Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BUDAYA TUGAS DALAM SUPERVISI PENDIDIKAN Robiyatul Adawiyah; Safitri Wulandari; Subandi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 6 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i6.354

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam suatu masyarakat, pendidikan memiliki visi kehidupan dalam hidup di masyarakat. Pendidikan juga merupakan proses menaburkan benih-benih budaya dam peradaban manusia yang hidup yang dinafasi nilainilai atau visi yang berkembang dalam masyarakat Penelitian ini dikategorikan pada jenis penelitian studi kepustakaan (Library Research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Pendekatan deskriptif-kualitatif digunakan untuk mengkaji tentang motivasi kerja dalam lembaga pendidikan islam. Secara sematik Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar pada khususnya. Keterampilan dasar mengajar sangat diperlukan, pembentukan penampilan guru yang baik diperlukan keterampilan dasar. . Komunitas belajar adalah suatu kelompok yang terdiri dari beberapa orang yang memiliki ketertarikan dan tujuan yang cenderung bersifat akademik. penulis menyarankan agar budaya didalam suatu lembaga sekolah tidak hilang.
A Comparative Research Of Water Resources Protection Between Indonesia And Pakistan Febrina Heryanti; Adi Gunawan; Sapto Wahyono; Ach. Rifai; Sofianto; Safitri Wulandari
LEGAL BRIEF Vol. 13 No. 5 (2024): December: Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Viewed from the legal aspect, the government’s attention to water resources can be seen from the management, sustainable water resource development, and public participation principles. This research discussed these three aspects by adding the advantages and disadvantages of water resource management in Pakistan. This research was library research with a legislative approach and using comparative research. The research results showed that there were three aspects of water management in Indonesia. The first was the principle that water resources are part of Human Rights. Furthermore, water resources are an important part that cannot be separated from an environmentally friendly sustainable development strategy. Then, community participation was stated in Articles 2, 4, Articles 62, and 63 of Law 17 of 2019. Meanwhile, there were three basic aspects of the management of Pakistan’s water resources. First was the principle of Pakistan’s water management, which was stated in the country’s constitution in 1973 and adopted by the UN Resolution, which ensured fair and equal access to clean water and sanitation for all its citizens. The second aspect of sustainability of the Pakistani government was to establish a planting policy strategy with the concept of More Crops per Drop or more plants per drop, which was continued with national-scale technical actions. At the same time, the third aspect was in terms of public participation. The government stated it in the National Water Policy of 2018. The advantages of Pakistan’s water resource management law were based on Islamic law, the internationalization of water resource management, and the establishment of a special agency that deals with water resources. The weakness of the law was that Pakistan did not have a master law on water resource management that applied nationally. Secondly, there was no national legal update and a tiered water resource management structure that could cause national disparities between regions.
Pemanfaatan Pestisida Nabati Berbasis Serabut Kelapa dan Bawang Putih Sebagai Alternatif Pengendalian Hama Tanaman Terong di Kelurahan Kota Baru, Kabupaten Bintan Oktavia, Yola; M. Afief Anugrah; Nanda Renaldi Putra; Eca Dwi Febyani; Randa Sepi Yanti; Safitri Wulandari; Sri Wahyuni; Yoli Ananda; Taufic Kurrahman; Lutfi Kurniawan
Jurnal Igakerta Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/krkzkw84

Abstract

Serangan hama pada tanaman terong di Kelurahan Kota Baru, Kabupaten Bintan, memicu ketergantungan petani pada pestisida kimia yang berisiko bagi ekosistem. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan 15 orang petani melalui edukasi pembuatan pestisida nabati berbahan serabut kelapa dan bawang putih. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, demonstrasi pembuatan, praktik mandiri, hingga aplikasi lapangan. Formulasi pestisida menggunakan rasio ekstrak 3:1 dengan penambahan surfaktan sabun cair. Hasil kegiatan menunjukkan penurunan populasi hama secara signifikan pasca-aplikasi. Partisipasi aktif peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pemanfaatan sumber daya lokal yang ekonomis. Dampak utama kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan teknis dan kesadaran petani dalam mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan. Melalui kemandirian memproduksi pestisida nabati, petani diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus menjaga kualitas hasil panen secara alami dan aman bagi lingkungan di masa mendatang.