Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBUATAN BRIKET DARI ARANG SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI LEMBANG SA’DAN BALLOPASANGE’ Pasae, Nofrianto; Bontong, Yafet; Sampelawang, Petrus; Nitha, Nitha; Fikran, Fikran; Rante, Milka
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.25856

Abstract

Lembang Ballopasange’ , Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara merupakan salah satu desa yang perekonomiannya bertumpu pada sektor pertanian. Hampir seluruh masyarakat di Lembang Ballopasange’ berprofesi sebagai petani. Namun, ada satu permasalahan yang perlu diselesaikan yaitu limbah pertanian seperti sekam padi belum mampu dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat. Limbah sekam padi selama ini dibuang dan dibakar begitu saja tanpa ada pemanfaatan, hal tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Sekam padi ini sebenarnya dapat dimanfaatkan, untuk pembuatan briket, tetapi minimnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pengolahan limbah sekam padi menjadi briket. Proses pembuatan briket tidak memerlukan teknologi tinggi dan biaya murah. Pelatihan pembuatan briket arang ini sangat berguna untuk dilakukan yang bertujuan agar masyarakat di wilayah tersebut mampu memanfaatkan limbah sekam padi menjadi suatu produk teknologi tepat guna secara berkesinambungan yaitu briket arang yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar pengganti BBM, dan juga meminimalisir terjadinya pencemaran lingkungan. Adapun kegiatan ini diantaranya yaitu (1) sosialisasi pemanfaatan sekam padi menjadi briket arang; (2) pelatihan cara pembuatan cerobong untuk membakar sekam padi; (3) pengolahan sekam padi menjadi arang; (4) pembuatan briket arang; (5) penerapan penggunaan briket sebagai bahan bakar. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun, serta mendapat sambutan yang baik dari warga desa setempat yang dilihat dari kehadiran dan keterlibatan dalam kegiatan, serta berhasil dalam memberikan ketrampilan khusus bagi para warga setempat terutama para petani yang terlibat langsung dalam pembuatan briket.
POMPA SPIRAL SEBAGAI ALAT ALTERNATIF IRIGASI PERSAWAHAN DI LEMBANG RANDANAN KABUPATEN TANA TORAJA Nitha, Nitha; Pasae, Nofrianto; Fikran, Fikran; Lembang, Suri Toding; Taru, Reni Oktaviani; Tarru, Harni Eirene; Bontong, Yafet; Sampelawang, Petrus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42294

Abstract

Lembang Randanan, kecamatan Mengkendek, kabupaten Tana Toraja merupakan daerah dengan kondisi geografis yang dominan berbukit, yang mana lahan pertanian terutam sawah merupakan sawah tadah hujan. Hal ini berdampak pada produksi padi yang minim karean hanya dapat digarap pada musim penghujan. Sehingga hal ini menjadi latar belakang untuk membuat alat yang dapat membantu petani mengairi sawah dengan mensuplai air dari sumber air yang terletak lebih rendah dari sawah, dalam hal ini adalah pompa spiral. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan ilmu, pengetahuan, dan teknologi embuatan pompa spiral yang sederhana dan efisien sebagai irigasi persawahan yang murah dan ramah lingkungan. Pembuatan pompa spiral untuk alat irigasi yang ramah lingkungan dan tanpa bahan bakar minyak sangat membantu para petani yang kekurangan air untuk lahan persawahan di lembang Randanan, kecamatan Mengkendek, kabupaten Tana Toraja. Materi tentang pembuatan dan penerapan diberikan yang disertai praktek langsung oleh TIM pelaksana PKM dan kemudian tanya-jawab antara pemateri dan masyarakat. Hasil diskusi dan tanya-jawab sebagai berikut: Para petani memberikan respon yang sangat positif mengenai pembuatan pompa spiral sebagai irigasi persawahan. Untuk itu perlu kesepakatan antara pihak Universitas Kristen Indonesia Toraja (Fakultas Teknik) dengan pihak pemerintahan desa menindak-lanjuti program bina desa dari UKI Toraja. Setelah selesai acara diskusi dan tanya-jawab dilanjutkan dengan praktek pemasangan pompa spiral dilakukan di salah satu pekarangan warga yang sebelumnya telah dibuat di Laboratorium Prodi Teknik Mesin UKI Toraja, yang kemudian akan diaplikasikan di dua lokasi yang berbeda di lembang Randanan. Dari kegiatan tersebut diperoleh bahwa pompa spiral dapat mensuplay air dari sumber air dalam hal ini sungai dengan ketinggian hingga 10 m. Hal ini dapat membantu masyarakat di sekitar aliran sungai untuk ketersediaan air.
EDUKASI INSTALASI PERPIPAAN PADA POMPA AIR DALAM RANGKA MENGHEMAT ENERGI LISTRIK DI DUSUN PELAMBIAN KABUPATEN TORAJA UTARA Pasae, Nofrianto; Nitha, Nitha; Fikran, Fikran; Tarru, Harni Eirene; Lembang, Suri Toding
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42830

