Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTERAKTIF DAN KREATIF: PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA JARI PADA SISWA KELAS III MIS FATHUL JANNAH Lestari, Mirna; Suliyya , Lafifah; Widiastuty , Hesty; Suryani, Yeni; Audria, Alya; Fatma, Fatma; Rahmawati, Siti
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 03 (2024): Mei: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v3i03.1330

Abstract

Bahasa inggris digunakan hampir di seluruh dunia karena merupakan bahasa universal. karena banyak media pembelajaran yang digunakan untuk belajar bahasa Inggris. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan dan mengajarkan bahasa Inggris melalui media boneka jari. Pengabdian masyarakat ini ditunjukkan melalui demonstrasi. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa anak-anak lebih tertarik untuk belajar bahasa inggris, mereka lebih menguasai kosa kata bahasa Inggris, terutama kosa kata yang berkaitan dengan profesi, boneka jari membuat pelajaran bahasa Inggris lebih mudah dipahami, dan mereka lebih kreatif dan kreatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media boneka tali dalam pengajaran bahasa inggris berdampak pada minat dan kemampuan berbahasa inggris siswa.
Penggunaan Ice Breaking untuk Meningkatkan Semangat Belajar Siswa di SMA NU Palangka Raya dalam Program Pengabdian Masyarakat Audria, Alya; Qamariah, Zaitun; Wahyuni, Nikmah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/4cee6b16

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kegiatan ice breaking dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA NU Palangka Raya. Kegiatan ini dirancang untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan interaktif, sehingga siswa menjadi lebih antusias dan terlibat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika diterapkan dengan baik, kegiatan ice breaking dapat membantu siswa lebih aktif berpartisipasi, mengurangi rasa jenuh dalam belajar, dan mempererat hubungan antara guru dan siswa. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan ice breaking adalah cara yang sederhana namun efektif untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
The Effect of Ice Breaking Activities on Vocabulary Mastery Among EFL Students’ at SMA NU Palangka Raya Audria, Alya; Sabarun, Sabarun; Qamariah, Zaitun
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.8963

Abstract

Mastering vocabulary is indispensable for English as a Foreign Language (EFL) learners, as it underpins all language skills. However, many students continue to face difficulties in retaining and applying new vocabulary effectively. Prior studies have explored various strategies, yet few have examined the effect of engaging, student-centered techniques such as ice-breaking activities on vocabulary mastery among twelfth-grade EFL students at SMA NU Palangka Raya. Utilizing a quasi-experimental design, the researcher involved one experimental group and one control group, each undergoing pre-tests and post-tests to assess vocabulary mastery. The results showed that students in the experimental group demonstrated greater improvement than those in the control group, with post-test mean scores of 84.17 and 69.62, respectively (t(23) = 3.884, p < .001), indicating a statistically significant difference. These findings highlight the potential of ice-breaking activities to enhance vocabulary mastery by increasing student motivation, reducing anxiety, and encouraging active participation in learning. The study has important implications for educational practice, suggesting that ice-breaking activities should be integrated into regular EFL instruction as a pedagogical strategy rather than merely as warm-up exercises. Furthermore, these findings can inform teacher training programs and curriculum development policies aimed at creating more engaging and effective language learning environments in Indonesian secondary schools.