Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Metode Economic Production Quantity (EPQ) untuk Menghitung Tingkat Pengendalian Produksi Optimal Coffee Beans Naibaho, Sandi Prima; Sibuea, Siti Rahmah; Harahap, Bonar
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 4 (2024): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i4.502

Abstract

PT Magga Coffee yang banyak dikenal dikalangan pengusaha maupun customer yang membeli biji kopi berkualitas dengan harga yang terjangkau sehingga PT  Magga Coffee berusaha dalam menyediakan biji kopi (coffe beans) dengan jumlah yang banyak, agar dapat memenuhi permintaan pelanggan Magga Coffee. Secara alami, Kopi memiliki musim panen raya yang tidak menentu setiap tahunnya dan membuat pasokan biji kopi dari petani tidak dapat dikendalikan secara signifikan yang mengakibatkan sulitnya pengusaha kopi untuk mengontrol persediaan biji kopi. Hal ini menimbulkan persediaan kurang mencukupi ketika banyaknya permintaan dan sebaliknya, persediaan menumpuk ketika permintaan konsumen menurun yang dapat mengakibatkan kerugian. Adapun untuk memaksimalkan persediaan bahan baku, penulis melakukan penelitian tentang pengoptimalan persediaan bahan baku dengan menggunakan metode Economic Production Quantity (EPQ). Pengendalian persediaan Coffee Beans memiliki pola distribusi normal, hal tersebut dapat dilihat dari data penyaluran Coffee Beans dimana hasil uji Normalitas menunjukkan hasil L_hitung dari dua periode lebih kecil dibandingkan dari L_tabel. Hasil perhitungan dengan menerapkan metode Economic Production Quantity (EPQ), menunjukkan hasil yang optimal dibandingkan dengan tanpa menggunakan metode EPQ atau perhitungan yang masih berdasarkan kondisi perusahaan. Hasil perhitungan yang diperoleh menggunakan metode EPQ yaikni tinkat optimal produksi Coffee Beans sebesar 760.495,93 kg, dengan interval waktu optimal produksi adalah 6,445 bulan setiap putaran produksinya dengan jumlah putaran produksi 1,85 bulan setiap periode, dan biaya pengadaan minimumnya adalah Rp.1.024.619. Metode Economic Production Quantity (EPQ) dapat direkomendasikan sebagai model alternatif dalam pengendaliaan persediaan bahan baku bagi perusahaan, dengan harapan dapat meningkatnya produksi dan menghemat biaya persediaan, sehingga penghematan yang diperoleh perusahaan dapat dialokasikan untuk kebutuhan yang lain.
Analisis Beban Kerja dengan Menggunakan Metode RULA pada Produksi Furniture di CV Arsya Gallery Medan Syahputra, Andi; Harahap, Bonar; Hasibuan, Abdurrozaq
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v3i1.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja pada karyawan produksi furniture di CV Arsya Gallery dengan menggunakan metode Rappid Upper Limb Assesment (RULA). Perusahaan menghadapi masalah terkait postur kerja yang tidak tepat pada tahap pengerjaan furniture, menyebabkan risiko cidera musculoskeletal dan penurunan produktivitas pekerja. Untuk mengatasi masalah postur kerja berisiko tinggi, perlu dilakukan pemecahan masalah dengan menrepakan Solusi berupa desain postur kerja yang ergonomis. Metode yang di gunakan adalah RULA, sebuah metode yang menilai postur gaya dan Gerakan pekerja pada aktivitas yang melibatkan tubuh bagian atas. Tahapan analisis melibatkan evaluasi postur kerja saat ini, indentifikasi factor risiko cidera, dan merancang Solusi dengan usulan rancangan postur kerja yang nyaman dan aman. Analisis beban kerja dengan medote RULA menunjukkan bahwa postur kerja tertinggi risikonya adalah saat mengangkat barang-barang produksi atau pun melakukan perakitan furniture, yang dapat menyebabkan kontraksi otot karna durasi dan pembebanan yang panjang berkisar antara 15-20% dari kekuatan otot maksimum, dengan batas kontraksi otot melebihi 20% memiliki resiko kelainan yang signifikan yang dapat menyebabkan cidera musculoskeletal dan menurunkan produksivitas kerja. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus terhadap postur kerja berisiko tinggi dan penerpan Solusi desain postur kerja yang ergonomis untuk meminimalkan risiko tersebut.
Effect of Temperature on Moisture Content in Kernel (Palm Core) in Seed Silo by Complete Random Design Method (RAL) in Kernel Crushing Plant Unit of PT. Smart Tbk, Belawan Agfira, Utami Nanda; Harahap, Bonar; Sibuea, Siti Rahmah
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 3 No. 01 (2024): Jurnal Teknik Indonesia (JU-TI), June 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/ju-ti.v3i01.563

