Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pelatihan Remaja Perempuan Untuk Kehamilan Yang Sehat dan Generasi Hebat di PP Putri Wahid Hasyim Bangil Fariska Zata Amani; M. Dwinanda Junaedi; Fritria Dwi Anggraini; Dwi Handayani; Rosda Rodhiyana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1263

Abstract

Latar belakang: Pondok Pesantren Wahid Hasyim Bangil merupakan salah satu pondok pesantren ternama di wilayah Jawa Timur. Menurut hasil pengamatan dari tim pengusul, informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja yang tidak memadai. Kurangnya pelajaran dan pemahaman tentang psikologi remaja di kalangan santri dan terjadinya pernikahan di usia muda padahal anak-anak masih bersekolah dan mereka cenderung belum siap lahir dan batin. Metode: Penyuluhan mengenai pemberian materi terkait kesehatan reproduksi dan cara berperilaku sehat bagi remaja oleh penyuluh dari FK UNUSA. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test mengenai pelatihan remaja Perempuan untuk kehamilan yang sehat dan generasi hebat bagi remaja melalui kuesioner secara langsung terjadi peningkatan nilai oleh santri yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah 5,25. Hal ini menggambarkan terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai materi tersebut bagi santri-santriwati yang telah disampaikan pada kegiatan pengabdian masyarakat di PP Wahid Hasyim Bangil. Kesimpulan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan warga di pondok pesantren PP Wahid Hasyim Bangil, maka perlu dilakukan melalui pendekatan yang berbasis penggerakan masyarakat. Peningkatan pengetahuan dikemas dalam kegiatan klasikal berupa ceramah dan praktik oleh tim.
SKRINING STATUS GIZI DENGAN PENGUKURAN ANTROPOMETRI PEMETAAN REMAJA BERISIKO KEHAMILAN DENGAN PREEKLAMPSIA Junaedi, M. Dwinanda; Lestari, Marselli Widya; Umamah, Faridah; Afridah, Wiwik; Rodhiyana, Rosda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23337

Abstract

Latar belakang: Penyebab terbanyak kematian ibu adalah pendarahan, preeklampsia dan sindrom Hemolysis, elevated liver enzymes, low platelet count (HELLP). Pondok Pesantren Wahid Hasyim Bangil merupakan salah satu pondok pesantren ternama di wilayah Jawa Timur yang memiliki banyak santriwati. Menurut hasil pengamatan dari tim pengusul, informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja dan skrining status gizi masih belum memadai. Kurangnya pelajaran dan pemahaman tentang status gizi remaja di kalangan santri dan terjadinya pernikahan di usia muda. Metode: Penyuluhan mengenai pemberian materi terkait kesehatan reproduksi dan cara berperilaku sehat bagi remaja oleh penyuluh dari Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test mengenai skrining status gizi dengan pengukuran antropometri untuk pemetaan kehamilan berisiko preeklampsia bagi remaja melalui kuesioner secara langsung terjadi peningkatan nilai oleh santri yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah 3,7 poin. Hal ini menggambarkan terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai materi tersebut bagi santri-santriwati yang telah disampaikan pada kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Bangil. Kesimpulan: Untuk meningkatkan pengetahuan santriwati di pondok pesantren PP Wahid Hasyim Bangil, maka perlu dilakukan melalui pendekatan yang berbasis remaja putri. Peningkatan pengetahuan dikemas dalam kegiatan klasikal berupa ceramah dan praktik skrining oleh tim.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL Afridah, Wiwik; Isyrofi , Atik Qurrota A Yunin Al; Ibad , Mursyidul; Wikurendra, Edza Aria; Junaedi , M. Dwinanda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23686

