbulkan permasalahan kepadatan lalu lintas yang signifikan. Data menunjukkan bahwa dari 47,5 juta pergerakan orang di Jakarta, sekitar 39,16% merupakan pengguna kendaraan bermotor aktif, sedangkan hanya 24% masyarakat yang aktif menggunakan transportasi umum. Sebagai respons terhadap permasalahan ini, konsep Transit Oriented Development (TOD) hadir sebagai pendekatan perencanaan yang mengintegrasikan transportasi dan penggunaan lahan dengan tujuan memaksimalkan efisiensi angkutan umum serta mendukung mobilitas berjalan kaki dan bersepeda. TOD mengedepankan pembangunan kawasan di sekitar titik transit dengan meningkatkan aksesibilitas, konektivitas, dan kepadatan pemanfaatan lahan guna memperbaiki peremajaan kota dan penggunaan moda transportasi massal. Penelitian ini mengevaluasi penerapan prinsip-prinsip TOD pada Kawasan Dukuh Atas di Jakarta berdasarkan standar 3.0 yang dikeluarkan oleh Institute for Transportation and Development Policy (ITDP). Metode kuantitatif digunakan dengan penilaian terhadap 25 metrik yang mencakup 8 prinsip utama TOD. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan kawasan TOD Dukuh Atas memiliki poin 73/100 yang mana sudah masuk dalam kategori kawasan tod dengan peringkat Silver.