Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan Metode Economic Production Quantity (EPQ) untuk Menghitung Tingkat Pengendalian Produksi Optimal Coffee Beans Naibaho, Sandi Prima; Sibuea, Siti Rahmah; Harahap, Bonar
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 4 (2024): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i4.502

Abstract

PT Magga Coffee yang banyak dikenal dikalangan pengusaha maupun customer yang membeli biji kopi berkualitas dengan harga yang terjangkau sehingga PT  Magga Coffee berusaha dalam menyediakan biji kopi (coffe beans) dengan jumlah yang banyak, agar dapat memenuhi permintaan pelanggan Magga Coffee. Secara alami, Kopi memiliki musim panen raya yang tidak menentu setiap tahunnya dan membuat pasokan biji kopi dari petani tidak dapat dikendalikan secara signifikan yang mengakibatkan sulitnya pengusaha kopi untuk mengontrol persediaan biji kopi. Hal ini menimbulkan persediaan kurang mencukupi ketika banyaknya permintaan dan sebaliknya, persediaan menumpuk ketika permintaan konsumen menurun yang dapat mengakibatkan kerugian. Adapun untuk memaksimalkan persediaan bahan baku, penulis melakukan penelitian tentang pengoptimalan persediaan bahan baku dengan menggunakan metode Economic Production Quantity (EPQ). Pengendalian persediaan Coffee Beans memiliki pola distribusi normal, hal tersebut dapat dilihat dari data penyaluran Coffee Beans dimana hasil uji Normalitas menunjukkan hasil L_hitung dari dua periode lebih kecil dibandingkan dari L_tabel. Hasil perhitungan dengan menerapkan metode Economic Production Quantity (EPQ), menunjukkan hasil yang optimal dibandingkan dengan tanpa menggunakan metode EPQ atau perhitungan yang masih berdasarkan kondisi perusahaan. Hasil perhitungan yang diperoleh menggunakan metode EPQ yaikni tinkat optimal produksi Coffee Beans sebesar 760.495,93 kg, dengan interval waktu optimal produksi adalah 6,445 bulan setiap putaran produksinya dengan jumlah putaran produksi 1,85 bulan setiap periode, dan biaya pengadaan minimumnya adalah Rp.1.024.619. Metode Economic Production Quantity (EPQ) dapat direkomendasikan sebagai model alternatif dalam pengendaliaan persediaan bahan baku bagi perusahaan, dengan harapan dapat meningkatnya produksi dan menghemat biaya persediaan, sehingga penghematan yang diperoleh perusahaan dapat dialokasikan untuk kebutuhan yang lain.
Analisis Beban Kerja dengan Menggunakan Metode RULA pada Produksi Furniture di CV Arsya Gallery Medan Syahputra, Andi; Harahap, Bonar; Hasibuan, Abdurrozaq
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v3i1.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja pada karyawan produksi furniture di CV Arsya Gallery dengan menggunakan metode Rappid Upper Limb Assesment (RULA). Perusahaan menghadapi masalah terkait postur kerja yang tidak tepat pada tahap pengerjaan furniture, menyebabkan risiko cidera musculoskeletal dan penurunan produktivitas pekerja. Untuk mengatasi masalah postur kerja berisiko tinggi, perlu dilakukan pemecahan masalah dengan menrepakan Solusi berupa desain postur kerja yang ergonomis. Metode yang di gunakan adalah RULA, sebuah metode yang menilai postur gaya dan Gerakan pekerja pada aktivitas yang melibatkan tubuh bagian atas. Tahapan analisis melibatkan evaluasi postur kerja saat ini, indentifikasi factor risiko cidera, dan merancang Solusi dengan usulan rancangan postur kerja yang nyaman dan aman. Analisis beban kerja dengan medote RULA menunjukkan bahwa postur kerja tertinggi risikonya adalah saat mengangkat barang-barang produksi atau pun melakukan perakitan furniture, yang dapat menyebabkan kontraksi otot karna durasi dan pembebanan yang panjang berkisar antara 15-20% dari kekuatan otot maksimum, dengan batas kontraksi otot melebihi 20% memiliki resiko kelainan yang signifikan yang dapat menyebabkan cidera musculoskeletal dan menurunkan produksivitas kerja. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus terhadap postur kerja berisiko tinggi dan penerpan Solusi desain postur kerja yang ergonomis untuk meminimalkan risiko tersebut.
Effect of Temperature on Moisture Content in Kernel (Palm Core) in Seed Silo by Complete Random Design Method (RAL) in Kernel Crushing Plant Unit of PT. Smart Tbk, Belawan Agfira, Utami Nanda; Harahap, Bonar; Sibuea, Siti Rahmah
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 3 No. 01 (2024): Jurnal Teknik Indonesia (JU-TI), June 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/ju-ti.v3i01.563