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat didusun Pelambian desa salu sopai yaitu banyaknya pompa warga yang sering rusak serta umur pompa yang singkat akibat pemasangan instalasi pompa yang tidak sesuai dengan prosedur. Dalam kegiatan ini, dilakukan beberapa tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Pengenalan komponen-komponen pada instalasi perpipaan, serta peralatan yang perlu dipersiapkan dalam proses perakitan atau pemasangan perpipaan pada pompa. 2. Identifikasi spesifikasi pompa yang tepat sesuai kebutuhan berdasarkan ketinggian pemompaan yang akan direncanakan. 3. Memberikan penjelasan dan informasi terhadap rugi-rugi aliran dalam pipa akibat instalasi pipa pada pompa yang akan mengakibatkan pompa bekerja lebih keras sehingga terjadi pemborosan pada penggunaan energi listrik. 4. Memberikan alternatif solusi bagi masyarakat untuk meminimalisir penggunaan energi listrik melalui diskusi dan tanya jawab mengenai instalasi perpipaan yang sesuai dengan prosedur. Edukasi instalasi perpipaan guna menghemat aliran listrik. Edukasi ini diharapkan akan memberikan pemahaman bagi masyarakat bagaimana sebenarnya instalasi perpipaan yang baik dan efektif. Dari hasil survei, Masyarakat lembang Salu Sopai menggunakan aliran air dari pipa-pipa yang disambung dari rumah ke rumah dan beberapa menggunakan pompa sebagai sumber air sehari-hari Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, program ini tidak hanya sekedar memberikan bantuan, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk mampu mengidentifikasi masalah penggunaaan listrik berlebih akibat spesifikasi pompa yg tidak tepat dan instalasi perpipaan yang tidak sesuai prosedur pemasangan pompa. Hasil pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah setempat serta antusiasme masyarakat di dusun Pelambian yang menunjukkan partisipasinya dengan banyaknya masyarakat yang hadir dalam pelaksanaan kegiatan ini. Hasil dari kegiatan ini membuat masyarakat memahami pentingnya memilih pompa yang tepat sesuai dengan kebutuhannya serta pemsangan komponen- komponen perpipaan yang sesuai dengan prosedur yang tepat. Dalam hal ini, untuk mengurangi penggunaan energi listrik akibat pemasangan pompa yang tidak sesuai standar operasional prosedur.
Romantisme, Ideologi, dan Perkawinan dalam Organisasi IMM Nusa Tenggara Barat Fikran, Fikran; Syukri, Syukri
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/26nvew87

