Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI UPAYA PELESTARIAN SATWA LIAR DI KAMPUNG PERSIAPAN BERBER, DISTRIK BONGGO BARAT, KABUPATEN SARMI Rophi, Apriani Herni; Kawatu, Paul Johan; Rehiara, Rosaniya E.; Raunsay, Edoward Krisson; Megawati, Ruth; Jesajas, David R.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25740

Abstract

Kampung Berber merupakan salah satu kampung yang terletak di Distrik Bonggo Barat, Kabupaten Sarmi, Papua. Di kampung ini, masih dapat ditemui cenderawasih (Paradisaea minor) yang merupakan hewan endemik papua yang juga dilindungi. Masyarakat masih dapat melihat aktivitas bermain, mencari makan maupun melakukan aktivitas kawin dari burung ini. Selain itu, beberapa hewan yang dilindungi lainnya seperti burung kaka tua, nuri serta kangguru juga masih dapat ditemui di kawasan hutan. Melihat adanya potensi ancaman bagi keberlangsungan satwa liar dilindungi di kawasan kampung Berber maka perlu dilakukan sosialisasi upaya pelestarian satwa liar di sekitar hutan kawasan kampung Berber. Adapun metode yang digunakan meliputi: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.Kegiatan sosialisasi dapat diselengarakan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah dibuat. Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat dengan jumlah peserta yang hadir mencapai target 100%. Materi dapat disampaikan secara tuntas serta pada akhir kegiatan, peserta memiliki wawasan baru terkait pemanfaatan kekayaan alam disekitar kawasan kampung dengan bertanggung jawab.
Pemanfaatan Minyak Pandemor Oleh Suku Byak di Meosbefondi Kabupaten Supiori Imbab, Diana; Aisoi, Leonardo E.; Jesajas, David R.
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 01 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan tradisional telah lama menjadi bagian penting dari praktik kesehatan masyarakat Indonesia, terutama pada komunitas yang memiliki kedekatan dengan kekayaan hayati lokal. Suku Byak di Meosbefondi merupakan salah satu kelompok etnis yang mempertahankan pengetahuan pengobatan turun-temurun melalui penggunaan minyak pandemor, yaitu minyak herbal yang diproses secara tradisional dan dipercaya bermanfaat untuk berbagai keluhan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan teknik pengolahan minyak pandemor serta bentuk pemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Penelitian dilakukan pada Desember 2023–Januari 2024 menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan praktik etnobotani yang masih dipertahankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua metode utama dalam pembuatan minyak pandemor, yaitu (1) daun pandemor dikeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari sebelum dicampur dengan minyak kelapa, dan (2) daun pandemor langsung dicampur dengan minyak kelapa tanpa proses pengeringan. Minyak yang dihasilkan digunakan sebagai obat tradisional untuk patah tulang, keseleo, pegal-pegal, luka bakar ringan, gigitan serangga, bisul, cacar air, serta sebagai penyubur rambut. Temuan ini menegaskan bahwa minyak pandemor memiliki nilai penting dalam praktik kesehatan tradisional suku Byak, sekaligus menunjukkan bahwa pengetahuan lokal tersebut masih dilestarikan dan dimanfaatkan hingga saat ini. Kata Kunci : Minyak pandemor, Pengobatan tradisional, Suku Byak, Etnobotani, Papua
Struktur dan Sebaran Vegetasi Pakan Burung Cenderawasih di Hutan Tablasupa Jesajas, David R.; Marthins, Selviyanti Lucinda; Raunsai, Edoward Krison
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 02 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji struktur, komposisi, dan sebaran vegetasi pakan alami burung Cenderawasih di Hutan Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode garis berpetak pada tiga transek, masing-masing terdiri atas lima plot berukuran 20×20 m, 10×10 m, 5×5 m, dan 2×2 m. Data tambahan diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara semi terstruktur dengan masyarakat setempat, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi sumber pakan terdiri atas berbagai spesies pada tingkat semai, pancang, tiang, dan pohon. Vegetasi tingkat pohon memiliki sebaran jenis yang relatif merata, dengan Garcinia sp. sebagai spesies dengan kelimpahan tertinggi (7,51%), sedangkan sebagian besar spesies lainnya berada pada kategori rendah hingga sangat rendah. Pada tingkat pancang, Pometia pinnata menunjukkan kelimpahan tertinggi (10,47%). Secara keseluruhan, struktur komunitas vegetasi menggambarkan kondisi ekologis yang stabil tanpa dominasi satu spesies. Penyebaran vegetasi pakan yang luas di seluruh transek mengindikasikan bahwa Hutan Tablasupa menyediakan habitat yang sesuai bagi burung Cenderawasih. Temuan ini menegaskan pentingnya menjaga kelestarian vegetasi alami untuk mendukung keberlanjutan populasi burung Cenderawasih di wilayah tersebut. Kata Kunci : Burung Cenderawasih, struktur vegetasi, pakan, kelimpahan, Hutan Tablasupa