Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Ina Magdalena; Putra Fauzan Moh Wildan; Muhammad Fikri Fahruddin
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i12.1998

Abstract

Artikel ini mendalami konsep dan penerapan Tujuan Instruksional Khusus (TIK) dalam konteks pembelajaran. Melalui peninjauan literatur, artikel ini memberikan wawasan mendalam tentang esensi TIK dan peranannya dalam perencanaan dan pelaksanaan pengajaran yang efektif. Analisis literatur mencakup definisi TIK, karakteristik utama, dan hubungan TIK dengan peningkatan pemahaman siswa serta evaluasi pembelajaran. Artikel ini juga menyoroti pentingnya penyesuaian TIK dengan kebutuhan siswa dan konteks pembelajaran yang spesifik. Dengan merinci strategi penerapan TIK dan mengeksplorasi temuan kunci dari literatur terkait, artikel ini memberikan wawasan berharga bagi praktisi pendidikan. Implikasi praktis dan saran untuk optimalisasi pemanfaatan TIK dalam pembelajaran juga disajikan.
ANALISIS INTERAKSI SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI KELAS Yeni Nuraeni; Khansa ‘Alimah Humairo; Syifani Yasmin; Putra Fauzan Moh Wildan; Galang Al Ayubi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v11i6.9925

Abstract

Pendidikan didefinisikan sebagai "usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar mengajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat" dalam peraturan Undang-Undang Sistem Pendidikan No. 20 Tahun 2003. Pendidikan meliputi seluruh perolehan ilmu pengetahuan yang berlangsung sepanjang hayat (pendidikan sepanjang hayat) dalam segala situasi dan kondisi yang berdampak positif terhadap perkembangan setiap orang. Kajian pustaka sistematis digunakan dalam kajian ini. Untuk menghasilkan satu karya tulis tentang topik atau isu tertentu, kajian pustaka melibatkan pencarian dan penelitian pustaka dengan membaca berbagai buku, jurnal, dan publikasi perpustakaan lain yang terkait dengan topik kajian. Untuk mengumpulkan data guna analisis dan klasifikasi, kajian pustaka dilakukan dengan menggunakan bahan referensi terkait dari buku dan jurnal. Membaca banyak buku, jurnal, dan publikasi perpustakaan lain yang berkaitan dengan topik kajian memungkinkan dilakukannya analisis data untuk kajian. Pada dasarnya, semua orang adalah makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi dengan orang lain di lingkungannya, baik di sekolah maupun di tempat lain. Salah satu tujuan dari proses pembelajaran yang dilalui siswa di kelas adalah untuk mencapai hasil belajar yang terbaik karena, di kelas dan di lingkungan sekolah, siswa cenderung lebih banyak berinteraksi dengan guru dan teman sebayanya, yang dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Interaksi sosial yang baik dapat meningkatkan prestasi elajar siswa dan memperkuat hubungan sosial di sekolah. Namun, kendala seperti perbedaan gaya bahasa, rasa malu, atau kurangnya adaptasi terhadap lingkungan baru dapat menghambat proses tersebut. Guru berperan penting sebagai fasilitator dan motivator untuk mendorong siswa aktif berinteraksi serta membangun suasana belajar yang kondusif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA Ahmad Arif Fadilah; Putra Fauzan Moh Wildan; Lestari Nugraha Ningrum; Adeliia Azzahra
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v11i11.10227

