Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Formulasi dan Uji Aktivitas Sediaan Deodoran Spray Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica) Terhadap Bakteri Stphylococcus epidermidis Handayani, Ririn Putri; Pusmarani, Jastria; Awaliyah Halid, Nur Hatidjah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v1i1.7

Abstract

Deodoran spray merupakan sediaan topikal yang mengandung antibakteri dari bahan alam yang digunakan untuk mengurangi bau ketiak yang disebabkan oleh bakteri Staphylococus epidermidis, dengan menggunakan metode difusi agar. Formulasi sediaan deodorant spray ekstrak daun beluntas menggunakan tiga konsentrasi terdiri dari konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Pada pengujiaan aktivitas bakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa ekstrak daun beluntas dapat diformulasikan pengujiaan aktivitas antibakteri, Formulasi sediaan deodorant spray ekstrak daun beluntas memiliki aktivitas antibakteri konsentrasi 5%, memiliki luas zona hambat yang sedang dengan rata-rata 6,76 ± 1,36 mm, 10,50 ± 1,01 mm, 15,40 ± 1,01 , kontrol positif 22,40 ± 1,65 mm dan kontrol negatif tidak memiliki zona hambat, sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan deodorant spray ekstrak daun beluntas efektif sebagai sediaan antibakteri.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MENUJU PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL KRONIS : PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL KRONIS Tasnim, Tasnim; Saafi, La Ode; Fitri, Fitri; Kurniawati, Kadek Ayu; Tias, Nuzul Wahyuning; Handayani, Ririn Putri; Rusnia, Wa Ode
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v5i2.415

Abstract

Penyakit ginjal kronis masih menjadi permasalahan di Sulawesi Tenggara, termasuk di Kelurahan Abeli, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Hal ini bisa dilihat dari faktor risikonya yaitu seperti penyakit hipertensi yang tinggi di wilayah tersebut. Masih banyak masyarakat di Kelurahan Abeli yang belum memahami secara detil apa tanda-tanda, penyebab dan cara pencegahan terhadap penyakit Ginjal Kronis. Oleh karena itu, masyarakat di Kelurahan Abeli harus diberdayakan baik pengetahuan maupun perilakunya. Pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan perilaku kearah pencegahan penyakit ginjal kronis, maka pada bulan mei 2024 dilakukan penyuluhan kesehatan dan mendorong peningkatan aktifitas fisik. Penyuluhan kelompok dilakukan sambil memberikan leaflet ke peserta penyuluhan tentang penyakit ginjal kronis. Sedangkan aktifitas fisik berupa pendorongan melakukan senam sehat rutin secara berkelompok. Pemberdayaan dilakukan kepada 27 orang ibu PKK Kelurahan Abeli, yang berusia antara 33-69 tahun. Hasil pemberdayaan kepada 27 orang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berpendikan SMP (35.3%), dan selebihnya berpendidikan SMA (23.5%), Sarjana (17.6%) sarjana, 11.8% SD, dan 11.8% tidak sekolah. Penyuluhan kesehatan dengan leaflet menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pengetahuan peserta tentang penyakit ginjal kronis (p value<0.0001). Pengetahuan rata-rata sebelum penyuluhan Kesehatan yaitu 3,94 ± SD.2.08 dan setelah penyuluhan Kesehatan meningkat rata-rata menjadi 9.18 ± SD 1.02. Kelompok senam sehat jantung sehat sudah terbentuk dan melakukan senam secara rutin pada hari Jum’at pagi di Kantor Kelurahan Abeli. Pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Abeli bisa meningkatkan pengetahuan dan perilaku kearah pencegahan penyakit ginjal kronis. Pengetahuan masyarakat meningkat dan aktifitas fisik secara rutin dilakukan dengan cara senam jantung sehat setiap minggu sekali secara bersama-sama.
THE RELATIONSHIP BETWEEN PERCEPTION OF SUSCEPTIBILITY AND SERIOUSNESS OF DISEASE WITH INDIVIDUALS’ ADEQUACY WATER INTAKE IN SOUTHEAST SULAWESI: Water intake and perception Tasnim, Tasnim; Saafi, La Ode; Munir, Sanihu; Karuniawati, Kadek Ayu; Fitri, Fitri; Tias, Nuzul Wahyuning; Handayani, Ririn Putri; Indriani, Indriani; Sari, Eka Putri; Saripati, Wa Ode Fitra
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 6 No. 2 (2024): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol6.Iss2/242

Abstract

Background: The majority of people in Southeast Sulawesi had higher prevalence of cardiovascular diseases such as hypertension. One of the problems was they had insufficient water consumption. The individuals’ perception of vulnerability and seriousness of the disease were assumed to be causes of this condition.  Therefore, this study aims to analyze the relationship and influence of perceived vulnerability and perceived seriousness of disease on the level of adequate water intake in Kendari City and Konawe Regency. Methods: This research recruited 200 respondents Southeast Sulawesi, especially in Nambo District, Kendari City and Morosi District, Konawe Regency, in May-June 2024. The study used a cross-sectional study. The independent variables are perception of vulnerability and seriousness of the disease. Meanwhile, the dependent variable is adequate daily water intake. Data analysis used the chi-square and liner regression tests Results: The results showed that perceived vulnerability was related and had a significant effect on adequate water intake (p value=0.038<0.05). Meanwhile, the perception of the seriousness of the disease was not significantly related to the adequacy of daily water intake (p value=0.592>0.05). Conclusion: This research can be concluded that awareness of the level of self-vulnerability encourages individuals to take corrective actions, one of which is by consuming water according to recommendations, namely at least 2 litters a day. On the other hand, there is no difference between individuals who have or have not felt the severity of their illness. which is significant in consuming water a day.
Evaluation of Drug Inventory Control Using the ABC and VEN Methods at Kendari City Hospital Handayani, Ririn Putri; Saafi , La Ode; Rasyid, Sri Anggarini
Waluya The International Science of Health Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Waluya The International Science of Health Journal
Publisher : Magister Kesehatan Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/exmgkp41

Abstract

Introduction: Kendari City Hospital, a regional referral hospital in Southeast Sulawesi, experiences a high number of patient visits and a growing demand for medications. However, approximately 14% of medication items were found to be out of stock, including several vital drugs. Method: The research used a qualitative approach, with the following subjects: the Head of the Hospital Pharmacy Installation, RKO), the pharmacy warehouse officer and the managing pharmacist, and. Data collection was conducted through interviews, participant observation, and documentation studies Result: The ABC-VEN method has been proven to assist Kendari City Hospital in identifying drug procurement priorities and reducing the risk of drug shortages, particularly for vital and essential drugs. This method also increases budget efficiency by focusing funds on the drugs most needed for patient care. The implementation of the ABC-VEN method at Kendari City Hospital provides benefits in drug logistics management, but faces challenges in data, human resources, budget, distribution, regulations, and the dynamics of drug demand. Conclusion: The Pharmacy Unit at Kendari City Hospital has integrated ABC and VEN grouping through the ABC–VEN matrix. This method is more effective in identifying drug procurement priorities than conventional methods. Through a combination of analysis (ABC) and (VEN), the pharmacy unit is able to determine which drugs truly receive high priority due to both budgetary value and medical urgency.