Abstract

Artikel ini mengkaji praktik romantisme dan pernikahan dalam lingkungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) NTB sebagai fenomena sosial yang sarat nilai ideologis. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, untuk menjawab pertanyaan penelitian Pertama, bagaimana Ideologi antara kader IMM Nusa Tenggara barat membentuk relasi romantasisme, Kedua bagaimana tantangan hubungan romantisisme sama kader IMM di Nusa Tenggara Barat. Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana relasi antar anggota, khususnya antara immawan dan immawati, dipandu oleh semangat dakwah, ideologi Islam berkemajuan, serta komitmen terhadap nilai-nilai keorganisasian Muhammadiyah. Romantisme dalam IMM NTB tidak dilihat sebagai relasi emosional bebas, melainkan sebagai alat untuk memperkuat solidaritas gerakan dan proses kaderisasi. Pernikahan diposisikan sebagai puncak kematangan ideologis, simbol regenerasi nilai, dan perwujudan dakwah dalam ruang domestik. Namun, dinamika ini juga menghadapi tantangan seperti benturan antara idealisme dan realita sosial, serta risiko eksklusivisme internal. Artikel ini menunjukkan bahwa relasi personal dalam IMM NTB merupakan refleksi dari dialektika antara ideologi, budaya, dan pengalaman individu, serta menjadi medan penting pembentukan identitas kader sebagai agen perubahan sosial. Kata Kunci: IMM, Dakwah, Ideologi, Kaderisasi, Pernikahan, Romantisme. Romanticism, Ideology, and Marriage within the IMM Organization of West Nusa Tenggara Abstract   This article examines the practices of romantic relationships and marriage within the Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) of West Nusa Tenggara (NTB) as a social phenomenon imbued with ideological values. Using a descriptive qualitative approach, this study seeks to address two main research questions: first, how the ideology embraced by IMM cadres in West Nusa Tenggara shapes romantic relationships; and second, what challenges are encountered in romantic relationships among IMM cadres in the region. The article explores how interpersonal relations among members particularly between immawan and immawati are guided by the spirit of dakwah, the ideology of Progressive Islam (Islam Berkemajuan), and a commitment to Muhammadiyah’s organizational values. Romantic relationships within IMM NTB are not perceived as free or purely emotional engagements but rather as instruments for strengthening movement solidarity and the cadre formation process. Marriage is positioned as the culmination of ideological maturity, a symbol of value regeneration, and the manifestation of dakwah within the domestic sphere. However, these dynamics also face challenges, including tensions between ideological idealism and social realities, as well as the risk of internal exclusivism. This article demonstrates that personal relationships within IMM NTB reflect a dialectical interaction between ideology, organizational culture, and individual experience, and constitute an important arena for shaping cadres’ identities as agents of social change.  
ANTARA TRADISI DAN REALITAS: STUDI TENTANG PREFERENSI TEMPAT TINGGAL PASCA NIKAH DI KALANGAN MASYARAKAT DONGGO (Perspektif Sosiologi Budaya dan Hukum Islam) Habibi, Muhammad Margasastra; Amrulloh, Moh. Asyiq; Fik, Fikran; Fikran, Fikran
Usroh Vol 9 No 2 (2025): Usroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/g49vyh93

Abstract

This study examines post-marital residential preferences among the Donggo community from the perspective of cultural sociology and Islamic law. The Matrilocal tradition that requires couples to live with the wife's family is still dominant, but has begun to shift along with increasing education, social mobility, and the influence of modernity. Islam, as the majority religion, provides a flexible normative basis, emphasizing the principles of justice, security, and comfort in determining a place of residence, without specifying a specific location. This study uses a qualitative approach with interview techniques, observation, in the Donggo community, Bima, NTB. The results of the study indicate a negotiation between customary values, aspirations of young couples, and sharia principles. Neolocal choices are increasingly developing among young couples as an expression of independence, although they are still faced with traditional social pressures. This phenomenon reflects complex social dynamics, where customary law and Islamic law interact adaptively in responding to changes in cultural values. Thus, post-marital residential preferences in the Donggo community illustrate shifts in social structure, cultural transformation, and the actualization of justice values ​​in the context of the Islamic family
Sifat Ketangguhan Baja ST 42 Pasca Post Welding Heat Treatment dengan Media Pendingin Minyak Kelapa pada Variasi Holding Time Nitha, Nitha; Tandiara, Anis; Fikran, Fikran; Bontong, Yafet; Pasae, Nofrianto; Sampelawang, Petrus
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 1 (2026): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i1.55185

Abstract

Post-Weld Heat Treatment (PWHT) is applied in heat treatment processes, holding time, heating temperature, and cooling rate are very important factors. PWHT is also intended to relieve residual stresses (stress relieving). Therefore, this study aims to determine the effect of holding time with coconut oil as the cooling medium in PWHT on the toughness of ST 42 steel. The research method employed was an experimental method using a heat treatment temperature of 590°C, holding times of 1, 2, 3, 4, and 5 hours, and coconut oil as the cooling medium, after SMAW welding at a current of 120 A, using an E6013 electrode, flat welding position, and V-groove joint. Subsequently, toughness testing was carried out using the Charpy impact method. The steel material used in this study was ST 42. The results showed that holding time affected the toughness of PWHT-treated steel, where the lowest toughness value was 0.84 J/mm² at a holding time of 5 hours, and the highest toughness value was obtained at a holding time of 1 hour, with a toughness value of 1.366 J/mm². This proves that a longer holding time in the furnace leads to a decrease in the toughness of ST 42 steel subjected to PWHT at a temperature of 590°C.