p-Index From 2021 - 2026
1.203
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Yulanda, Y. A.
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS VARIASI PENAKSIRAN SUMBERDAYA BATUBARA MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHT DAN ORDINARY KRIGING Yulanda, Y. A.; Hakim, M. E.; Arafat, R.; ., Ericson
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i2.1442

Abstract

Penaksiran sumberdaya batubara merupakan tahapan penting dalam kegiatan industri pertambangan batubara. Terdapat dua jenis metode yang lazim digunakan dalam penaksiran sumber daya yaitu Metode Inverse Distance Weight (IDW) dan Ordinary Kriging (OK). Kedua metode tersebut menggunakan sistem grid blok dalam penaksiran. Beberapa penelitian sebelumnya cenderung hanya memperlihatkan perbedaan selisih pada nilai total hasil penaksiran. Belum ditemukan penelitian yang memperlihatkan nilai variasi pada setiap grid blok estimasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi nilai kedua metode tersebut pada setiap grid blok. Adapun data yang menjadi objek penaksiran adalah ketebalan batubara (coal thickness). Di dalam penelitian ini, kedua metode juga akan membandingkan tonase sumber daya batubara guna mengetahui perbedaan hasil perhitungan sumber daya. Data penelitian berupa 60 titik bor eksplorasi yang diolah menggunakan perangkat lunak perhitungan sumber daya batubara. Berdasarkan hasil penaksiran sumber daya batubara menggunakan Metode IDW diperoleh jumlah sumber daya batubara sebesar 49.101.422 Ton. Perolehan sumber daya batubara hasil kalkulasi Metode IDW menunjukkan selisih yang tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan penggunaan Metode Ordinary Kriging yang menunjukkan nilai sebesar 47.521.660 Ton. Variasi nilai estimasi yang dihasilkan kedua metode tersebut rata-rata berkisar 3%.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PENGGUNAAN ALAT ANGKUT MERCY3939K DENGAN SCANIAP380 PADA PENGUPASAN OVERBURDEN Setyaningsih, S.; Zahar, W.; Yulanda, Y. A.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i4.1765

Abstract

Kegiatan pengupasan overburden merupakan kegiatan yang perlu dilakukan sebelum dilakukan kegiatan coal getting. Penggunaan alat angkut pada biaya pengupasan overburden merupakan komponen biaya terbesar yang akan dikeluarkan oleh perusahaan diakibatkan oleh populasi unit yang paling banyak. Biaya tersebut terdiri dari biaya owning cost dan operating cost. Biaya produksi sangat dipengaruhi oleh produktivitas alat dimana semakin lama penggunaan alat maka performa alat akan menurun. Pada penelitian ini, umur alat telah digunakan selama lima tahun penggunaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa biaya alat angkut yang menguntungkan, sehingga memberikan keuntungan dengan mempertimbangkan biaya kepemilikan dan operasional serta biaya produksi dengan mengkorelasikannya dengan produktivitas alat. Berdasarkan penelitian didapatkan produktivitas Mercedes Benz Actross 3939K sebesar 53,12 bcm/jam dengan biaya kepemilikan Rp 60.512/jam dan biaya operasional Rp 448.598/jam. Sedangkan produktivitas Scania P380 sebesar 37,25 bcm/jam dengan biaya kepemilikan Rp 63.718/jam dan biaya operasional Rp 420.411/jam. Dengan membagi nilai produktivitas alat didapatkan biaya produksi Mercedes Benz Actross 3939K Rp 9.584/bcm sedangkan Scania P380 Rp 12.996/bcm. Berdasarkan biaya produksi tersebut disimpulkan bahwa walaupun operating cost dump truck Mercedes Benz Actross 3939K lebih besar namun unggul secara performa sehingga Mercedes Benz Actross 3939K lebih ekonomis secara biaya produksi dibandingkan dengan dump truck Scania P380.
PERENCANAAN TEKNIS SEKUENS PENGUPASAN OVERBURDEN PADA TAHUN 2023 DI PT TATA BARA UTAMA JOBSITE BBE-MAL KABUPATEN MUSI BANYUASIN Prayoga, A.; Yulanda, Y. A.; Prabawa, A. D.; Megasukma, Y.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.2214

