Fransiska, Ni Nyoman
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN TEOLOGIS TERHADAP SPIRITUALITAS BUMI MENURUT PERSPEKTIF KRISTEN Duapadang, Enry Yakobus; Fransiska, Ni Nyoman
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 7, No 1 (2023): J.VoW Vol 7. No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v7i1.208

Abstract

Earth is a creation of God and is considered a holy place filled with God's presence. However, along with the development of the times and the human tendency to increasingly dominate nature, the Earth is often seen as only an object that can only be utilized. In this theological view, earth spirituality is seen as a human relationship with the Earth that shows respect, togetherness, and interdependence. Earth spirituality teaches that humans and Earth are connected and influence one another. In the context of Christian theology, earth spirituality emphasizes the importance of protecting and caring for God's creation as a form of responsibility and respect for the Creator. In a practical context, earth spirituality can be applied to human daily life through practices that are environmentally friendly and promote natural sustainability. Churches and Christian communities can play an important role in promoting environmental awareness and practices. In a theological view, protecting the environment is a form of service to God and others. In its conclusion, the Christian theological view of earth spirituality emphasizes the importance of understanding humanity's relationship with the Earth from a theological perspective. Earth spirituality views Earth as a sacred place that must be respected and cared for. In a practical context, earth spirituality can be applied to human daily life through environmentally friendly practices.
Pemimpin Rohani Sebagai Pendengar Yang Peduli: Relevansi Pelayanan Pastoral di Masa Kini Fransiska, Ni Nyoman
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 2 (2025): Developing Christian Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i2.1114

Abstract

Kepemimpinan rohani dalam pelayanan pastoral saat ini menghadapi tantangan besar dalam menjawab kebutuhan emosional dan spiritual jemaat. Permasalahannya adalah bagaimana pemimpin rohani dapat menjadi pendengar yang peduli yang mampu menciptakan lingkungan psikologis aman, meningkatkan komunikasi efektif, dan melayani jemaat dengan empati. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran pemimpin rohani sebagai pendengar yang peduli dan relevansi pelayanan pastoral pada masa kini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan studi literatur, yang dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema penting dalam pelayanan pastoral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin rohani yang menguasai keterampilan mendengarkan secara empatik dapat meningkatkan kepercayaan jemaat, menciptakan suasana pelayanan yang aman, serta memperkuat hubungan pastoral yang transformatif. Selain itu, komunikasi efektif yang dibangun dengan empati membantu pemimpin dalam memberikan bimbingan yang tepat dan relevan untuk pertumbuhan rohani jemaat. Pendekatan ini juga efektif dalam penyelesaian konflik dengan bijaksana, memperkuat kelengkapan diri pemimpin dalam pelayanan rohani, dan membuka ruang kolaborasi dengan profesional terkait. Dengan demikian, mendengarkan dengan peduli merupakan fondasi penting dalam pelayanan pastoral yang relevan dan kontekstual di era modern ini. 
Teodisi Allah Sebagai Bantahan terhadap Hukum Retribusi Dalam Kitab Ayub Fransiska, Ni Nyoman; Sukadana, Gusti Ngurah; J, Johan
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.419

Abstract

Penderitaan adalah aspek yang tidak dapat diprediksi dan tidak terhindarkan dalam kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan orang Kristen. Namun, interpretasi tentang penderitaan seringkali sangat bervariasi. Banyak tradisi agama memandang penderitaan sebagai konsekuensi dari dosa atau hukuman ilahi berdasarkan prinsip teologi retributif (hukum sebab-akibat), yang telah lama menjadi subjek perdebatan teologis. Indonesia pemahaman perspektif ini masih dominan, menciptakan kesenjangan pemahaman tentang penderitaan dalam konteks Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep teodisi dan anti-teodisi dalam Kitab Ayub guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang penderitaan orang beriman. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan penelitian perpustakaan untuk menganalisis teodisi dalam Kitab Ayub. Metode ini berfokus pada interpretasi teks yang mendalam, yang memerlukan pemahaman komprehensif melalui analisis hermeneutik dan eksegesis Alkitab. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Allah mengizinkan penderitaan dan cobaan yang dialami oleh orang-orang beriman untuk tiga tujuan. Penderitaan itu untuk agar manusia mengakui kekuasaan-Nya, Kemurnian iman, dan dalam penderitaan harus tetap rendah hati untuk mengandalkan Tuhan. Maka disimpulkan bahwa teodisi dalam Kitab Ayub berfungsi sebagai argumen kontra terhadap teologi pembalasan, menunjukkan bahwa penderitaan tidak selalu merupakan hukuman atas dosa, tetapi dapat berfungsi sebagai disiplin ilahi, proses pembentukan iman, dan sarana untuk mengembangkan kerendahan hati di hadapan kedaulatan Allah.