Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS KEGIATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PENGALAMAN DALAM MENUMBAHKAN KARAKTER SISWA DI JOGJA GREEN SCHOOL Fadilah Rizki Nur Pratama; Retna Mega Kartika; Lena Sari Wulandari; Arum Puspa Kencana; Andriani Dini Prastiwi; Dini Mayada Wulan Juwita; Valentina Surya Ningrum; Taufik Muhtarom
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Produce
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.11734

Abstract

The purpose of this study is to determine: 1) Implementation and concrete forms of programs at Jogja Green School in the process of character building students; 2) Implementation of the flagship nature school program oriented towards practical activities (hands-on) and life skills at Jogja Green School; 3) Obstacles and challenges faced by Jogja Green School in carrying out various character education activities. This study uses a descriptive qualitative approach method. Data were collected through participant observation techniques, in-depth interviews, and documentation. Data analysis techniques were carried out systematically following the interactive model of Miles and Huberman, which includes the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This article analyzes the Planning, Implementation, Evaluation, and Challenges of the implementation of the flagship program Oriented Hands-On and Life Skills at Jogja Green School (JGS), an inclusive nature school established in 2009 and inspired by the Totto-chan philosophy. With 80% inclusive students, JGS emphasizes a flexible curriculum and focuses on character education including tolerance, empathy, and social values such as forgiveness to achieve 0% cases of bullying. The planning and implementation of flagship programs center on experiential learning, realized through practical (hands-on) activities such as structured planting programs, experimental science, and weekly life skills classes such as washing and ironing, which foster independence. Additionally, there is an entrepreneurship program in the form of frozen products and a market day, with proceeds donated to the orphanage, emphasizing the formation of social character and environmental awareness. Evaluation is conducted through student assessments and behavioral observations within these integrated activities. Nevertheless, JGS faces major challenges in implementing inclusion, including the need for ongoing teacher training and adapting curriculum management to meet the needs of diverse students, in line with the philosophy that every child has the right to a decent education.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTAL LEARNING DI SEKOLAH ALAM JOGJA GREEN SCHOOL DAN DAMPAKNYA DALAM MENUMBUH KEMBANGKAN NILAI KARAKTER SISWA Novalinda Dhea Amelia; Deftya Salfa Nurrochmah; Fatwa Saputri; Muhammad Choirul Musthofa; Nafaisya Kumala Sandy; Wahyuni Rismawati; Abdurrahman Asy’ari; Taufik Muhtarom
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11735

Abstract

This study aims to conduct a comprehensive analysis at Sekolah Alam Jogja Green School to: (1) determine the implementation of the experiential learning model in the school; (2) identify the character values developed through the implementation of the experiential learning model; and (3) examine the impact of implementing the experiential learning model on students’ character development. The method used was field research conducted on October 28, 2025, located in Dusun Jambon, RT 04/RW 22, Trihanggo Village, Gamping District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. A qualitative approach was employed, involving observation, in-depth interviews, and documentation as data collection techniques. The results show that the implementation of the experiential learning model at Sekolah Alam Jogja Green School provides active, hands-on learning experiences through activities that engage students physically, emotionally, and intellectually. The application of this learning model successfully fosters character values such as love for nature, entrepreneurship, independence, morality, logic, and science. The positive impact of experiential learning is evident in students’ behavioral changes, as they become more independent and responsible in their daily school activities. Based on these findings, the experiential learning model is recommended as an effective instructional strategy for character development in schools that emphasize experience-based and environmental education.
MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI INDONESIA DALAM STUDI KOMPERATIF DENGAN NEGARA JEPANG, FINLANDIA Shilvy Anggelia; Zalfa Labibah Ridwan; Taufik Muhtarom
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1533

