Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Authentic Research

Pengembangan Kerangka Pedagogis untuk Berlatih dalam Bidang Pendidikan Jasmani: Perspektif Teoritis Bildung dalam Pembelajaran Gerak Hamzah, Alimin; Mappanyukki, Andi Atssam; Anwar, Nur Indah Atifah
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/a2c61t12

Abstract

Pendidikan jasmani memiliki peran strategis dalam membentuk manusia seutuhnya—tidak hanya melalui peningkatan kemampuan fisik, tetapi juga melalui penanaman nilai, karakter, dan kesadaran diri. Penelitian ini dilandasi oleh pemikiran Bildung, sebuah konsep pendidikan dari tradisi filsafat Jerman yang menekankan proses pembentukan diri melalui pengalaman reflektif dan interaksi sosial yang bermakna. Tujuan utama penelitian ini adalah merancang kerangka pedagogis yang dapat menuntun pembelajaran gerak agar lebih bernilai humanistik dan transformatif. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi, dan wawancara mendalam dengan guru serta siswa pendidikan jasmani di beberapa sekolah. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa praktik pendidikan jasmani masih berpusat pada aspek teknis dan performatif, sementara sisi reflektif dan moral belum sepenuhnya terintegrasi. Melalui analisis tematik, ditemukan empat pilar utama pembelajaran berbasis Bildung: refleksi diri sebagai inti proses belajar, penguatan relasi sosial dan empati, penghayatan nilai moral melalui pengalaman gerak, serta pergeseran peran guru dari instruktur menjadi fasilitator pengembangan diri. Rancangan kerangka pedagogis yang dihasilkan diharapkan mampu mengubah pendidikan jasmani menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan karakter kemanusiaan peserta didik. Physical education serves as a vital medium for holistic human development—not merely through physical competence but also through the cultivation of moral values, character, and self-awareness. This study draws upon the theoretical foundation of Bildung, a philosophical concept from the German educational tradition emphasizing self-formation through reflective experience and meaningful social interaction. The research aims to design a pedagogical framework that guides movement learning toward a more humanistic and transformative practice. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through literature reviews, classroom observations, and in-depth interviews with physical education teachers and students from selected schools. The findings indicate that current physical education practices remain predominantly technical and performance-oriented, with limited engagement in reflective and moral dimensions. Thematic analysis revealed four central pillars of Bildung-based pedagogy: reflective learning as the heart of education, the cultivation of empathy and social relations, moral internalization through embodied experience, and the transformation of teachers’ roles from instructors to facilitators of personal growth. The proposed pedagogical framework aspires to reposition physical education as a reflective and human-centered practice—one that not only strengthens the body but also shapes awareness, empathy, and moral character.
Pengembangan Model Pembelajaran Olahraga Inklusif Berbasis Pendekatan Diferensiasi untuk Meningkatkan Partisipasi Aktif Mahasiswa FIKK UNM Hasmyati, Hasmyati; Anwar, Nur Indah Atifah; Hamzah, Alimin
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1pj33779

Abstract

Penelitian ini mengembangkan model pembelajaran olahraga inklusif berbasis pendekatan diferensiasi untuk mengatasi tantangan perbedaan fisik, minat, dan gaya belajar mahasiswa di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (FIKK UNM). Model ini mengintegrasikan prinsip Differentiated Instruction (DI) dan Universal Design for Learning (UDL) yang menekankan fleksibilitas dan aksesibilitas dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan (action research) dalam dua siklus yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi untuk menemukan pola pembelajaran yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan partisipasi aktif mahasiswa dari 58% pada pra-siklus menjadi 86% pada siklus kedua, disertai perubahan positif dalam sikap dan perilaku mahasiswa, seperti lebih percaya diri, saling menghargai, dan mampu bekerja sama dalam suasana inklusif. Dosen juga menunjukkan peningkatan kemampuan pedagogis. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran olahraga berbasis diferensiasi dan UDL di pendidikan tinggi untuk mendukung keberagaman dan partisipasi aktif semua mahasiswa. This study developed an inclusive sports learning model based on a differentiation approach to address the challenges of differences in physical abilities, interests, and learning styles of students at the Faculty of Sport and Health Sciences, Makassar State University (FIKK UNM). This model integrates the principles of Differentiated Instruction (DI) and Universal Design for Learning (UDL), emphasizing flexibility and accessibility in learning. The study used an action research method in two cycles involving lecturers and students. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection to find effective learning patterns. The results showed an increase in active student participation from 58% in the pre-cycle to 86% in the second cycle, accompanied by positive changes in student attitudes and behavior, such as greater self-confidence, mutual respect, and the ability to work together in an inclusive atmosphere. Lecturers also demonstrated improved pedagogical skills. This study recommends the implementation of a differentiation-based sports learning model and UDL in higher education to support diversity and active participation of all students.