Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

VILLAGE HEAD'S LEADERSHIP IN IMPLEMENTING COMMUNITY EMPOWERMENT IN KARANGKAMIRI VILLAGE, LANGKAPLANCAR DISTRICT, PANGANDARAN DISTRICT Maya Rahmawati; Regi Refian Garis; Asep Nurdin Rosihan Anwar
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v1i1.35

Abstract

This research was motivated by the lack of optimal implementation of Community Empowerment in Karangkamiri Village, Langkaplancar District, Pangandaran Regency, as well as the leadership of the village head in implementing community empowerment in Karangkamiri Village, Langkaplancar District, Pangandaran Regency. The role of a leader is very necessary in setting goals, allocating scarce resources, focusing training on organizational goals, coordinating changes that occur, building interpersonal contact with followers, and determining the right or best direction if failure occurs. The research method used in this research is qualitative. The qualitative method is a research method based on the philosophy of postpotivism, used to research the conditions of natural objects, as opposed to experiments where the researcher is the key instrument, data collection techniques are carried out in a triangulated/combined manner, data analysis is inductive/qualitative, and the research results are qualitative. emphasizes meaning rather than generalization. This research aims to determine the level of success of the village head's leadership as the leader of the village government in implementing community empowerment. Based on research results, the Village Head's Leadership in Implementing Community Empowerment in Karangkamiri Village, Langkaplancar District, Pangandaran Regency has generally not been implemented optimally because there are obstacles, such as: Lack of utilization of existing potential resulting in a lack of harmony and balance for community empowerment in Karangkamiri Village, Langkaplancar District, Pangandaran Regency. , Lack of adequate budget provision to carry out community empowerment, this is hampered by budget arrangements so that it influences the implementation of community empowerment, Lack of communicators to increase knowledge and skills in community empowerment activities so that people are not creative, for example there is a lack of socialization and counseling in all areas of empowerment on an ongoing basis. routinely to the community
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TATA KELOLA KEAMANAN INFORMASI DAN JARINGAN OLEH DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN CIAMIS Nandang Firmansyah; Regi Refian Garis; Asep Nurdin Rosihan Anwar
Journal Education and Government Wiyata Vol 1 No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/e-gov.v1i3.13

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya permasalahan yaitu belum optimalnya Implementasi Kebijakan Tata Kelola keamanan Informasi dan Jaringan Oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis . Hal ini dapat dilihat dari indikator-indikator: terdapat beberapa permasalahan yaitu : Terdapatnya berita hoaks yang masih marak dan di terima oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Ciamis. Hal tersebut dibuktikan dengan masih adanya masyarakat yang menerima berita hoaks melalui media sosial. Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana Implementasi Kebijakan Tata Kelola Keamanan Informasi dan Jaringan Oleh Dinas Komunikasi dan Jaringan Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi Kebijakan Tata Kelola Keamanan Informasi dan Jaringan Oleh Dinas Komunikasi dan Jaringan Kabupaten Ciamis Dalam penyusunan penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan yaitu bersumber dari data primer yang berasal dari Dinas Komunikasi dan Informatika serta Masyarakat, sedangkan untuk data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi dan studi pustaka baik berupa dokumen-dokumen, peraturan-peraturan, studi lapangan laporan hasil penelitian, buku-buku, internet, karangan ilmiah, dan bacaan lainnya. Teknik pengumpulan data yang digunakaan yaitu melalui wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Adapun teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa secara keseluruhan menganalisis Implementasi Kebijakan Tata Kelola Keamanan Informasi dan Jaringan Oleh Dinas Komunikasi dan Jaringan Kabupaten Ciamis masih belum optimal.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Ketahanan Pangan Syara Agita; Syara Purnamasari; Regi Revian Garis; Asep Nurdin Rosihan Anwar
JURNAL ILMIAH ILMU ADMINISTRASI Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jiia.v15i1.5014

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi masih kurangnya ketersediaan fasilitas penunjang pangan yang mendukung pada ketahanan pangan yang meliputi penyediaan teknologi pendukung untuk pengatur vitamin dan pakan untuk ternak dan juga alat untuk pengaturan iklim kelembaban dalam pengurusan buah naga. Sehingga Pemerintahan mengambil langkah dalam melaksanakan pemberdayaan untuk penyelesaian permasalahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan mencari solusi dengan pemberdayaan masyarakat melalui program ketahanan pangan di Desa Janggala. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan menggunakan strategi penelitian deskriptif. Lalu mengumpulkan data melalui tinjauan literatur dan wawancara. Dalam hal ini, peneliti mengadopsi teori pemberdayaan masyarakat Mardikanto & Subianto (2017), yang menguraikan empat bidang fokus utama: bina manusia, usaha, lingkungan, dan kelembagaan. Hal ini dapat dilihat dari dampak yang dihasilkan dari kegiatan pemberdayaan melalui bina manusia yaitu dengan memberikan edukasi, dukungan fasilitasi teknologi untuk kegiatan usaha dan juga dibentuknya kelompok ketahanan pangan desa. Dengan begitu dapat dinyatakan bahwa mengenai keberhasilan ketahanan pangan melalui upaya pemberdayaan masyarakat, meskipun belum secara maksimal terdapat dampak positif yang diterima masyarakat. Bina usaha dan lingkungan telah optimal, dengan terbentuknya BUMDes dan Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan rutin untuk pengembangan kapasitas individu, penyusunan peraturan desa yang spesifik, dan perbaikan struktur organisasi kelompok pengelola untuk meningkatkan efektivitas program.