Abstract

The moisture content in palm kernels is one of the crucial factors influencing the quality and productivity of palm oil production. This research aims to analyze the effect of temperature on the moisture content in palm kernels at the Seed Silo in the Kernel Crushing Plant Unit of PT. Smart Tbk, Belawan, using the Complete Randomized Design (CRD) method and Simple Linear Regression. The kernels were collected from several plots of oil palm plantations spread across certain areas. In the process, it is essential to understand how temperature affects the moisture content in the kernels. The study was conducted with four repetitions for each experiment to determine the moisture content analysis data of the kernels in the Seed Silo. The results of the moisture content reduction calculations showed an optimum temperature of 100°C with the lowest moisture content of 6.26%. Based on the Complete Randomized Design (CRD) method, the results showed that the F-calculated value of 3.12 was greater than the F-table value of 2.95, meaning that H0 was rejected (temperature does not affect moisture content) and H1 was accepted (temperature affects moisture content). It can be concluded that the experiments at each given temperature significantly affected the resulting moisture content. Then, using the Simple Linear Regression method, a correlation coefficient value of -1.00 was obtained, indicating a perfect negative correlation between temperature (X) and moisture content (Y). The coefficient value indicates the strength of the relationship between variables X and Y. Simple linear regression shows that the higher the temperature, the lower the moisture content in the palm kernels. The practical implications can include recommendations for optimal temperature settings in the handling and processing of palm kernels to improve the quality and productivity of the production output.
PENGARUH SUHU TERHADAP KADAR AIR PADA CRUDE PALM OIL DI VACUUM OIL DRYER PADA STASIUN KLARIFIKASI DENGAN METODE RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL) Prianto, Fadilla Abdi; Harahap, Bonar; Arfah, Mahrani
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 3 (2024): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i3.9870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap kadar air pada crude palm oil di vacuum oil dryer di PT. Umbul Mas Wisesa. Pada penelitian ini, digunakanjenispenelitiankualitatif. Sumber data inididapatkan di Laboratorium PT. Umbul Mas Wisesa, denganmenggunakan metode regresi linier dan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan dengan satu kali pengulangan pada setiap percobaan, untuk menentukan data analisis kadar air pada CPO di vacuum oil dryer. Berdasarkan metode regresi linier yangtelah dilakukan, diperoleh nilai koefisien sebesar 3,12 menunjukkan bahwa terjadi korelasi sangat sempurna antara suhu pengeringan (X) dan kadar air (Y). Nilai koefisien korelasi memilikihubungan yang kuat (sangat sempurna) antara variabel X dan variabel Y yang berlawanan. Hal ini berarti bahwa semakin meningkatnya nilai variabel X (suhu) maka nilai dari variabel Y (kadar air) akan semakin menurun. Pada metode rancangan acak lengkap (RAL), diperoleh hasil bahwa Fhitung  19,97 Ftabel5,14,yang berarti H0ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang diberikan terhadap unit-unit percobaan memberikan pengaruh yang nyata, terhadap respon yang diamatiataupercobaan masing-masing. Suhu yang diberikan berpengaruh nyata terhadap kadarair yang dihasilkan.