Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Yusuf al-Qaradawi: Memposisikan Sunnah Ghairu Tasyriiyah Leli, Laili Zainab; Radifa Isnain Nafila
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v9i1.3706

Abstract

This paper discusses the Sunnah of Ghayru Tasyriiyah which wa pioneered by sheikh Mahmud Syaltut which was later developed by Yusuf al-Qardhawi. This research is focused on answering the position of Sunnah Ghayru Tasyriiyah according to Yusuf al-Qardhwai. The research method used is literature where the source is obtained from books, journals, dictionaries and so on. This research is descriptive in nature and intends to explain or explain the position of Sunnah Ghayru tasyriiyahn according to Yusuf al-Qardhwi. Yusuf al-Qardhawi shows that the position of Sunnah Ghayru Tasyriiyah is sunnah which is not prescribed as obligatory sunnah and does not change it, but if it is in the form of an act the sunnah is only permisibble. On the other hand, apart from not being obligated and having been given to the people of the Sunnah, Ghayru Tasyriiyah is also not considered a permissible act according to the Shari’a, it is only permitted rationally in the form of the Sunnah actions it is only recommended, and if the form of orders and prohibitions only applies to sunnah and hadith related to the worldly.
MAQASHID SYARIAH PADA PERIODE MODERN ALAL AL-FASHI DAN AR-RAISUNI Wahyuni Danial Khotimah; Radifa Isnain Nafila; Yusron Pahlevi; Tutik Hamidah; Ahmad Izzuddin
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss1.art17

Abstract

Artikel ini membahas pemikiran maqāṣid al-syarī‘ah pada periode modern melalui perspektif dua tokoh penting, yaitu Alal al-Fasi dan Ahmad al-Raisuni. Kajian maqāṣid al-syarī‘ah memiliki peran strategis dalam pengembangan hukum Islam agar tetap relevan dalam merespons dinamika sosial dan tantangan modernitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep maqāṣid al-syarī‘ah menurut Alal al-Fasi, menganalisis teori maqāṣid al-syarī‘ah dan maqāṣid al-Qur’an menurut Ahmad al-Raisuni, serta membandingkan pemikiran keduanya dalam konteks hukum Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari karya-karya primer kedua tokoh serta literatur sekunder yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alal al-Fasi menekankan maqāṣid al-syarī‘ah sebagai ruh syariat yang harus diwujudkan dalam kehidupan sosial melalui ijtihad, pendidikan, dan pembaruan pemikiran Islam. Sementara itu, Ahmad al-Raisuni mengembangkan maqāṣid secara lebih sistematis dan metodologis dengan membagi maqāṣid ke dalam maqāṣid umum, khusus, dan parsial, serta mengaitkannya dengan maqāṣid al-Qur’an. Perbandingan kedua pemikiran ini menunjukkan adanya kesinambungan antara dimensi praksis dan metodologis maqāṣid al-syarī‘ah, yang berkontribusi dalam memperluas cakrawala hukum Islam agar lebih kontekstual dan berorientasi pada kemaslahatan umat.