E, Ermiati
Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sehat Masada

Gambaran Budaya Pemberian MP-ASI di Desa Mundu Pesisir Kabupaten Cirebon Rt. Zulfa Nur Azzah; Ermiati Ermiati; Nenden Nur Asriyani Maryam
Sehat MasadaJurnal Vol 12 No 2 (2018): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v12i2.62

Abstract

The cultural of early complementary feeding in infants is very risky because in the ages of < 6 months old, the digestive system of a baby has not matured completely. However, this culture is still widely practiced in the Desa Mundu Pesisir, where the reports of the puskesmas showed 87.17% of the babies in the village have been given early complementary feeding. This study aims to find out the description of the culture of giving complementary feeding in Desa Mundu Pesisir Kabupaten Cirebon. The study design used was quantitative descriptive method with a random sampling technique that was done on 94 mothers with children aged between 6-24 months. The instruments used in this study was questionnaires made by the researcher. The method was tested for its validity by experts in the maternity field and was declared valid with a range of 0,450-0,773 and reliable with a value of 0,702. The research was carried out from April 2018 to May 2018 in Desa Mundu Pesisir. The results of this research has indicated that the culture of early complementary feeding that is still being carried out are by giving banana (73,4%), giving milk porridge and applying honey onto the baby’s hard palate (62,8%), mothers who did not consume chili (58,5%) and mothers who did not consume shrimp (56,4%) during breastfeeding. Meanwhile the culture that has been abandoned is giving crushed food (87,2%), the giving of air tajin (75,5%), giving of herbal medicine in cekok and early nyapih (76,6%). Based on the results obtained, it can be concluded that the infants in Desa Mundu Pesisir are at risk of developing gastrointestinal disorders because of early complementary feeding. A strategy using appropriate media is therefore needed to change the maternal behavior pattern
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Guru Terhadap Kehamilan Tidak Diinginkan Pada Remaja Rismayati Rismayati; Ermiati Ermiati; Pipih Napisah
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 1 (2023): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Banyaknya kejadian kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas menjadikan masalah yang harus ditangani. Problematika inilah yang menjadi masalah dikalangan remaja, perlunya peran dan fungsi guru didalamnya untuk mengetahui, membimbing, mengarahkan dan bagaimana cara menyikapi remaja dengan KTD. Tujuan : Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap guru terhadap kehamilan tidak diinginkan pada remaja. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis korelasi dan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 85 guru di SMAN 1 Cilaku Cianjur dan SMA IT Daaruttaqwa Assyamsyuriyyah yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Analisis univariat menggambarkan distribusi frekuensi. Analisis penelitian bivariat menggunakan uji rank spearment. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap guru terhadap kehamilan tidak diinginkan pada remaja (p=0,001). Saran : Saran guru diharapkan dapat memberikan edukasi atau arahan upaya mencegah terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada pada siswa, serta guru dapat mengetahui bagaimana cara menyikapi kasus kehamilan tidak diinginkan pada remaja.