Abstract

PT Tata Bara Utama (TBU) merupakan kontraktor yang bergerak pada bidang pertambangan yang berdomisili di Sumatera Selatan dengan lingkup kerja pengupasan lapisan tanah penutup (overburden). Target produksi overburden tahun 2023 telah disepakati 4.000.000 BCM dengan target coal expose 850.000 ton. Untuk mencapai target tersebut perlu dilakukan perencanaan kapasitas alat dan sekuen penambangan. Perencanaan sekuen penambangan pada TBU hanya dilandaskan pada keadaan normal dengan mengacu pada jam hujan rata-rata. Sementara faktor curah hujan merupakan faktor yang susah untuk diprediksi namun berpengaruh besar terhadap ketercapaian produksi yang dapat berakibat terhadap pencapaian coal expose. Penelitian tentang perbandingan dua skenario jam hujan berbeda yang terdiri dari jam hujan rata-rata (pendekatan moderat) dan jam hujan tertinggi (pendekatan pesimis) belum pernah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan normal scenario (NSC) dengan worst scenario (WSC) pada jam hujan tertinggi sehingga dapat memberikan alternatif sekuen pencapaian target coal expose pada kemungkinan kondisi terburuk. Metode penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan mengintegrasikan teori dan data lapangan yang terdiri dari data primer dan sekunder. Data diolah dengan menggunakan perangkat lunak pertambangan untuk membantu pembuatan skenario penambangan. Hasil dari pengolahan data menghasilkan rancangan desain pit dan disposal tahun 2023 yang dibagi menjadi 4 kuartal dengan dua skenario berbeda. Skenario NSC menghasilkan total overburden 4.073.351 BCM dengan jumlah coal expose 879.966 ton sedangkan skenario WSC menghasilkan total overburden 3.648.841 BCM dengan jumlah coal expose 877.933 ton. Pada skenario WSC target expose batubara masih tetap bisa tercapai namun tidak menyisakan working bench untuk tahun selanjutnya.
ANALISIS KORELASI GEOSPASIAL DATA TITIK BOR BERDASARKAN METODE GEOSTATISTIK VARIOGRAM Yulanda, Y. A.; Arafat, R.; Rahmi, H.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i1.2826

Abstract

Ketidakpastian kondisi bawah permukaan merupakan tantangan dalam bidang pertambangan. Ketidakpastian ini muncul karena kompleksitas tatanan geologi, yang membuat lapisan bawah permukaan bervariasi antara lokasi. Dengan demikian, pemodelan geologi yang akurat sangat diperlukan untuk estimasi sumber daya yang efisien. Namun, jarak antar lubang bor yang tidak tepat dapat meningkatkan biaya eksplorasi dan risiko kesalahan estimasi. Estimasi sumber daya dengan menggunakan metode geostatistik mempunyai keunggulan dibanding metode lain karena mampu memperhitungkan variabilitas spasial data secara kuantitatif, sehingga menghasilkan estimasi yang lebih akurat. Parameter yang mempengaruhi adalah nilai variogramnya, dimana analisis variogram yang baik akan mempengaruhi model endapan yang terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi geospasial data titik bor berdasarkan metode geostatistik variogram. Metode yang digunakan merupakan metode kuantitatif dengan pendekatan geostatistik meliputi pemahaman anisotropi, penentuan arah utama, perhitungan variogram eksperimental, dan pemodelan variogram. Studi ini dilakukan pada data titik bor dengan parameter kualitas kalori, kandungan ash, dan sulfur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variogram omnidirectional memberikan gambaran umum distribusi spasial, sementara variogram directional mengungkap adanya anisotropi, terutama pada arah strike endapan dengan range terjauh 230 meter dan 150 meter pada arah dip. Jarak pengeboran optimal berdasarkan variogram ini meningkatkan akurasi estimasi sumber daya. Korelasi spasial yang lebih kuat ditemukan pada jarak pengeboran yang lebih pendek, yang penting untuk mengurangi kesalahan estimasi. Studi ini memberikan panduan penting untuk menentukan jarak pengeboran optimal dalam eksplorasi, meningkatkan efisiensi biaya sambil mempertahankan kepercayaan tinggi dalam estimasi geologi.
KAJIAN PETROLOGI, GEOKIMIA, DAN POTENSI MINERAL STRATEGIS PADA FORMASI GRANIT TANTAN, GEOPARK MERANGIN, JAMBI Yulanda, Y. A.; Wiratama, J.; Hakim, M. E.; Seprizal, M. F.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i4.3205