Abstract

Sebagai Lembaga Pendidikan berbasis pesantren, serta pola interaksi sebaya dalam waktu 24 jam. Maka santri mendapatkan kesempatan berkomunikasi hanya dengan antar santri dan para ustadz/ustadzah. Oleh karenanya, tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberdayakan santri sebagai kader kesehatan melalui pembekalan dan edukasi kesehatan reproduksi berbasis kearifan lokal. Kegiatan yang dilakukan pada kegiatan pengabdian terintegrasi ini, yaitu; 1) memberikan edukasi konsep dasar kesehatan reproduksi dengan memberikan buku dengan judul mengenal kesehatan reproduksi kepada santri secara langsung, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terkait konsep yang harus dipelajari. 2) memberikan pendampingan terhadap santri tentang persiapan usia perkawinan (PUP) dan identifikasi gangguan kesehatan reproduksi dengan small group discussion, dan 3) melakukan tanya jawab dan mensinergikan secara langsung dengan materi pembelajaran yang diberikan pondok pesantren, melalui metode participatory educative and inquiry model. Hasil dari kegiatan pengabdian terintegrasi ini mendapatkan respon dan antusiasme yang cukup tinggi. Santri merasakan kebermanfaatan dari kegiatan dengan adanya wadah untuk diskusi dan komunikasi terkait permasalahan yang dihadapi seputar kesehatan reproduksi. Harapannya, santri akan terus meningkatkan pemahaman dan membudayakan secara baik, untuk berkomunikasi dan berdiskusi dengan teman sebaya melalui program kader sebaya, sekaligus terus berikhtiar dalam meningkatkan kesehatannya, melalui pemahaman dari materi yang diajarkan dalam kitab-kitab, khususnya pembahasan tentang perilaku dan tata cara bergaul laki - perempuan/suami-isteri, tata cara mandi besar, dan tata cara ketika haid (menstruasi).
Exclusive breastfeeding behavior based on physical endurance and economic resilience of the family Maharrani, Titi; Nugrahini, Evi Yunita; Junaedi, Mohammad Dwinanda; Pratami, Evi
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 4: December 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i4.24543

Abstract

Breast milk is the best food for babies that can be given until the child is two years old or more, it is proven that breast milk has advantages that cannot be replaced by any food and drink because it contains the most appropriate, complete, and always adjusting nutrients with the baby's needs at all times. This study aimed to analyze the relationship between physical endurance and economic resilience of the family on exclusive breastfeeding behavior. This research was analytic research using a cross-sectional design. The sample of this research was 108 postpartum mothers who were taken by simple random sampling technique. The independent variables in this study were physical endurance and economic resilience, while the dependent variable was the behavior of exclusive breastfeeding. All data were collected using a questionnaire prepared by the researcher, and data were analyzed using a logistic regression test. Adequacy of food, housing ownership, and health insurance ownership are factors that influence exclusive breastfeeding behavior with a p-value <0.05. While 8 other indicators including nutritional adequacy, family health, resting place, income, income adequacy, children's educational ability, dropping out of school, and ownership of family savings do not affect exclusive breastfeeding behavior. Physical endurance relationship between the behavior of exclusive breastfeeding on the indicator of food adequacy and the factor of economic resilience affects the behavior of exclusive breastfeeding on the indicators of housing ownership and health insurance.
Improving Adolescent Nutrition by Providing Iron Supplements at Al-Hikam Islamic Boarding School, Bangkalan: Improving adolescent nutrition by providing iron supplements at Al-Hikam Islamic Boarding School, Bangkalan zata, fariska; Junaedi, M. Dwinanda; Hidayat; Sabila, Danisa Nur; Rodhiyana, Rosda
Journal of Health Community Service Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Health Community Service: 2025 May Editor's Choice
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Adolescent girls are vulnerable to nutritional problems, especially anemia, which can be caused by a lack of iron intake during menstruation. Improving the nutritional status of adolescents can be done through the provision of iron supplements. This program aims to increase the awareness and knowledge of female students about the importance of nutritional health and the risk of anemia due to iron deficiency. Methods: The implementation of this program used the Community-based Participatory Research (CBPR) method involving 37 female students. The activity began with the distribution of pre-test questionnaires to assess initial knowledge about nutrition and anemia. The material presented included anatomy and physiology of female reproductive organs, health risks related to anemia, and the importance of iron supplementation. After the education, participants were asked to fill out a post-test questionnaire to evaluate knowledge improvement. Results and Discussion: The results of the activity showed a significant increase in knowledge. In the pre-test, 54.05% of participants had good knowledge, while after counseling, this percentage increased to 91.89%. There were no participants who had poor knowledge after the counseling activity. This shows that the educational program on iron supplementation is effective in increasing the understanding of santriwati regarding the importance of nutrition in preparing for a healthy pregnancy in the future. Conclusion: This activity has a positive impact on improving the nutrition and health knowledge of adolescents at Pondok Pesantren Al Hikam. Similar efforts are expected to be carried out on an ongoing basis to prevent anemia problems and support reproductive health in adolescent girls in the pesantren environment.
Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Basic Life Support sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Farindra, Irmawan; Rusdi, Warda Elmaida; Prilistyo, Dwimantoro Iman; Junaedi, Mohammad Dwinanda; Ariefianto, Satrio Eko; Hidayat; Aqila, Muhammad Akmal; Rusmana, Raissa Aydien; Firlani, Osya Azifa; Hermawati, Nathania Fauziah
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari Juni
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v6i1.12620

