Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Development of Fine Motor Skills and Language in Infants Aged 6-12 Months at Puskesmas Karuwisi, Makassar City Sriyanah, Nour; Pawenrusi, Esse Puji; Efendi, Suradi; Pratiwi, Dewi Sari; Yati, Mimi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 3: September 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2145

Abstract

Infants are the age of newborns up to one year, who go through a process of development and growth. This process passes quickly, briefly, and cannot be repeated, so it is called the "golden period". In 2015, 16% of Indonesian children had problems with fine motor development. The study's purpose was to describe the development of fine motor and language in infants aged 6-12 months. This study was quantitative, with a descriptive approach. The population was 103 infants. The population was all mothers with infants aged 6-12 months who visited PUSKESMAS Karuwisi, Makassar City. The sample of this study was infants aged 6-12 months. The sampling technique used was purposive sampling. The sample number was 51 people. The tool used was the Denver Developmental Screening Test (DDST) Observation Sheet. The Findings showed that the most fine motor skills developments was normal category, as many as 42 (82.4%), and language development was normal category, as many as 39 (76.5%). We can conclude that the highest fine motor development of infants aged 6-12 months was normal category, and the highest language development of infants was normal category. It is hoped that every parent should provide the appropriate stimulation according to the infant's developmental stage.
Hubungan Kesehatan Spiritualitas dan Kesejahteraan Psikologis dengan Kesiapan Lansia menghadapi Kematian di Kelurahan Anduonohu Kota Kendari Pratiwi, Dewi Sari; Lisnawati; Sastika, Gita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v2i1.637

Abstract

Berdasarkan pengambilan data awal di kelurahan andounohu kecamatan Poasia dari tahun 2019-2021 jumlah lansia mengalami penurunan setiap tahunnya. Beberapa lansia mengalami masalah kesiapan menghadapi kematian dikarenakan kesehatan spiritualitas dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesehatan spiritualitas dan kesejahteraan psikologis dengan kesiapan lansia menghadapi kematian. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif jenis analitik observasional dengan rancangan Cross sectional study dimana jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran/ observasi variabel independent dan dependent hanya satu kali pada satu saat. Populasi penelitian berjumlah 660 lansia, dengan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 87 responden. Pengolahan data menggunakan uji One sample kolmogorov-Smirnov Test. Hasil penelitian menunjukan kesiapan lansia dalam menghadapi kematian terdapat pada responden yang memiliki kesehatan spiritualitas tinggi 69%. Dikarenakan dari 87 responden terdapat 37 responden yang nilai spiritualitasnya tinggi, 18 yang sedang dan 4 yang rendah (p-value = 0,001). Sedangkan kesiapan lansia dalam menghadapi kematian terdapat pada responden yang memiliki kesejahteraan psikologis yang cukup 80,9%.Dikarenakan dari 87 responden, terdapat 68 responden yang nilai kesejahteraan spikologisnya cukup dan 19 yang kurang ( p-value = 0,004) Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kesehatan spiritualitas dan kesejahteraan psikologis dengan kesiapan lansia menghadapi kematian. Diharapkan keluarga dapat memberi dukungan pada lansia di rumah. Karena jika kesehatan spiritualitas dan kesejahteraan psikologis membaik, maka lansia juga tetap tenang menjalani hidup di masa tuanya yang dapat menormalkan kesehatan baik secara bio,psiko,sosial maupun spiritual.