Abstract

The moisture content in palm kernels is one of the crucial factors influencing the quality and productivity of palm oil production. This research aims to analyze the effect of temperature on the moisture content in palm kernels at the Seed Silo in the Kernel Crushing Plant Unit of PT. Smart Tbk, Belawan, using the Complete Randomized Design (CRD) method and Simple Linear Regression. The kernels were collected from several plots of oil palm plantations spread across certain areas. In the process, it is essential to understand how temperature affects the moisture content in the kernels. The study was conducted with four repetitions for each experiment to determine the moisture content analysis data of the kernels in the Seed Silo. The results of the moisture content reduction calculations showed an optimum temperature of 100°C with the lowest moisture content of 6.26%. Based on the Complete Randomized Design (CRD) method, the results showed that the F-calculated value of 3.12 was greater than the F-table value of 2.95, meaning that H0 was rejected (temperature does not affect moisture content) and H1 was accepted (temperature affects moisture content). It can be concluded that the experiments at each given temperature significantly affected the resulting moisture content. Then, using the Simple Linear Regression method, a correlation coefficient value of -1.00 was obtained, indicating a perfect negative correlation between temperature (X) and moisture content (Y). The coefficient value indicates the strength of the relationship between variables X and Y. Simple linear regression shows that the higher the temperature, the lower the moisture content in the palm kernels. The practical implications can include recommendations for optimal temperature settings in the handling and processing of palm kernels to improve the quality and productivity of the production output.
PENGARUH SUHU TERHADAP KADAR AIR PADA CRUDE PALM OIL DI VACUUM OIL DRYER PADA STASIUN KLARIFIKASI DENGAN METODE RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL) Prianto, Fadilla Abdi; Harahap, Bonar; Arfah, Mahrani
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 3 (2024): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i3.9870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap kadar air pada crude palm oil di vacuum oil dryer di PT. Umbul Mas Wisesa. Pada penelitian ini, digunakanjenispenelitiankualitatif. Sumber data inididapatkan di Laboratorium PT. Umbul Mas Wisesa, denganmenggunakan metode regresi linier dan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan dengan satu kali pengulangan pada setiap percobaan, untuk menentukan data analisis kadar air pada CPO di vacuum oil dryer. Berdasarkan metode regresi linier yangtelah dilakukan, diperoleh nilai koefisien sebesar 3,12 menunjukkan bahwa terjadi korelasi sangat sempurna antara suhu pengeringan (X) dan kadar air (Y). Nilai koefisien korelasi memilikihubungan yang kuat (sangat sempurna) antara variabel X dan variabel Y yang berlawanan. Hal ini berarti bahwa semakin meningkatnya nilai variabel X (suhu) maka nilai dari variabel Y (kadar air) akan semakin menurun. Pada metode rancangan acak lengkap (RAL), diperoleh hasil bahwa Fhitung  19,97 Ftabel5,14,yang berarti H0ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang diberikan terhadap unit-unit percobaan memberikan pengaruh yang nyata, terhadap respon yang diamatiataupercobaan masing-masing. Suhu yang diberikan berpengaruh nyata terhadap kadarair yang dihasilkan.
Analisis Penentuan Rute Distribusi menggunakan Metode Nearest Neighbor di PT Medan Juta Rasa Tanjung Morawa Lestari, Putri; Hasibuan, Abdurrozaq; Harahap, Bonar
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 1 No. 1 (2022): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.384 KB) | DOI: 10.56211/factory.v1i1.110

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah cara menentukan rute dalam kegiatan pendistribusian menggunakan metode nearest neighbor dan dari hasil usulan rute transportasi yang baru dapat meminimalkan jarak, waktu dan biaya pengiriman. Metodologi penelitian dimulai dari identifikasi masalah, studi lapangan, survei data, pengumpulan data, perhitungan jarak, biaya dan waktu yang digunakan perusahaan, perhitungan jarak, biaya dan waktu menggunakan metode nearest neighbor, analisa dan evaluasi, kesimpulan dan saran. Perbandingan rute awal dan rute usulan yaitu menggunakan 5 rute dan 5 kendaraan dan total jarak nya yaitu 288,8 km dan 233,14 km. Lalu perbandingan waktu pendistribusian rute awal dan rute baru yaitu 29, 38 jam dan 27,25 jam. Dan yang terakhir perbandingan biaya bahan bakar rute awal dan rute usulan sebesar Rp. 208.224 dan Rp. 168.091. Rute distribusi yang digunakan oleh perusahaan belum optimal dikarenakan saat pendistribusian produk, rute yang dipilih jaraknya jauh dari gudang dan lokasi tujuan selanjutnya jauh dari lokasi sebelumnya yang akan menambah biaya pendistribusian dan waktu pendistribusian. Sementara rute usulan menghasilkan total jarak, waktu dan biaya pendistribusian yang lebih sedikit.
Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Bahan Pupuk di PT Karya Hevea Indonesia Hidayat, M. Surya; Hasibuan, Abdurrozzaq; Harahap, Bonar; Nasution, Suhela Putri
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.976 KB) | DOI: 10.56211/factory.v1i2.172

