Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Nilai-Nilai Kristiani Untuk Membentuk Etika Berpendapat Dalam Platform Media Sosial Di Kelas 9 SMP Tunas Muda Berkarya Heeng, Go; Meri, Marlina; Pertiwi, Sri; Gulo, Moralman; Gea, Kristiani; Nazara, Elybeth; Bangun, Susana Sianari; Saleleubaja, Lewis; Rajagukguk, Rosdiana; Batee, Bernada Nidarmawati; Sitorus, Nelva; Panggabean, Mega Lina; Marpaung, Sintia Anjelina
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1158

Abstract

Etika merupakan ungkapan perilaku atau tindakan seseorang yang menentukan seseorang tersebut beraklak mulia atau tidak. Sangat penting etika yang baik dimiliki oleh setiap orang terlebih dalam berinteraksi atau komunikasi diplatfrom media sosial yang marak diakses oleh semua orang saat ini. Dengan demikian, Tim Pengbadian kepada masyarakat mengadakan sebuah sosialisasi tentang nilai-nilai kristiani sebagai bentuk pembinaan bagi peserta didik agar memiliki etika yang benar seturut dengan kaidah kekristenan. Sehingga melalui kegiatan ini diharapkan peserta didik mampu menuangkan komentar atau pendapat dimedia sosial dengan sikap yang benar dan etika yang baik. Dalam penyelengaraan kegiatan PkM ini dilaksanakan dengan tiga tahapan yakni, Pertama, Tim PkM melakukan observasi pada mitra kegiatan yaitu SMP Tunas Muda Berkarya dengan tujuan mendengar secara langsung kebutuhan lapangan sehingga kegiatan dapat relevan. Kedua, melakukan kegiatan sosialisasi dimulai dari ibadah, menjelaskan bahan materi, diskusi dan terakhir sesi tanya jawab. Ketiga, mengevaluasi dengan responden 58 orang dengan jawaban sangat setuju, 49.32 %, Setuju. 37.9%, Kurang setuju, 3.44 % dan Tidak Setuju, 0.34%. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta didik mampu memahami dan menerapkan etika yang benar sesuai dengan nilai-nilai kristiani ketika berpendapat didalam platform media sosial maupun dilingkungan sekitar secara nyata.
PELATIHAN LITERASI DIGITAL BAGI GURU UNTUK MENINGKATKAN DIGITAL PEDAGOGIK DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH PERMATA HARAPAN 2 BATAM Purba, Benteng Martua Mahuraja; Noyita, Efvi; Nababan, Yunira; Silaban, Elfrida Elena Br; Siregar, Viktor Deni; Harahap, Hanyta Priscila; Christuver, Matias; Pertiwi, Sri; Hutagalung, Fauzi; Sitompul, Juni Romaito; Simanjuntak, Meliana Agustina; Panjaitan, Rini Herniati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.13148

Abstract

Guru sebagai pendidik yang sangat berperan penting dalam dunia pendidikan tentunya harus mempersiapkan diri baik itu dalam hard skill dan soft skill. Penggunaan media pembelajaran dan teknologi pada zaman ini bagi guru harus dapat disama ratakan dengan perkembangan zaman sehingga dapat memenuhi kebutuhan proses pembelajaran bagi peserta didik. Dengan demikian pelatihan penggunaan media dan teknologi bagi guru sangatlah penting, oleh karenanya PKM ini disusun dan dilaksanakan untuk membantu para Guru yang ada di Sekolah Permata Harapan 2 Batam. Dalam menggunakan Media dan Teknologi. Hasil yang diperoleh melalui kegiatan ini ialah menghasilkan para guru yang ahli menggunakan media dan teknologi dalam proses pembelajaran yang inovatif dan efesien.
From Bethlehem to the Classroom: An Incarnational Paradigm for Christian Early Childhood Education Gunawan; Pertiwi, Sri
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2: March 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/grkdde11

Abstract

This article develops an incarnational pedagogical paradigm for Christian early childhood education, grounded in the biblical narrative of the Incarnation as presented in Luke 2:1-20 and John 1:14. Employing a constructive theological method, the study integrates exegetical analysis of the selected biblical texts with contemporary educational theory and developmental psychology to formulate a holistic framework for children aged 0-6. Four interconnected dimensions are proposed: pedagogy as hospitality, curriculum as narrative participation, assessment as gift and growth, and community as the primary site of formation. The study argues that the Incarnation, understood as God's embodied presence in Jesus Christ, fundamentally reorders the logic of Christian education by displacing cognitive-centered and performance-driven models in favor of a framework centered on embodiment, relational presence, and prevenient grace. Children are affirmed as imago Dei, possessing intrinsic dignity and spiritual capacity prior to any academic achievement. The study concludes that when incarnational theology fully inhabits educational practice, the Christian classroom becomes a modern Bethlehem, a sacred space where divine love is made concretely real in the lives of young children and where the church reclaims its formative role in holistic child development. Keywords: incarnational theology; Christian early childhood education; embodied pedagogy; imago Dei; spiritual formation Abstrak Artikel ini mengembangkan paradigma pedagogis inkarnasional untuk pendidikan anak usia dini Kristen, yang berlandaskan pada narasi Alkitab tentang Inkarnasi sebagaimana tertuang dalam Lukas 2:1-20 dan Yohanes 1:14. Dengan menggunakan metode teologi konstruktif, penelitian ini mengintegrasikan analisis eksegesis teks Alkitab yang dipilih dengan teori pendidikan kontemporer dan psikologi perkembangan untuk merumuskan kerangka holistik bagi anak usia 0-6 tahun. Empat dimensi yang saling terhubung diusulkan, yakni pedagogi sebagai keramahtamahan, kurikulum sebagai partisipasi naratif, penilaian sebagai anugerah dan pertumbuhan, serta komunitas sebagai ruang pembentukan utama. Penelitian ini berargumen bahwa Inkarnasi, yang dipahami sebagai kehadiran Allah yang menjelma dalam diri Yesus Kristus, secara fundamental menyusun ulang logika pendidikan Kristen dengan menggeser model yang berpusat pada kognisi dan berorientasi kinerja, menuju kerangka yang berpusat pada penjelmaan, kehadiran relasional, dan anugerah yang mendahului. Anak-anak diteguhkan sebagai imago Dei, yang memiliki martabat intrinsik dan kapasitas spiritual sebelum pencapaian akademis apa pun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketika teologi inkarnasional sepenuhnya menghuni praktik pendidikan, ruang kelas Kristen menjadi Betlehem modern, yakni ruang sakral di mana kasih ilahi diwujudkan secara nyata dalam kehidupan anak-anak usia dini, dan di mana gereja kembali mengemban perannya dalam pengembangan anak secara holistik. Kata Kunci: teologi inkarnasional; pendidikan anak usia dini Kristen; pedagogi terwujud; imago Dei; pembentukan spiritual