Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Biram Samtani Sains

Pengaruh Konsentrasi Dan Waktu Pemberian Zat Pengatur Tumbuh D.I. Grow (Diamond Interest Grow) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine Max (L) Merril)” SAPUTRA, WHIN THEMAS MICO
Biram Samtani Sains Vol 7 No 2 (2023): September : Biram Samtani Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jbss.v7i2.1214

Abstract

Penelitian ini di laksanakan di lahan kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, di jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Ketinggian tempat ± 25 m di atas permukaan laut dengan topografi datar dan jenis tanah inceptisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan waktu pemberian Zat Pengatur Tumbuh D.I. Grow (Diamond Interest Grow) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max (L) Merril). Hasil penelitian ini bahwa pada Perlakuan pemberian konsentrasi zat pengatur tumbuh D.I. Grow (Diamond Interest Grow) berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, umur tanaman berbunga dan jumlah cabang produktif sama halnya pada Perlakuan waktu pemberian zat pengatur tumbuh D.I. Grow (Diamond Interest Grow) berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, umur tanaman berbunga, jumlah cabang produktif kemudian tidak terjadi interaksi perlakuan antara konsentrasi dan waktu pemberian Zat Pengatur D.I. Grow (Diamond Interest Grow) berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang di amati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, umur tanaman berbunga, jumlah cabang produktif.
Pengembangan Agroforestri Berbasis Kapulaga di Bawah Tegakan Pinus sebagai Strategi Pelestarian Ekosistem dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Desa Pantan Nangka, Kecamatan Linge Budiyono, Budiyono; Saputra, Whin Themas Mico; Khadijah, Khadijah
Biram Samtani Sains Vol 9 No 2 (2025): April - Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jbss.v9i2.1558

Abstract

Desa Pantan Nangka, Kecamatan Linge, memiliki potensi ekologi dan ekonomi tinggi melalui keberadaan hutan pinus dan komoditas lokal seperti kopi dan kapulaga. Namun, tekanan terhadap kawasan hutan akibat alih fungsi lahan dan praktik pertanian yang tidak berkelanjutan menimbulkan ancaman terhadap kelestarian ekosistem. Agroforestri, sebagai pendekatan integratif antara pertanian dan kehutanan, menawarkan solusi untuk menjaga fungsi ekologis hutan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan agroforestri berbasis kapulaga di bawah tegakan pinus sebagai strategi pelestarian ekosistem dan peningkatan ekonomi masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara simultan, serta mendukung kebijakan multiusaha kehutanan yang berkelanjutan
Pengaruh Waktu Pemberian dan Konsentrasi POC Kirinyuh (Choromolaena Odorata) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.) Sari, Merdu; Saputra, Whin Themas Mico; Sukanto, Sukanto; Hairunnas, Hairunnas; Khadijah, Khadijah
Biram Samtani Sains Vol 10 No 1 (2026): Periode Januari - Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jbss.v10i1.1901

Abstract

This study aimed to determine the effect of application time and concentration of siam weed (Choromolaena odorata) liquid organic fertilizer (LOF) on changes and yields of plants bok coy (Brassica rapa L.), as well as their interaction. The research was conducted at the experimental farm of the faculty of agriculture, Gajah Putih University, pegasing subdistrict, central aceh regencey, from may to june 2025. The experiment used a factorial randomized block design (RBD) whith two trearment factors, namely the aplication time (W1= 5 and 10days after planting, W2= 10 and 15 days after planting, W3= 15 and 20 days after planting) and the concentraction of kirinyuh LOF (K1= 40 ml/L of water, K2= 80 ml/L of water, K3= 120 ml/L of water). Each combination was repeated three times, resulting in 27 experimental units