Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI DAN PELATIHAN LAPORAN KEUANGAN BUMDES MENGGUNAKAN APLIKASI SIAPIK Marlinda, Charly; Utami, Ranti; Haryani, Dwi Septi; Salihi, Salihi; Risa, Diana; Saputri, Eziwanda; Hulu, Friska; Kurniawan, Dedy; Amang, Mohamad
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23581

Abstract

Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi BUMDes untuk menyusun laporan keuangan BUMDes menggunakan aplikasi SIAPIK yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Toapaya, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan dengan melibatkan perangkat BUMDes. Tim Pengabdian Masyarakat terdiri dari 1 orang Dosen dan 21 Mahasiswa. Penyuluhan dan sosialisasi dilakukan terhadap Perangkat BUMDes di Desa Toapaya, sosialisasi dilakukan di Kantor BUMDes Desa Toapaya. Penyuluhan kepada masyarakat dilakukan untuk mensosialisasikan kegiatan yang dilakukan. Langkah-langkah kegiatan pengabdian ini pertama menggunakan metode tutorial untuk menjelaskan secara teori dan praktek cara menyusun laporan keuangan menggunakan aplikasi SIAPIK dalam mencatat transaksi keuangan yang sesuai PSAK. Kedua dilakukan pendampingan mengenai pencatatan transaksi keuangan melalui penggunaan aplikasi SIAPIK kepada BUMDes di Desa Toapaya. Hasil yang didapatkan Para pelaku BUMDes mengalami peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam menyajikan laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK dengan capaian rata-rata 90%.
Gaya Bahasa dan Citraan pada Puisi "Sajak Sebatang Lisong" Karya W.S. Rendra: Tinjauan Stilistika Risa, Diana; Leonita, Leonita
Literature Research Journal Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v3i1.1201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa dan dalam puisi "Sajak Sebatang Lisong" karya W.S. Rendra, yang dikenal sebagai salah satu puisi dengan kritik sosial yang tajam terhadap kondisi masyarakat Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tinjauan stilistika guna mengidentifikasi dan menginterpretasi berbagai elemen gaya bahasa dan citraan. Sumber data penelitian ini adalah puisi Sajak Sebatang Lisong karya W.S. Rendra dengan data berupa kutipan puisinya. Keabsahan data penelitian ini menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan Gaya bahasa yang terdapat dalam puisi tersebut adalah Metafora, personifikasi, hiperbola, sinekdoke, repetisi/anafora, epitet, Metonimia dan pleonasme. Sedangkan, citraan yang terkandung dalam puisi tersebut adalah citraan visual dan citraan auditori. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi studi sastra Indonesia dan menjadi referensi dalam pembelajaran sastra di berbagai tingkat pendidikan.Language Style and Imagery in the Poem "Sajak Sebatang Lisong" by W.S. Renda:Stylistic ReviewThis study aims to describe the style of language and imagery in the poem "Sajak Sebatang Lisong" by W.S. Rendra, which is known as one of the poems with sharp social criticism of the conditions of Indonesian society. This research is a type of qualitative descriptive research. The method used in this study is a stylistic review analysis to identify and interpret various elements of style of language and imagery. The data source for this study is the poem "Sajak Sebatang Lisong" by W.S. Rendra with data in the form of excerpts from his poems. The validity of the research data uses the triangulation method. The results of the study show that the style of language contained in the poem is Metaphor, personification, hyperbole, synecdoche, repetition/anaphora, epithet, Metonymy and pleonasm. Meanwhile, the imagery contained in the poem is visual imagery and auditory imagery. This study is expected to contribute to the study of Indonesian literature and become a reference in learning literature at various levels of education
Representasi Perundungan dalam Naskah Drama HAH Karya Putu Wijaya Fitri, Asti Nur; Afwa, Hawa Nabila Zakiyatul; Haryanti, Alya Dwi; Risa, Diana
Literature Research Journal Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v3i2.1416

Abstract

Drama “HAH” karya Putu Wijaya dikenal sebagai salah satu karya teater modern Indonesia yang sarat dengan kritik sosial melalui pendekatan absurd. Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi perundungan dalam naskah drama tersebut dengan menggunakan teori segitiga kekerasan yang digagas oleh Johan Galtung. Melalui pendekatan sosiologi sastra dan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui pembacaan mendalam terhadap naskah dan dianalisis berdasarkan tiga bentuk kekerasan: langsung, struktural, dan kultural. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 20 data yang teridentifikasi, kekerasan langsung muncul sebanyak 8 kali. Sementara kekerasan struktural dan kultural masing-masing ditemukan sebanyak 6 data. Temuan ini memperlihatkan bahwa di balik gaya tuturan yang tampak kacau dan tidak masuk akal, drama “HAH” sesungguhnya merekam secara tajam realitas masyarakat marginal yang hidup dalam tekanan sistem dan budaya. Karya ini tidak hanya menggambarkan kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan yang mengakar dalam struktur sosial dan nilai-nilai yang dilembagakan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa “HAH” dapat dibaca sebagai kritik terhadap kondisi masyarakat yang timpang, sekaligus membuka ruang refleksi bagi dunia pendidikan. Naskah ini berpotensi dijadikan bahan ajar sastra yang tidak hanya mengasah kemampuan apresiasi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kritis siswa terhadap persoalan kemanusiaan seperti perundungan dan ketidakadilan sosial. Representation of Bullying in the Drama Script "HAH" by Putu WijayaThe drama "HAH" by Putu Wijaya is known as one of Indonesia's modern theatrical works full of social criticism through an absurdist approach. This study aims to reveal the representation of bullying in the play script using Johan Galtung's triangle of violence theory. Using a sociology of literature approach and descriptive qualitative methods, data were collected through an in-depth reading of the script and analyzed based on three forms of violence: direct, structural, and cultural. The analysis results show that of the 20 identified data, direct violence appears 8 times. Meanwhile, structural and cultural violence were each found 6 times. These findings show that behind the seemingly chaotic and unreasonable narrative style, the drama "HAH" actually captures the sharp reality of marginalized communities living under systemic and cultural pressures. This work not only depicts physical violence, but also violence rooted in social structures and institutionalized values. Thus, this study confirms that "HAH" can be read as a critique of unequal social conditions, while also opening up a space for reflection in the world of education. This manuscript has the potential to be used as a literary teaching material that not only hones appreciation skills, but also fosters students' critical awareness of humanitarian issues such as bullying and social injustice.