Abstract

Permasalahan rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan keterampilan dalam menghadapi kondisi gawat darurat masih menjadi tantangan serius, terutama di lingkungan pondok pesantren. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan membekali santri dengan keterampilan Basic Life Support (BLS). Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan santri sebagai peserta utama. Subjek kegiatan terdiri dari 30 santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Darussalam Al-Faisholiyah. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua bentuk utama, yaitu penyuluhan edukasi kesehatan dan pelatihan praktik BLS. Kegiatan edukasi dilaksanakan dalam dua sesi, mencakup materi tentang kesehatan reproduksi dan praktik BLS dengan bantuan media manekin. Selama kegiatan, digunakan media pembelajaran berupa presentasi PowerPoint dan booklet interaktif untuk mempermudah pemahaman peserta. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan pre-test sebelum penyuluhan dan post-test setelahnya. Data pre dan post-test dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil analisis pada data pre dan post test peserta menunjukkan adanya peningkatan rerata tingkat pengetahuan peserta (12,56%). Melalui uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatan nilai p < 0.0001 yang menandakan adanya perbedaan signifikan pada hasil pre dan post test peserta. Implikasinya, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas santri dalam menjaga kesehatan diri dan menghadapi situasi kegawatdaruratan.
Social Psychological and Cultural Resilience in Its Influence on Exclusive Breastfeeding Behavior Mohammad Dwinanda Junaedi; Titi Maharrani; Fatimah Zahra; Shawn Walker
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 3 (2024): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i3.348

Abstract

ABSTRACT Mother's milk (ASI) is the best food for babies that cannot be replaced by anything. Breastfeeding has been proven to be beneficial for both the baby and the mother. However, the coverage rate for achieving exclusive breastfeeding is still far below the target. This research aims to determine the influence of social psychological and socio-cultural resilience on exclusive breastfeeding behavior. This research is an analytical study with a cross sectional design. The sample in this study was 108 postpartum mothers taken using a simple random sampling technique. The independent variables in this research are social psychological and socio-cultural resilience, while the dependent variable is the behavior of postpartum mothers in providing exclusive breastfeeding. Data collection in this study used a questionnaire and was analyzed bivariately using the Chi Square and Fisher Exact Tests, while multivariate analysis used the Logistic Regression Test. The results of analysis using the Chi Square and/or Fisher Exact tests showed a p value > 0.05 for all indicators of social psychological resilience, which means that there are no indicators in this dimension that have an influence on exclusive breastfeeding. Meanwhile, for the socio-cultural resilience variable, the result was a p value of 0.014 or p value <0.05 on the social care indicator, which means that social care has a significant influence on exclusive breastfeeding. So it can be concluded that social psychological resilience has no effect on exclusive breastfeeding, while socio-cultural resilience influences exclusive breastfeeding on indicators of social concern.
MENINGKATKAN SELF-CONFIDENCE SANTRI SEBAGAI PEER EDUCATOR KESEHATAN REPRODUKSI Wiwik Afridah; Atik Qurrota A Yunin Al Isyrofi; Agus Aan Andriansyah; M. Dwinanda Junaedi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37406