Abstract

Pada setiap negara memiliki pengembangan sistem pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan negaranya masing-masing. Pentingnya pendidikan dalam kehidupan dapat mengubah pola pikir manusia adanya pembentukan sistem pendidikan yang dirasa dapat menjadi cara untuk mencapai tujuan pendidikan. Dapat dilihat dari beberapa negara dalam sistem pendidikan di dunia memiliki prinsip yang sama namun memiliki berbagai tingkatan dan cara pelaksanaan yang berbeda.Penelitian ini menggunakan metode literatur yang bertujuan mengeksplorasi strategi yang diterapkan oleh beberapa negara maju dalam meningkatan mutu pendidikan serta memberikan arahan yang relevan bagi memperbaiki mutu pendidikan di indonesia. Dalam penelitian ini kami menganalisis dari sumber-sumber terpercaya, baik dari artikel dan buku, yang berfokus mengenai pendidikan. Pada penelitian ini kami membandingkan beberapa negara yaitu Finlandia dan Jepang. Sistem pendidikan dalam beberapa negara tentunya tidak lepas dari perkembangan zaman dan kualitas masyarakat setempat. Hal ini tercermin dari perbedaan berdasarkan pendekatan kurikulum serta metode pembelajaran yang diterapkan dalam suatu negara. Tidak terlepas juga dari faktor budaya, kebijakan pemerintah, dan kondisi ekonomi yang dapat mempengaruh sistem pendidikan di negara. Maka dari itu disebabkan sistem pendidikan dalam setiap negara memiliki perbedaan.Sistem pendidikan dalam beberapa negara tentunya tidak lepas dari perkembangan zaman dan kualitas masyarakat setempat. Hal ini tercermin dari perbedaan berdasarkan pendekatan kurikulum serta metode pembelajaran yang diterapkan dalam suatu negara. Tidak terlepas juga dari faktor budaya, kebijakan pemerintah, dan kondisi ekonomi yang dapat mempengaruh sistem pendidikan di negara.
ANALIS STUDI PERBANDINGAN KURIKULUM DI INDONESIA DAN KAWASAN ASIA Maryani; Tessa Nathalia; Taufik Muhtarom
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1543

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk membandingkan sistem pendidikan negara yang berada dikawasan asia. Dalam penelitian ini membahas tentang kurikulum di negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang dan Korea Selatan. Metode yang digunakan adalah  metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data dan analisis data dengan menggunakan studi litelatur dari beberapa sumber artikel, jurnal dan buku serta sumber terpercaya lainnya. Kurikulum merupakan seperangkat rencana suatu pembelajaran yang terdiri dari materi-materi pelajaran yang terstruktur dan terencana dengan sangat baik yang akan berkaitan dengan berbagai macam kegiatan dan interaksi sosial di suatu lingkungan dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Hasil yang didapat adalah Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan mempunya kurikulum yang berbeda dengan Indonesia yang mereka terapkan di dunia pendidikan. Di Indonesia sendiri kurikulum masih sering berubah-ubah sehinnga Indonesia masih sedikit tertinggal di dunia pendidikan. Penelitian ini juga diharapkan dapat membuat mengadopsi sistem pendidikan negara-negara lain guna untuk meningkattkan kualitas pendidikan di Indonesia.
PERBEDAAN SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA DENGAN NEGARA TETANGGA (MALAYSIA, SINGAPURA, DAN BRUNEI DARSUSSALAM) Diki Walhadi; Taufik Muhtarom
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1598

Abstract

Sistem pendidikan di Indonesia masih memiliki tantangan seperti infrastruktue yang belum memadai, kualitas guru yang beragam, dan kurikulum yang sering berubah menyebabkan kebingunan bagi guru, siswa, dan orang tua. Meskipun begitu, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan. Sistem pendidikan Indonesia memiliki tingkatan yaitu, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang memfokuskas pada peningkatan kualitas hidup sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Sedangkan, Singapura memiliki sistem pendidikan unggul dengan kebijakan dua bahasadan kurikulum lengkap. Pendidikan wajib berlangsung selama sepuluh tahun, dan tiga belas tahun diperlukan untuk masuk universitas. Malaysia memiliki sistem pendidikan dari prasekolah hingga pendidikan tinggi dengan kurikulum yang tetap dan kesejahteraan guru yang diprioritaskan. Brunei Darussalam fokus pada pembangunan sumber daya manusia melalui sistem pendidikan dwibahasa dan Konsep Melayu Islam Beraja dengan menggunakan sistem SPN21 yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk mencapai pendidikan lebih tinggi. Meskipun masing-masing negara memiliki keunggulan dan tantangan pada sistem pendidikan mereka, semuanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pndidikan dan pembangunan tenaga kerja untuk masa depan yang lebih baik.