Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pembimbingan Usaha Ternak Ayam Broiler Di Desa Panjatan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen Eka Wijiasih, Nazla; Satriyo Nugroho, Iwan; Kumala Dewi, Nurlaela
Abditek Nusantara Vol. 7 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Community Service (PKM) aims to improve the efficiency, profitability, and sustainability of broiler chicken farming businesses in Panjatan Village, Karanganyar District, Kebumen Regency, thru an integrated mentoring model that incorporates technical, managerial, and marketing aspects. This region has high livestock potential, but small-scale farmers face various constraints, such as inefficient feed management, poor barn sanitation, minimal biosecurity, and dependence on middlemen. Using a three-month (July–September 2025) collaborative action participatory approach, this PKM involves 20 farmers, with the main case study focusing on Mr. Misno's business. Data collection methods include participatory observation, semi-structured interviews, direct training, and quantitative documentation of performance indicators (mortality, FCR, profit). The results show that the intervention successfully reduced mortality from 12–15% to 6% thru improved ventilation, adjusting the temperature according to the age of the chickens, and implementing a complete vaccination schedule (ND, ND-IB, IBD). Feed efficiency increased thru scheduled feeding (8 hours/day) and the substitution of local ingredients (bran, tofu dregs), reducing feed costs by up to 15%. On the marketing side, direct partnerships were established with five food stalls and one chicken slaughterhouse at a fixed contract price of Rp23,000/kg, increasing profit margins by 22%. The main innovation of this PKM lies in three-dimensional integration: (1) agricultural waste-based feed technology, (2) digital business recording via Google Forms, and (3) institutional strengthening thru the formation of an Integrated Livestock Business Group (KUTT). This holistic approach addresses previous research gaps in the southern Kebumen region and provides a contextual, sustainable, and replicable empowerment model for small-scale farmers in remote areas
PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI DAN PEMASARAN GREEN BEANS UNTUK MENDUKUNG KEBERLANJUTAN AGRIBISNIS BINTOHA PERKOCI CIWIDEY KABUPATEN BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT Widya Purnama, Anggi; Ariffien, Afferdhy; Kumala Dewi, Nurlaela; Syahri Nasution, Alfi; Shafira Putri, Audi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.%p

Abstract

Bintoha Farm Perkoci adalah kelompok tani usaha yang memproduksi, mengumpulkan, mengolah dan menjual biji kopi di wilayah Ciwidey Kabupaten Bandung. Pada proses pengiriman biji kopi dari perkebunan ke tempat pengolahanterdapat beberapa permasalahan yaitu buah kopi yang dihasilkan mengalami fluktuasi dalam segi kualitasnyakarena pengiriman Green Bean dari petani ke bagian produksi atau pengepul kopi memiliki jarak yang cukup jauh sehingga banyak dari biji kopi yang berbentuk Cherry tersebut mengalami over fermentation. Selain hal tersebut, Bintoha Farm Perkoci saat ini mengalami peningkatan permintaan dari konsumen di daerah sekitar Bandung dan Cimahi yang mengakibatkan peningkatan proses distribusi yang berdampak pada tingginya biaya transportasi pada proses pengiriman ke pihak konsumen, serta untuk meningkatkan penjualan agar dapat meningkatkan keuntungan perlu dilakukan pemasaran dengan pemanfaatan digital. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan melakukan pelatihan kepada petani untuk mencari rute yang terpendek dan waktu yang lebih cepat, karena kualitas kopi yang kurang baik akan sangat berpengaruh terhadap cita rasa dari biji kopi yang akan diolah nantinya serta terkait dengan digital marketing. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini yang dilakukan dengan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian petani dalam hal peningkatan kualitas, mencari rute terpendek untuk menjual kopi dan digital marketing.