Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Laporan Pertanggungjawaban Pendidikan Kesehatan Manajemen Risiko Jatuh di Ruang Anggrek B RSUD Kabupaten Tangerang Adi Dwi Susanto; Imas Sartika; Abdul Halim
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): GJPM - JULI s/d Desember
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v1i1.109

Abstract

Insiden jatuh merupakan salah satu kejadian yang tidak diharapkan terjadi namun memliki prevalensi yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tindakan pencegahan jatuh yang dilakukan oleh perawat bagi pasien Rawat Inap. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode literature review, peneliti mencari, menggabungkan, dan menganalisis artikel-artikel ilmiah secara valid dengan fokus kajian review paper. Hasil yang didapat adalahdalam penanganannya ternyata masih banyak perawat yang belum melakukan tindakan pencegahan sesuai dengan SOP Rumah Sakit. Pengetahuan, tingkat pendidikan, masa kerja, ketersediaan fasilitas, SDM, dan rasa tanggung jawab menjadi faktor-faktor utama perawat tidak melakukan tindakan pencegahan jatuh pada pasien rawat inap. Dalam menangani hal ini, penilaian skor risiko jatuh dapat dimasukkan dalam asuhan keperawatan sehingga dapat diketahui risiko jatuh pada pasien dan perawat dapat memberikan tindakan pencegahan sesuai dengan masalah yang telah diidentifikasi pada asuhan keperawatan. Kesadaran akan rasa tanggungjawab juga harus ditingkatkan pada perawat karena keselamatan pasien merupakan hal yang utama.
Pendidikan Kesehatan Diabetes Melitus Di Ruangan Mahoni Rumah Sakit Umum Daerah Pakuhaji Adi Dwi Susanto; Nurry Ayuningtyas Kusumastuti
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): GJPM - JANUARI s/d JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v2i1.393

Abstract

Diabetes Melitus merupakan sebuah penyakit menahun yang berpotensi fatal, terjadi karena kurangnya produksi insulin oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh memanfaatkan insulin secara efektif untuk mengatur glukosa darah (Kemenkes, 2018). World Health Organization (WHO) mencatat bahwa sebagian besar kasus DM berasal dari wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat, menyumbang sekitar setengah dari total kasus DM di seluruh dunia (Riskesdas, 2018). International Diabetes Federation (IDF) melaporkan angka mencengangkan, dengan 537 juta orang dewasa (usia 20-79 tahun) menderita DM, dan 6,7 juta meninggal setiap tahunnya akibat penyakit ini. Tiongkok, India, dan Pakistan menjadi negara dengan prevalensi DM tertinggi, sedangkan Indonesia berada di peringkat kelima dengan jumlah penderita mencapai 19,47 juta, atau sekitar 10,6% dari total penduduk (Pahlevi, 2021). Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi DM di Indonesia meningkat dari 1,5% pada tahun 2013 menjadi 2% pada tahun 2018, dengan kategori usia penderita terbesar terletak pada rentang usia 55-64 tahun (6,3%) dan 65-74 tahun (6%). Perempuan memiliki prevalensi DM yang lebih tinggi (1,8%) dibandingkan dengan laki-laki (1,2%). Prevalensi di perkotaan mencapai 1,9%, sedangkan di perdesaan sebesar 1,0% (Riskesdas, 2018). Tujuan : tujuan dari laporan ini untuk menganalisa pengetahuan pasien dan keluarga pasien mengenai penyakit diabetes melitus serta kerutinan pasien penderita diabetes untuk mengontrol kadar gula darah dan mengonmumsi obat diabetes. Hasil : hasil dari kegiatan pendidikan kesehatan ini diharapkan pasien dan keluarga pasien dapat memahami dan mengenal mengenai penyakit diabetess melitus dan diharapkan dapat rutin mengontrol kadar gula darah.
Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Terhadap Kejadian Diare Pada Anak Sekolah Di Sdn Total Persada Tahun 2023 Dea Saputri; Adi Dwi Susanto; Imas Sartika
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 2 No. 1 (2024): JURDIKES - JUNI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v2i1.151