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning atau PJBL) terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Di abad ke-21, peran guru sebagai fasilitator dan pendekatan pembelajaran yang inovatif menjadi penting dalam menciptakan kualitas pendidikan yang tinggi. Model pembelajaran PJBL yang mengutamakan pembelajaran berbasis proyek ini memungkinkan siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan survei aktivitas kelas dalam dua siklus yang terdiri dari perencanaan, pengambilan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PJBL dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Siswa lebih terlibat secara emosional dan intelektual dalam proses pembelajaran, dengan peningkatan keterampilan kolaborasi dan komunikasi. PJBL memungkinkan siswa untuk menghubungkan teori dengan praktik, sehingga pemahaman konseptual mereka menjadi lebih mendalam. Secara keseluruhan, model pembelajaran berbasis proyek ini tidak hanya memperkuat motivasi intrinsik siswa tetapi juga meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis serta pemecahan masalah mereka. Kata kunci: Project-Based Learning, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Pendidikan Pembelajaran Berbasis Proyek. Abstract This study aims to explore the impact of the project-based learning model (PJBL) on student motivation and learning outcomes. In the 21st century, the role of teachers as facilitators and innovative learning approaches are important in creating high quality education. The PJBL learning model that prioritizes project-based learning allows students to be actively involved in the learning process that is relevant to real life. This study uses a qualitative approach with descriptive methods and classroom activity surveys in two cycles consisting of planning, taking action, observing, and reflecting. The results show that the implementation of PJBL can improve student motivation and learning outcomes. Students are more emotionally and intellectually involved in the learning process, with increased collaboration and communication skills. PJBL allows students to connect theory with practice, so that their conceptual understanding becomes deeper. Overall, this project-based learning model not only strengthens students' intrinsic motivation but also improves their learning outcomes and critical thinking and problem-solving skills. Keywords: Project-Based Learning, learning motivation, learning outcomes, education, project-based learning.
Assesment Kemampuan Membaca Kelas Remdah Pada Anak Disleksia Di SDN Pondok Bahar 03 Septy Nur Fadillah; Putra Fauzan Moh Wildan; Galang Al Ayubi; Muhammad Fahmi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inclusive education requires learning services that can accommodate the diversity of student abilities, including children with reading difficulties such as dyslexia. A common problem in elementary schools that provide inclusive education is the low initial reading ability of students with special needs in lower grades. This study aims to describe the implementation of initial reading instruction in the con⅔text of inclusive education and identify the obstacles experienced by students with dyslexia. This study uses a qualitative approach with a case study type. The research subjects included early grade elementary school students, class teachers, students identified as having reading difficulties, and the principal and parents as supporting informants. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, and their validity was tested through triangulation of sources and techniques. The results of the study indicate that the initial reading ability of students with special needs is still low, especially in recognizing letters, pronouncing letter sounds, and combining syllables. Initial reading instruction is implemented in stages through the Individual Learning Program (PPI), with an emphasis on imitation and repetition methods and the use of simple media. The research conclusion confirms that the implementation of inclusive education that is humanistic, adaptive, and oriented towards individual needs is very important to support the success of early reading learning for students with dyslexia. Keywords: Inclusive education; Beginning reading; Dyslexia; Elementary school; Individualized learning   Abstrak Pendidikan inklusif menuntut adanya layanan pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan peserta didik, termasuk anak yang mengalami kesulitan membaca seperti disleksia. Permasalahan yang sering muncul di sekolah dasar penyelenggara pendidikan inklusif adalah rendahnya kemampuan membaca permulaan pada peserta didik berkebutuhan khusus di kelas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan dalam konteks pendidikan inklusif serta mengidentifikasi hambatan yang dialami peserta didik dengan disleksia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi peserta didik kelas awal sekolah dasar, guru kelas, peserta didik yang teridentifikasi mengalami kesulitan membaca, serta kepala sekolah dan orang tua sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan peserta didik berkebutuhan khusus masih rendah, khususnya dalam mengenal huruf, melafalkan bunyi huruf, dan menggabungkan suku kata. Pembelajaran membaca permulaan dilaksanakan secara bertahap melalui Program Pembelajaran Individual (PPI), dengan penekanan pada metode peniruan dan pengulangan serta penggunaan media sederhana. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan pendidikan inklusif yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan individual sangat penting untuk mendukung keberhasilan pembelajaran membaca permulaan bagi peserta didik dengan disleksia. Kata Kunci: Pendidikan inklusif; Membaca permulaan; Disleksia; Sekolah dasar; Pembelajaran individual
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Bacaan Siswa Tentang Siklus Air Melalui Metode Membaca Berpasangan Dalam Mata Pelajaran Sains Siswa Kelas V di SDN Karang Tengah 11 Mawardi; Galang Al Ayubi; Hady Fadhilah Hasan; Putra Fauzan Moh Wildan
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to improve the reading comprehension skills of fifth-grade students at SDN Karang Tengah 11 Tangerang City on water cycle material through the application of the Paired Reading method. The main problem in this research is the low ability of students to understand science texts, as evidenced by difficulties in answering reading questions and explaining the water cycle process comprehensively. This type of research is Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, conducted in cycles consisting of planning, acting, observing, and reflecting. The research subjects consisted of 15 students. Data collection instruments included written reading comprehension tests, observation sheets for teacher and student activities, and documentation in the form of activity photos and student work. Data analysis techniques used the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results are expected to show that the Paired Reading method is effective in improving student understanding through peer tutor interaction, enabling students to understand the concepts of evaporation, condensation, and precipitation more deeply and meaningfully. Keywords: Reading Comprehension, Water Cycle, Paired Reading Method   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN Karang Tengah 11 Kota Tangerang pada materi siklus air melalui penerapan metode Paired Reading. Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam memahami teks sains, yang terlihat dari kesulitan menjawab pertanyaan bacaan dan menjelaskan kembali proses siklus air secara utuh. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam siklus- siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 orang siswa. Instrumen pengumpulan data meliputi tes tertulis membaca pemahaman, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi berupa foto kegiatan dan hasil kerja siswa. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa metode Paired Reading efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa melalui interaksi tutor sebaya, sehingga siswa mampu memahami konsep evaporasi, kondensasi, dan presipitasi secara lebih mendalam dan bermakna. Kata kunci: Membaca Pemahaman, Siklus Air, Metode Paired Reading