Abstract

Granitoid merupakan salah satu batuan yang berpotensi membawa mineral strategis, seperti tembaga, timah dan aluminium, yang perannya semakin krusial sebagai komponen kunci dalam pengembangan teknologi modern di era transisi energi dan digitalisasi global. Formasi Granit Tantan (Batuan Granitoid) yang tersingkap di kawasan Geopark Merangin menjadi bukti adanya proses magmatisme dan potensi mineralisasi hidrotermal. Meskipun demikian, penelitian karakteristik granit Tantan berdasarkan petrografi dan geokimia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter petrologi, geokimia, serta potensi mineralisasi logam dasar pada Formasi Granit Tantan melalui analisis petrografi, mineragrafi, XRF, dan XRD terhadap tiga sampel batuan yang diambil dari Situs Air Batu (AB), Teluk Tilan (TL), dan Jeram Ladeh (JL) menggunakan metode grab dan chip sampling. Hasil analisis petrografi menunjukkan komposisi Kuarsa 41–51%, Plagioklas 24–43%, dan mineral mafik 8–35%, dengan klorit sebagai mineral indikator alterasi propilitik. Analisis mineragrafi mengidentifikasi keterdapatan kalkopirit (0,1%), covelit (<0.1%), pirit (1,1%), magnetit (2,9%), dan hematit (1,2%) yang menunjukkan bukti adanya sistem mineralisasi hidrotermal. Hasil XRF menunjukkan rasio A/CNK (0,99–1,28), dua sampel (AB dan JL) diklasifikasikan sebagai granit tipe-I (metaluminous), sedangkan satu sampel (TL) tergolong granit tipe-S (peraluminous). Anomali keterdapatan mineralisasi Cu pada granit tipe-S diinterpretasikan sebagai hasil kontaminasi magma atau aktivitas hidrotermal pascaintrusi. Kombinasi granit tipe-I, bukti langsung Kalkopirit, adanya supergen enrichment dan penanda alterasi Klorit menegaskan indikasi kuat terhadap potensi mineralisasi logam strategis Tembaga (Cu). Formasi Granit Tantan penting dalam memahami evolusi magmatisme dan memiliki nilai strategis di kawasan Geopark Merangin.
RANCANGAN PENAMBANGAN BATUBARA PERIODE TRIWULAN PADA PT BATURONA ADIMULYA, PROVINSI SUMATERA SELATAN Rahman, A. A. F.; Prabawa, A. D.; Yulanda, Y. A.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i1.3225

Abstract

PT Baturona Adimulya merupakan perusahaan tambang batubara di Sumatera Selatan dengan target produksi 138.000 ton batubara per bulan di Pit 4, namun pada April 2025 mengalami penurunan use of availability dari 53% menjadi 34% akibat peningkatan durasi hujan hingga 139,56 jam atau 70% di atas rencana (82,2 jam) yang menyebabkan banjir di front penambangan dan terganggunya akses jalan angkut. Dengan mempertimbangkan potensi terjadinya kembali kondisi serupa, penelitian ini bertujuan merancang desain pit dan disposal dengan pendekatan dua skenario operasional yang berbeda berdasarkan durasi hujan untuk periode Juni hingga Agustus 2025 dengan kombinasi data primer dari lapangan dan data sekunder yang diperoleh dari perusahaan. Data durasi hujan 10 tahun terakhir diolah untuk menentukan parameter kondisi normal dan kondisi terburuk (worst-case scenario), kemudian rancangan desain pit dan disposal dibuat menggunakan perangkat lunak khusus tambang dengan mempertimbangkan parameter dan batasan berupa nilai stripping ratio, pit limit, luas front minimum, geometri lereng, dan geometri jalan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua skenario, di mana rancangan pit pada kondisi normal menghasilkan total volume overburden 1,89 juta bcm dengan tonase batubara 449 ribu ton dan rata-rata stripping ratio 4,21, sedangkan kondisi terburuk menghasilkan 1,02 juta bcm overburden dengan 239 ribu ton batubara dan rata-rata stripping ratio 4,27. Rancangan disposal yang didasarkan pada volume overburden yang dihasilkan dari rancangan pit memiliki total kapasitas sebesar 2,40 juta lcm pada kondisi normal dan 1,30 juta lcm pada kondisi terburuk. Kondisi terburuk menghasilkan volume overburden dan batubara yang lebih rendah masing-masing sebesar 46% dan 47% dibandingkan kondisi normal.