Abstract

PT. Karya Hevea Indonesia dapat mengolah 180 ton/hari dengan kondisi TBS (Tandan Buah Sawit) normal. Maka dari itu selain menghasilkan CPO hasil pengolahan, TBS juga menghasilkan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebesar 23%. Dari banyak nya pengolahan tbs, TKKS yang dihasikan dalam 3 bulan mencapai 3372 ton. Dengan angka yang besar itu maka akan terjadi penumpukan. Untuk itu PT. Karya Hevea Indonesia membuat pengolahan TKKS demi mengurangi jumlah banyaknya tkks yang dihasilkan. PT. Karya Hevea Indonesia juga membuat pengolahan TKKS menjadi pupuk organik Upaya mengurangi pemakaian pupuk kimia. Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu menganalisis jumlah TKKS yang melimpah dengan cara memanfaatkannya sebagai pupuk organik, mengetahui proses pengelolaan pupuk kompos yang baik bagi tanaman kelapa sawit, dan mengetahui penggunaan TKKS sebagai pupuk kompos untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Kandungan hara dalam TKKS sangat kompleks yang menyebabkan terpenuhi kebutuhan tanaman. Adapun tahapan pengomposan, yaitu pencacahan, penambahan aktivator, Inokulasi, Inkubasi dan Panen kompos. Dalam pengolahan TKKS menjadi pupuk dibutuhkan waktu 3 bulan lamanya. Dalam sekali pengolahan TKKS, pupuk yang dihasilkan mencapai 15 ton dengan pengurangan biaya selisih antara pemakaian pupuk kimia dengan pupuk organik TKKS sebesar Rp. 8.403.360.
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL KARYAWAN BAGIAN TANK FARM MARVEL 2 DENGAN METODE NASA-TLX DI PT. UNILEVER OLEOCHEMICAL INDONESIA Harahap, Bonar; Arfah, Mahrani; Azhari, Faisal
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13119

Abstract

Beban kerja mental merupakan aspek penting dalam dunia kerja yang dapat memengaruhi kinerja, keselamatan, dan produktivitas karyawan, terutama pada pekerjaan yang menuntut konsentarasi tinggi seperti di area Tank Farm, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi dan mengidentifikasi tingkat beban kerja mental karyawan menggunakan metode NASA – TLX, yang menilai beban kerja berdasarkan enam dimensi utama : Kebutuhan waktu, Kebutuhan Mental, Kebutuhan Fisik, Tingkat frustasi, Tingkat Usaha, dan Performansi. Penelitian dilakukan terhadap 22 karyawan bagian Tank Farm Marvel 2. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner NASA – TLX, kemudian dianalisis untuk mengatahui tingkat beban kerja mental masing-masing responden. Hasil analisis menunjukan bahwa 19 karyawan termasuk beban kerja tinggi sebesar 86.36%, 2 karyawan termasuk beban kerja sangat tinggisebesar 9.09% dan 1 karyawan termasuk beban kerja agak tinggisebesar 4.55% temuan ini menunjukan bahwa mayoritas karyawan mengalami tekanan mental yang cukup tinggi dalam menjalankan tugas, dengan faktor yang paling mempengaruhi beban kerja mental adalah Tingkat Usaha sehingga diperlukan perhatian dari pihak manajemen untuk melakukan evaluasi terhadapt beban kerja mental, sistem kerja, dan dukungan psikologi guna menjaga kinerja serta kesehatan mental karyawan
PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK DENGAN MODEL SCOR STUDI KASUS : DESA KANAL KECAMATAN BANGKO PUSAKO KABUPATEN ROKAN HILIR Arfah, Mahrani; Harahap, Bonar; Hermawan, Rikky
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja rantai pasok kelapa sawit di Desa Kanal, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir dengan menggunakan pendekatan model Supply Chain Operations Reference (SCOR). Permasalahan utama dalam rantai pasok di wilayah ini melibatkan ketidaktepatan waktu pengiriman, fluktuasi pasokan, kualitas TBS yang bervariasi, serta koordinasi yang belum optimal antara petani, agen, ramp, dan pabrik. Penelitian dilakukan secara studi kasus dengan pendekatan kuantitatif, mengumpulkan data primer melalui wawancara dan observasi, kepada pelaku rantai pasok. Data dianalisis berdasarkan lima dimensi utama SCOR, yaitu reliability, responsiveness, flexibility, cost, dan asset management. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja reliability masih rendah dengan nilai Delivery Performance 50%, Fill Rate 46,3%, dan Perfect Order Fulfillment hanya 35,7%. Responsiveness dan flexibility juga belum optimal dengan Order Fulfillment Cycle Time 9,75 jam dan waktu penyesuaian pasokan 2,75 hari. Sebaliknya, dimensi cost dan asset management menunjukkan hasil baik dengan biaya operasional 4,41% dan utilisasi kapasitas pabrik sebesar 86,43%. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sistem informasi, pemberdayaan petani, serta optimalisasi distribusi dan fleksibilitas sebagai strategi perbaikan rantai pasok. Pendekatan SCOR terbukti efektif dalam mengidentifikasi kelemahan dan menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan sistem distribusi secara menyeluruh.