Abstract

Diare adalah suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi feses yang lembek sampai cair dan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali atau lebih dalam sehari yang mungkin dapat disertai dengan muntah atau feses yang berdarah. Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) merupakan perilaku mengusahakan pola hidup sehat bagi individu, keluarga atau masyarakat untuk meningkatkan, memelihara dan melindungi kesehatan, mental dan spiritual. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran (PHBS) terhadap kejadian diare dengan indikator air bersih, mencuci tangan, jamban sehat dan pengelolaan sampah terhadap kejadian diare pada anak sekolah di SDN Total Persada. penelitian ini adalah probability sampling dengan cara simple random sampling, sampel pada penelitian ini berjumlah 109 responden. Analisis data menggunakan chi-square. Yang dilakukan di SDN Total Persada, bahwa ada hubungan antara gambaran (PHBS) terhadap kejadian diare memiliki p-value sebesar (0.000). Banyak siswa- siswi penderita diare yang jarang melakukan mencuci tangan dan sering makan jajanan sembarangan di SDN Total Persada. Pihak sekolah diharapkan melakukan adanya penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat agar siswa dan siswi tidak mengalami adanya kejadian diare.
Literature Review : Efektivitas Perawatan Luka dengan Madu pada Luka Ulkus Diabetikum Wulan Yulianti, Ajeng; Nurul Aini; Umi Kulsum; Pajar Hendrayani; Cucu Nurhasanah; Adi Dwi Susanto
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus, commonly known as diabetes, is a metabolic disorder caused by the pancreas not producing enough insulin or the body being unable to use the insulin produced effectively, leading to hyperglycemia beyond normal limits. Various complications can arise from diabetes mellitus, one of which is diabetic ulcers. One therapy for treating diabetic ulcers is honey, which has been proven to have many benefits, including anti- inflammatory and antibacterial properties, as well as accelerating the granulation and epithelialization processes. This study aims to assess the effectiveness of honey in treating diabetic ulcers through a journal review. The research method used was a literature review, with journal searches conducted in the PubMed, Research Gate, and Google Scholar databases. Inclusion criteria were studies published between 2015 and 2025, in either Indonesian or English. Data were analyzed using a narrative synthesis approach, comparing results across studies. A review of 10 articles showed that honey contains antimicrobial and anti-inflammatory properties, acts as a moisturizer at the wound base, has an osmotic effect, reduces edema in wound cells, accelerates angiogenesis and granulation in wounds, accelerates collagenase and epithelialization in wounds, enhances lymphocyte and phagocyte activity, and accelerates debridement of necrotic tissue. Some studies compared the use of dry dressings with the use of honey. Additionally, research indicated factors influencing healing time, such as wound condition, treatment duration, and respondent age. Honey contains numerous beneficial compounds proven effective in accelerating the healing of diabetic ulcers
HUBUNGAN POLA MAKAN REMAJA SEBAGAI FAKTOR RESIKO PENYAKIT (GERD) PADA SISWA DI SMPN 3 KEMIRI Lestari, Wike; Retno Purwani; Adi Dwi Susanto
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1455

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi jangka panjang yang banyak dialami oleh orang dewasa, terutama pelajar. Beberapa penyebab GERD meliputi kebiasaan makan, termasuk jenis-jenis makanan tertentu yang dipilih, seberapa sering seseorang makan, dan ketidakaturan dalam jadwal makan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan pola makan remaja sebagai faktor resiko penyakit (GERD) Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Dari keseluruhan populasi berjumlah 204 siswa atau siswi didapatkan sampel sebanyak 135 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Uji stastistik menggunakan chi square. Hasil penelitian dari Uji Chi Square dengan nilai (p value: 0,000 < 0,005) yang berarti terdapat hubungan pola makan remaja sebagai faktor resiko penyakit (GERD).
PENGARUH SENAM ERGONOMIK TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Indriyani, Winda; Retno Purwani; Adi Dwi Susanto
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1456

Abstract

Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah seseorang meningkat diatas batas normal yaitu tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg dan tekanan darah diastolik meningkat hingga 90 mmHg. Pengobatan hipertensi dapat di lakukan secara non farmakologi salah satunya adalah dengan melakukan senam ergonomik. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, desain penelitian menggunakan metode pre experimental design dengan pendekatan one group pretest postest. Dimana desain ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan sebelum pemberian intervensi dengan setelah dilakukannya intervensi terhadap responden. Pengambilan sampel mengunakan total sampling dengan total responden sejumlah 53 responden penderita hipertensi. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat yaitu uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian dari uji Wilcoxon Signed Rank Test denga nilai p-value sebesar 0,001 <0,05 yang berarti terdapat pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Pengaruh Edukasi Perawatan Gigi Dengan Media Animasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa Di Sekolah Dasar Negeri Periuk 2 Apriyanto, Willy; Retno Purwani; Adi Dwi Susanto
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1459

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar masih menjadi masalah utama karena kebiasaan perilaku dalam menjaga gigi dan mulut masih sering salah, seperti masih seringnya mengkonsumsi makanan yang tinggi gula serta cara menggosok gigi yang kurang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi perawatan gigi dengan media animasi terhadap tingkat pengetahuan siswa diSekolah Dasar Negeri Periuk 2. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan quasi-exsperimental one group pretest-posttest design. Populasi semua siswa-siswi kelas IV sejumlah 62 orang, Hasil: Hasil uji statistik wilcoxon didapatkan nilai signifikan 0,001 atau <0,05 maka H1 diterima. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi perawatan gigi dengan media animasi terhadap tingkat pengetahuan siswa diSekolah Dasar Negeri Periuk 2