Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Fearing of Missing Out (FOMO) Penggunaan Media Sosial terhadap Psychological Well-Being pada Pemuda-Pemudi GMIM di Wilayah Manado Selatan Egeten, Mario William; Wullur, Mozes M.; Sengkey, Marssel M.
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) penggunaan media sosial terhadap Psychological Well-Being pada pemuda-pemudi GMIM di Wilayah Manado Selatan. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya penggunaan media sosial dan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesejahteraan mental generasi muda. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi sebanyak 182 pemuda dari empat jemaat GMIM, dengan sampel 65 responden menggunakan Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan Skala Likert, dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan nilai konstanta 51,096 dan koefisien regresi 0,654 dengan signifikansi 0,000, membuktikan pengaruh signifikan FoMO terhadap Psychological Well-Being. Nilai R Square 0,661 menunjukkan FoMO menjelaskan 66,1 persen varians Psychological Well-Being, sementara 33,9 persen dipengaruhi faktor lain. Kesimpulannya, FoMO penggunaan media sosial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Psychological Well-Being pemuda-pemudi gereja, memerlukan intervensi kesehatan mental berbasis komunitas.
PENYEBAB KECENDERUNGAN PERILAKU MEROKOK MODEL TPB THEORY OF PLANNED BEHAVIOR PADA PEREMPUAN Natunggele, Rifaldo; Solang, Deetje J.; Sengkey, Marssel M.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i4.12624

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor faktor yang memengaruhi kecenderungan perilaku merokok pada perempuan menggunakan Theory of Planned Behavior TPB yang menjelaskan peran sikap norma subjektif dan kontrol perilaku dalam membentuk niat berperilaku Meskipun risiko kesehatan merokok telah banyak diketahui tren perempuan perokok di Indonesia terus meningkat seiring perubahan gaya hidup dan pengaruh sosial Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis dengan dua perempuan perokok aktif di Kelurahan Ranoiapo Amurang Minahasa Selatan beserta dua informan dari lingkungan terdekat Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur observasi dan dokumentasi yang kemudian dianalisis melalui reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa merokok dipersepsikan sebagai strategi mengurangi stres sementara norma subjektif bersifat ambivalen akibat penolakan keluarga tetapi adanya dukungan teman sebaya Kontrol perilaku tampak rendah karena kebiasaan jangka panjang dan pengaruh lingkungan Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi berbasis dukungan sosial dan penguatan kontrol diri.
HUBUNGAN BURNOUT DENGAN WORK-LIFE BALANCE PADA PERSONEL TNI AJENDAM XIII/MERDEKA Manengkey, Julieta; Mangantes, Meisie L.; Sengkey, Marssel M.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pbmzjx95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara burnout dengan pada personel TNI Ajendam XIII/Merdeka. Latar belakang penelitian berangkat dari tingginya tuntutan profesionalisme dan beban kerja di lingkungan militer yang sering berdampak pada kondisi psikologis personel. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian terdiri dari 75 personel aktif, seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa skala burnout dan work-life balance yang disusun berdasarkan teori Maslach & Jackson (1981) dan European Foundation (2011). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment melalui SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara burnout dan work-life balance (r = 0,809; p = 0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa meningkatnya burnout pada personel dapat memicu meningkatnya usaha mereka dalam menata keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dengan demikian, burnout dalam konteks tertentu dapat berfungsi sebagai pemicu adaptasi positif untuk menjaga stabilitas psikologis.
PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP SELF REGULATED LEARNING PADA SISWA SMA KRISTEN SONDER Rumondor, Engel N. Y.; Tiwa, Tellma M.; Sengkey, Marssel M.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/598y1q29

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya kemandirian belajar atau Self-Regulated Learning (SRL). Meskipun demikian, banyak siswa masih menunjukkan tingkat SRL rendah, terutama dalam perencanaan dan evaluasi belajar. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah regulasi emosi, yaitu kemampuan mengelola emosi secara adaptif agar tetap fokus dan termotivasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap SRL pada siswa SMA Kristen Sonder. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan analisis regresi linear sederhana terhadap 83 sampel siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap SRL, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, koefisien regresi 0,703, dan R² sebesar 0,381. Artinya, 38,1% variasi SRL dijelaskan oleh regulasi emosi, sedangkan 61,9% dipengaruhi faktor lain seperti motivasi dan lingkungan belajar. Hasil ini menegaskan bahwa semakin baik kemampuan regulasi emosi siswa, semakin tinggi kemandirian belajar mereka. Temuan ini merekomendasikan pentingnya penguatan aspek afektif melalui pelatihan regulasi emosi untuk mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka.
Sublimasi Emosi Melalui Aktivitas Tiktok Velocity: Studi Kualitatif Pada Mahasiswa Psikologi Semester 2 Sinaulan, Nova Lisye; Sengkey, Marssel M.; Kalumata, Ursula Victoria Tiara; Angkouw, Felicia Mikha; Lumy, Jessica
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan aktivitas TikTok Velocity sebagai bentuk sublimasi emosi pada mahasiswa semester 2 jurusan psikologi. Dalam konteks tekanan akademik dan perubahan sosial yang dihadapi mahasiswa baru, mekanisme pertahanan diri seperti sublimasi berfungsi sebagai strategi psikologis yang membantu mengurangi kecemasan dan menjaga kesejahteraan mental. Melalui analisis kualitatif, penelitian ini menelaah bagaimana mahasiswa memanfaatkan konten kreatif di media sosial, khususnya TikTok Velocity, untuk menyalurkan perasaan galau, sedih, ataupun kerinduan secara estetis dan positif. Hasil awal menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu memberikan dampak positif terhadap regulasi emosi dan mendukung perkembangan kepribadian yang sehat. Temuan ini menguatkan pentingnya pemanfaatan media sosial secara bijak sebagai sarana sublimasi yang konstruktif dalam proses adaptasi dan peningkatan kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Gangguan Kecemasan Terhadap Hubungan Jarak Jauh Yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Anak Muda Sengkey, Marssel M.; Sinaulan, Nova Lisye; Maringka, Keisa A.T.; Mangundap, Febby S.
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan jarak jauh, yang biasa dikenal sebagai oleh banyak orang yaitu Long Distance Relationship (LDR), adalah bentuk hubungan antara dua individu yang terpisah oleh jarak geografis. Kondisi ini dapat memiliki berbagai dampak, baik secara emosional maupun psikologis. Salah satu masalah psikologis yang sering dialami oleh remaja atau orang dewasa muda dalam hubungan semacam itu adalah kecemasan. Kecemasan dipahami sebagai kondisi emosional yang menyebabkan ketidaknyamanan, ditandai dengan kekhawatiran, kegelisahan, dan ketakutan berlebihan, yang pada akhirnya dapat mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk mendidik dan mendorong generasi muda agar merespons berbagai situasi, baik positif maupun negatif, dengan lebih bijaksana.