Penelitian ini mengkaji subjektivitas Kiki Sulistyo dalam kumpulan puisi Di Ampenan, Apa Lagi yang Kau Cari? (DAALKC) menggunakan teori psikoanalisis Jacques Lacan. Buku pemenang Khatulistiwa Literary Award tersebut belum pernah diteliti secara menyeluruh padahal puisi-puisi dalam buku tersebut menunjukkan keutuhan gagasan yakni pengalaman penyair mengenai kota tua Ampenan. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data terdiri atas puisi-puisi, parateks, dan informan mengenai biografi penyair. Penelitian ini menemukan bahwa subjektivitas Kiki Sulistyo tampak melalui dinamika dimensi riil, imajiner, dan simbolik. Gangguan dimensi riil ditunjukkan dengan trauma pengusiran dan kematian. Dimensi imajiner terbentuk dari pantulan diri Kiki dari Ampenan yang kreol. Adapun dimensi simbolik direpresentasikan dalam bentuk internalisasi nilai-nilai pluralisme sekaligus ketidakstabilan tatanan sosial. Di samping itu, puisi-puisi dalam DAALKC berfungsi sebagai simtom yang menstabilkan subjektivitasnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa subjektivitas Kiki adalah hasil dari usaha kreatif yang gagal mencapai keutuhan, namun melahirkan puisi sebagai bentuk jouissance atas keterpecahannya.