Abstract

Pondok pesantren Burhanul Hidayah yang berada di desa Jenggot Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo memiliki 380 santri mukim dengan jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Rentang usia santri antara 13-18 tahun. Melatih santri menjadi kader santri husada menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kegiatan utama bina pesantren yang menjadi program prodi Kesehatan Masyarakat yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Profinsi Jawa Timur. Bertujuan untuk menyiapkan santri menjadi peer educator yang terintegrasi dengan kader santri husada melalui tahapan sebagai berikut: (1) Meningkatkan pengetahuan santri mengenai kesehatan reproduksi, (2) Memberikan pemahaman pada santri tentang peran peer educator, (3) Meningkatkan kualitas intrapersonal (benefit, self-efficacy dan self-awareness) guna meningkatkan self-confidence santri, melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari seluruh tahapan adalah 1) Meningkatkan pengetahuan santri mengenai kesehatan reproduksi, 2) Memberikan pemahaman pada santri tentang peer educator, dan 3) Meningkatkan kualitas intrapersonal (benefit, self-efficacy dan self-awareness). untuk meningkatkan self-confidence santri. Simpulan dan saran yang didapatkan adalah sebagai peer educator, santri akan memiliki kesempatan untuk memberikan edukasi awal tentang kesehatan reproduksi, serta membangun rasa percaya diri dalam mengimplementasikan keterampilan berkomunikasi antar santri. Tentu, hal ini membutuhkan enrichment secara keberlanjutan bagi kader santri untuk terus memberikan edukasi yang optimal.
EDUKASI PENCEGAHAN PRE-EKLAMPSIA DAN EKLAMPSI PADA CALON IBU HAMIL DI LINGKUNGAN PP. KHA WAHID HASYIM M. Dwinanda Junaedi; Fariska Zata Amani; Faridah Umamah; Nino Ramadhan; Nur Minarrizqi; Rosda Rodhiyana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38789

Abstract

Latar Belakang: Pre-eklampsia dan eklampsia merupakan komplikasi serius pada kehamilan yang berkontribusi besar terhadap angka kematian ibu di Indonesia. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kejadian ini adalah rendahnya tingkat pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan pre-eklampsia di kalangan masyarakat, terutama di komunitas seperti pesantren. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan pre-eklampsia dan eklampsia kepada santriwati di Pondok Pesantren Putri KHA. Wahid Hasyim, Bangil, Pasuruan. Metode: Metode yang digunakan adalah Community-based Participatory Research (CBPR) dengan sasaran sebanyak 40 santriwati. Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, dilanjutkan dengan penyuluhan menggunakan metode ceramah yang didukung oleh media proyektor. Setelah itu, dilakukan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil dan Pembahasan: Analisis hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan; 45% peserta yang memiliki pengetahuan baik meningkat menjadi 67,5% setelah kegiatan penyuluhan. Hasil ini menandakan keberhasilan dalam transfer pengetahuan mengenai pencegahan pre-eklampsia dan eklampsia. Edukasi kesehatan reproduksi, terutama terkait pre-eklampsia, sangat penting bagi para santri yang nantinya akan menghadapi potensi kehamilan. Pesantren sebagai institusi pendidikan juga berperan dalam membekali santrinya dengan pengetahuan kesehatan yang menyeluruh, termasuk aspek reproduksi, guna menciptakan generasi ibu yang lebih sehat. Kesimpulan: Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi akibat komplikasi pre-eklampsia melalui peningkatan kesadaran dan tindakan preventif di kalangan calon ibu.