Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Penyakit Diabetes Menggunakan Obat Herbal di Lingkungan Pengajian Mesjid Namira Medan Muflihah Fujiko; Muharni Saputri; Ginting, Ernawaty; Fanny Rizki; Tambunan, Pravil Mistriyanto
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i1.156

Abstract

Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan terjadinya peningkatan gula dalam darah yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal dan saraf. Pengobatan diabetes saat ini banyak dilakukan dengan menggunakan obat-obatan alami dari bahan alam, diantaranya adalah jahe, kulit kayu manis, pare, daun sambung nyawa, daun tapak dara, dan daun mimba. Banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari penggunaan bahan alam tersebut sehingga perlu dilakukan edukasi dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Metode yang dilakukan adalah melalui presentasi. Hasil kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penggunaan bahan alam sebagai terapi pencegahan penyakit diabetes
UJI AKTIVITAS ANTIHIPERLIPIDEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN ARA SUNGSANG (Asystasia gangetica) TERHADAP KADAR KOLESTEROL PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Muharni Saputri; Muflihah Fujiko; Dasopang, Eva Sartika; Shinta Naswa; Nova Arianti
Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Vol. 7 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/idjpcr.v7i2.18083

Abstract

Hyperlipidemia can be treated with medication. However, the large side effects cause people to return to herbal medicine. Sungsang fig leaves contain flavonoid, tannin and saponin compounds that can reduce cholesterol levels. The stages of the procedure carried out are making simplisia, followed by cold extraction, namely maceration with ethanol p.a solvent as the solvent of choice. Furthermore, phytochemical screening of sungsang fig leaf extract and simplisia characterization studies were carried out. After that, anti-hyperlipidemia activity was tested in vivo using male white mice to determine the effect of reducing blood cholesterol levels with ethanol extract of sungsang fig leaves. The result of the decrease in cholesterol levels in white male mice from ethanol extract of sungsang fig leaves at a dose of 500 mg/kg BW was 41%. These results are 1.20 times greater than the dose of 125 mg/kg BW and 1.17 times greater than the dose of 250 mg/kg BW. Synergistic compounds to reduce cholesterol levels are flavonoids, tannins and saponins. The decrease in cholesterol levels from ethanol extract of sungsang fig leaves at a dose of 500 mg/kg BW is not significantly different from simvastatin 10 mg.
EDUKASI BAHAYA PENGGUNAAN OBAT TANPA RESEP DAN PENYALAHGUNAAN OBAT DI DESA MARINDAL 1, PATUMBAK DELI SERDANG Tambunan, Pravil Mistryanto; Barus, Bunga Rimta; Muflihah Fujiko; Ginting, Ernawati
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i1.260

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi tentang bahaya penggunaan obat tanpa resep dan penyalahgunaan obat kepada masyarakat Desa Marindal 1, Patumbak Deli Serdang. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pembagian leaflet edukasi dengan melibatkan 45 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK, remaja, dan tokoh masyarakat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan 15 soal pilihan ganda. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai pre-test 58,7 (SD=18,2) meningkat menjadi 82,4 (SD=12,6) pada post-test, menunjukkan peningkatan 23,7 poin (40,4%, p<0,001). Sebanyak 33 peserta (73,3%) mencapai kategori baik-sangat baik (?75) pada post-test dibandingkan hanya 12 peserta (26,7%) pada pre-test. Tingkat kepuasan peserta mencapai 4,7/5,0 dengan 91,1% menyatakan sangat puas. Follow-up setelah 1 bulan menunjukkan 78% peserta telah menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari dan 82% peserta telah menyosialisasikan informasi kepada keluarga dan tetangga. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat yang rasional dan mengurangi risiko penyalahgunaan obat di tingkat komunitas. Dampak jangka panjang yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi keberlanjutan kesadaran yang dihasilkan melalui pembentukan kader kesehatan serta rencana tindak lanjut yang melibatkan kerjasama dengan fasilitas kesehatan setempat untuk memberikan konsultasi berkelanjutan dan monitoring praktik penggunaan obat rasional di masyarakat.