Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tadabbur Alam dalam Al-Quran (Studi Penafsiran Ayat-Ayat Tadabbur Alam dalam Tafsir Al-Azhar) Archie Hardinagoro, Mohammad; Sulthoni, Akhmad; Wirastho, Edy
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i1.235

Abstract

Segala sesuatu yang ada di jagat raya ini adalah ciptaan Allah Swt. Alam semesta beserta isinya, matahari yang setiap hari memberi sinarnya, juga bulan bintang yang terlihat dimalam hari, semua adalah ciptaan-Nya. Semua hal tersebut perlu dipikirkan, direnungkan, dihayati oleh manusia. Memikirkan, merenungkan dan menghayati ayat-ayat Allah Swt tersebutlah yang peneliti maksudkan dengan tadabbur alam. peneliti ingin menggali makna Tadabbur alam dalam penafsiran Buya Hamka tentang ayat ayat mengenal Allah dengan memperhatikan Alam dalam alquran dan pengimplementasikannya di dalam kehidupan sehari-hari dengan merujuk pada penafsiran Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar. Penelitian ini merupakan library research dengan metode deskriptif analitis. Pendekatan kajian dilakukan dengan metode tematik atau Maudhu’i. Hasil penelitian didapatkan bahwa penulis menemukan 7 surat yang di dalamnya terdpat ayat tadabbur alam. Diambil dari tafsir al azhar karya Buya Hamka bahwa tadabbur adalah memikirkan keteraturan ciptaan Allah, sehingga dapat mengetahui adanya Tuhan yang menciptakan segala apa yang ada di alam ini. Serta Seseorang harus selalu menyadari akan keagungan dan keesan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan selalu men- tadabburi ciptaan-ciptaannya.Sedangkan untuk penerapannya kita harus menggunakan nikmat nikmat alam yang di bentangkan oleh allah ini untuk kebaikan umat sebagai bentuk mensyukuri nikmatnya karena cara terbaik mensyukuri nikmat allah ialah dengan menggunakannya untuk ber ibadah kepada allah. Adapun bentuk-bentuk implementasi Tadabbur Alam tercemin dari beberapa sikap; Menyayangi dan menjaga ciptaan allah;Tidak sombong dengan ilmu dan kekuatan yang kita punya;Menyadari keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala;Menggunakan nikmat allah sebaik baiknya;Sering ber istighfar dan bersabar;Selalu berzikir saat perjalanan;Mengucap subhanallah saat melihat pemandangan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat allah yang telah memberikan kita pengelihatan yang baik.
Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir An-Nur Alfie Hardinagoro, Mohammad; Sulthoni, Akhmad; Wirastho, Edy
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i2.240

Abstract

Tumbuhan sering digunakan di dalam Al-Qur’an sebagai perumpamaan karena keanekaragaman dan keunikannya yang menyimpan banyak hikmah dan pelajaran bagi manusia. Dari proses pertumbuhan hingga manfaatnya yang beragam, tumbuhan menjadi subjek ideal untuk mengilustrasikan konsep kehidupan, spiritual, dan moral, sekaligus sebagai bukti kekuasaan Allah SWT. Mengingat pentingnya tumbuhan bagi kehidupan manusia dan hewan, penggunaan elemen tumbuhan dalam perumpamaan Al-Qur'an bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang hikmah dan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Penelitian ini berfokus pada penafsiran dan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat perumpamaan terkait tumbuhan menurut tafsir An-Nur karya Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy.Penelitian ini menggunakan metode library research yang bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan maudhu’i, atau kajian tematik,Penelitian ini akan memusatkan pada dua hal utama: pertama, penafsiran Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddiqiey terhadap ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An-Nur. Kedua, hikmah dari penaafsiran terhadap ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An-Nur.Dengan mengacu pada data dan analisis yang telah dilakukan, dapat di simpulkan,Penafsiran Hasbi ash-Shiddiqiey tentang ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An-Nur menggabungkan pendekatan kontekstual, penjelasan analogis, dan penekanan pada hikmah, dengan mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dan mempertimbangkan konteks historis serta aspek moral. Beliau menggunakan perumpamaan tumbuhan untuk menjelaskan konsep Islam, seperti mengumpamakan iman kuat dengan pohon berakar dalam dan kekufuran dengan pohon buruk yang mudah tercabut, serta menggambarkan perkembangan umat Islam dan kekuasaan Allah. Metode ini bertujuan untuk menjembatani konsep-konsep abstrak dalam Al-Qur'an dengan pengalaman nyata manusia, memvisualisasikan konsep spiritual melalui gambaran alam, memperdalam pemahaman agama, dan memotivasi umat untuk berbuat baik serta menghargai alam sebagai tanda kebesaran Allah, sehingga pesan-pesan Al-Qur'an dapat lebih mudah dipahami, diserap, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.