Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN TEORI MODEL RASIONAL MENGENAI KEBIJAKAN PEMBENTUKAN LABAN CENTRAL PARK OLEH PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK Natasya Salsabila Pramudita; Safina Rahma Isro’in Maftukha; Muhammad Noer Falaq Al-Amin
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 5 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Mei
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i5.276

Abstract

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah pada proses pengambilan keputusan terkait kebijakan didirikannya Laban Central Park dengan menggunakan teori model rasional. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan mengenai pembentukan Laban Central Park sudah hampir memenuhi kriteria yang semestinya dalam model teori pengambilan keputusan rasional. Hal tersebut dapat dilihat dari empat langkah dan substansi sebagai indikator pengambilan keputusan menggunakan model rasional yaitu identifikasi masalah, memastikan masalah yang ditetapkan tidak memiliki makna ganda, pembuatan sejumlah alternatif  kebijakan, dan pemilihan satu alternatif yang terbaik sudah berjalan optimal. Dalam pengambilan keputusan program Laban Central park ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perekonomian warga Desa Laban dan menjadi sentra perekonomian Desa Laban yang tertata dan mandiri dengan meningkatnya Pendapatan asli desa yang berasal dari usaha UMKM lokal warga desanya melalui ekonomi kreatif.
ANALISIS PERENCANAAN KERJASAMA ANTAR DAERAH DALAM SUPLAI AIR BERSIH PURWOREJO-DIY UNTUK YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT (YIA) Natasya Salsabila Pramudita; Safina Rahma Isro’in Maftukha; Putri Ayu Lailatun Nafi’ah; Widya Dwi Prastiwi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/6tp5vp05

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis status perencanaan Kerjasama Antar Daerah (KAD) antara Kabupaten Purworejo dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk suplai air bersih bagi kebutuhan vital Yogyakarta International Airport (YIA). YIA, sebagai penggerak permintaan ekonomi regional, diperkirakan membutuhkan pasokan air sebesar 6.000 liter per detik, dan Sungai Bogowonto di Purworejo memiliki potensi untuk memasok sekitar 3.000 liter per detik (50%). Kerjasama ini melibatkan aktor heterogen, melintasi batas yurisdiksi horizontal (Jawa Tengah-DIY) dan level pemerintahan vertikal (Pemerintah Daerah-Pusat/BBWSSO), sehingga memerlukan tata kelola jaringan (Network Governance). Meskipun komitmen politik telah ditandai dengan pertemuan formal antara Bupati Purworejo dan Gubernur DIY pada April 2024, kerja sama ini masih berada pada tahap penjajakan teknis dan belum memiliki landasan hukum yang mengikat (MoU/PKS). Hambatan utama terletak pada kesenjangan regulasi vertikal, di mana izin pengambilan air dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) baru 50 liter per detik, sangat jauh dari potensi maksimal 3.000 liter per detik. Selain itu, Sungai Bogowonto dipandang sebagai Sumber Daya Komunal (Common Pool Resource), sehingga pemanfaatan air bersih dalam skala besar tanpa aturan yang jelas rentan menimbulkan konflik sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, keberhasilan KAD ini sangat bergantung pada percepatan finalisasi landasan hukum (MoU/PKS), sinkronisasi regulasi perizinan dengan mekanisme yang lebih sederhana (one-gate system), serta integrasi kebijakan konservasi berbasis keberlanjutan untuk menjamin alokasi air yang adil dan berkelanjutan. KAD ini diharapkan tidak hanya menciptakan efisiensi sumber daya air, tetapi juga berfungsi sebagai model tata kelola kolaboratif lintas daerah di Indonesia.
Pengaruh Inovasi Pelayanan SOS MAS (Service on Saturday di Kecamatan Kebomas) terhadap Kepuasan Masyarakat Natasya Salsabila Pramudita; Eva Hany Fanida; Meirinawati; Trenda Aktiva Oktariyanda
Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/hukum.v3i1.866

Abstract

The majority of Kebomas District's residents are connected to working hours during government office hours (Monday through Friday), which creates access obstacles in administering public services due to the high population density and busy community life. In response to these time constraints, the SOS MAS (Service On Saturday in Kebomas District) invention was introduced, which offers services on Saturdays. However, the implementation of this innovation still faces challenges in the form of a low social integration rate and a restricted range of public services that have the potential to sway public opinion. The goal of this research is to assess how the SOS MAS innovation affects community happiness in Kebomas District. A quantitative technique with an associative approach is used in this research. Through an unintentional sampling method, questionnaires were given to 86 individuals in order to gather primary data. With the aid of SPSS, the determinant coefficient and a simple linear regression test were used to analyze the data. The study's findings reveal that the SOS MAS invention has a favorable and substantial influence on community happiness. The regression coefficient of 0.969 and a significance level of 0.000 <0.05 support this. The innovation variable accounted for 59.7% of public happiness, while the remaining 40.3% was impacted by variables not included in the study model, according to the coefficient of determination (R2) test. This result supports the notion that the efficacy of service innovation outside of working hours is a major element in boosting happiness for individuals with limited time. The SOS MAS innovation has been shown to greatly improve public satisfaction. Agencies are encouraged to improve their communication and outreach efforts as well as create SOS MAS innovations that maximize the advantages of innovations that meet community needs.